The Secret of 5 Elements: Terapi Sehat Bahagia yang Murah dan Praktis
The Miracle of 5 Elements Energy
Rahasia 5 Elemen untuk Cerdas dan Sukses seperti Sri Mulyani, Bill Gates, dan Steve Jobs

Energi 5 Elemen, Karbohidrat Kompleks, dan Diabetes

Pengaruh Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana terhadap Gula Darah dan Diabetes

Oleh : Aleysius H. Gondosari

Belum lama ini, saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai efek dari nasi putih, bekatul, nasi beras merah, dan tape singkong terhadap gula darah dan diabetes. Hal ini menyadarkan saya, bahwa pengertian karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sebenarnya cukup rumit untuk ditafsirkan dan diterapkan. Saya akan membahasnya dalam 2 tulisan.

Karbohidrat merupakan zat dari elemen ke-2, yaitu elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Karbohidrat Kompleks yang sehat mempunyai frekuensi sehat 1/2 Hz, sedangkan Karbohidrat Sederhana yang sudah rusak mempunyai frekuensi 2 – 3 Hz.

Makanan yang banyak mengandung karbohidrat umumnya mempunyai elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Makanan yang mengandung elemen Air di antaranya adalah biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian.

Proses pemanasan dalam memasak makanan merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. Proses pemanasan menjadi penting, karena dapat mengubah karbohidrat kompleks yang sehat menjadi karbohidrat sederhana yang berbahaya untuk kesehatan. Sebagai contoh, untuk mengkonsumsi beras putih, kita mempunyai beberapa alternatif, yaitu dikonsumsi sebagai bekatul, sebagai ketupat dan lontong, sebagai nasi kukus, dan sebagai nasi putih yang dimasak dengan rice cooker.

Bekatul, Nasi Putih dengan Rice Cooker, Nasi Kukus, Ketupat, dan Lontong:

Bekatul merupakan tepung beras yang masih murni, dan belum kehilangan kulit arinya. Selain itu, untuk mengkonsumsi bekatul, tidak perlu dipanaskan seperti nasi putih. Dari proses pembuatan bekatul dan proses menjadi makanan, bekatul dapat dikatakan sehat, karena tidak kehilangan nutrisi sehat dan tidak mengalami pemanasan. Ini adalah cara yang paling sehat untuk mengkonsumsi beras.

Berbeda dengan bekatul, Beras putih telah mengalami proses penggilingan dan proses pemutihan. Hal ini akan membuat beras putih kehilangan kulit ari yang bernilai nutrisi tinggi.

Setelah itu, kita biasanya memasak di alat masak listrik rice cooker yang temperaturnya cukup tinggi, yaitu di atas 100 derajat C. Hal ini akan merusak zat gizi karbohidrat kompleks dan mengubahnya menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh tubuh. Pankreas harus menghasilkan insulin yang jauh lebih banyak untuk memproses karbohidrat sederhana menjadi energi yang dapat disimpan di dalam darah. Bila pankreas menjadi lelah dan tidak dapat membuat cukup insulin, sebagian karbohidrat sederhana akan tetap menjadi gula darah di dalam darah.

Cara lain untuk memasak nasi kukus dengan cara memasaknya di panci sampai setengah masak, kemudian dikukus. Hal ini akan membuat sebagian besar karbohidrat kompleks tetap terjaga.

Bila beras putih dibuat menjadi ketupat atau lontong, ia tidak mengalami panas seperti dimasak dalam rice cooker, karena tertutup daun. Dalam kondisi ini, sebagian besar karbohidrat kompleks masih tetap utuh dan mudah dicerna oleh tubuh.

Jadi untuk mengkonsumsi beras putih tanpa merusak karbohidrat kompleks, kita dapat mengkonsumsinya sebagai bekatul, ketupat, lontong, atau nasi kukus. Nasi yang dimasak dengan rice cooker akan mengalami panas tinggi sehingga karbohidrat kompleks berubah menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh pankreas untuk dijadikan energi dalam darah.

Air Tajin Beras Merah:

Air tajin beras merah dibuat dari beras merah yang direndam dalam air yang banyak. 1 sendok beras merah dapat dicampur dengan 2,5 gelas air putih. Kemudian dididihkan. Perlu waktu 3 – 5 menit untuk mendidih. Setelah mendidih, apinya dikecilkan, dan dibiarkan selama 10 menit. Setelah itu dimatikan. Dengan cara ini, air tajin beras merah akan tetap mengandung karbohidrat kompleks yang sehat. Nasi beras merah yang dihasilkan juga masih mengandung karbohidrat kompleks sehingga tidak menaikkan kadar gula darah.

Bila beras merah dimasak dengan rice cooker, efek yang sama dengan nasi putih akan muncul, yaitu akan terjadi perubahan dari karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Gula:

Gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya bagi tubuh. Gula merupakan makanan yang sulit dicerna oleh pankreas, dan dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah. Oleh sebab itu, kita sebaiknya membatasi penggunaan gula seminimal mungkin.

Gandum Havermut:

Havermut dalam bentuk gandum yang masih utuh, merupakan sumber karbohidrat kompleks yang sehat. Tentu saja kita sebaiknya tidak menggunakan gula yang banyak, karena gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya.

Tape Singkong Segar:

Tape singkong merupakan hasil fermentasi dari singkong kukus atau singkong rebus. Fermentasi merupakan teknik pengawetan makanan secara tradisional. Menurut penelitian, fermentasi yang tepat akan membuat zat-zat makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh. Jadi tape singkong segar akan mudah dicerna oleh pankreas menjadi energi, sehingga tidak akan menaikkan kadar gula darah di dalam darah.

Bila tape singkong dibakar, hal ini akan mengubah karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Jadi sebaiknya tape singkong dimakan segar.

Daun Katuk, Daun Singkong, Daun Pepaya:

Ketiga jenis sayur-sayuran ini merupakan sumber karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Karena biasanya daun-daunan ini hanya dikukus atau direbus, maka karbohidrat kompleks-nya tidak rusak, tetap utuh, dan menyehatkan tubuh dan darah.

Wortel, Kentang Kukus, Ubi Kukus, Singkong Kukus, Jagung Kukus:

Keempat makanan ini juga dapat menghasilkan karbohidrat kompleks yang cukup banyak. Wortel dapat dimakan segar sehingga tidak perlu dimasak. Ketiga makanan yang lain perlu dimasak dengan cara dikukus. Bila dikukus selama 10 – 15 menit,  karbohidratnya tidak rusak, dan tetap menyehatkan bagi tubuh dan darah. Tetapi bila digoreng, maka karbohidratnya akan rusak menjadi karbohidrat sederhana. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah.

Indeks Lelah Energi 5 Elemen untuk Pankreas:

Dalam tulisan berikutnya, saya akan menggunakan Indeks Lelah Energi 5 Elemen (IL-E5E), untuk mengukur tingkat kelelahan Pankreas dalam memproses karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.

Salam Sehat Bahagia!

www.5elemen.com

12 comments to Energi 5 Elemen, Karbohidrat Kompleks, dan Diabetes

  • Terima kasih artikelnya Pak Aley. Ini sungguh memperjelas hasil diskusi saya dg Bu Sri dan Pak Santoso minggu lalu. Moga2 bermanfaat buat seluruh pembaca web ini.
    Salam
    ez

  • aleysius

    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Pak Edy. Mudah-mudahan penjelasan dalam tulisan ini cukup jelas dan bermanfaat bagi Pembaca. Salam Sehat Bahagia. aley.

  • Yanti

    Bekatul agar bisa dikonsumsi cara masaknya dibagaimanakan?trimakasih.

  • Terima kasih atas kunjungannya, Bu Yanti.
    Kalau beli bekatul bersih yang sudah dibungkus dengan rapi, cukup mengonsumsi 1 sampai 2 sendok makan bekatul dicampur dengan 1 gelas air minum. Boleh dicampur madu. Kemudian diaduk dan diminum.

    Semoga bermanfaat untuk kesehatan Ibu.

    Salam Sehat Bahagia,
    aley

  • herzy

    Setelah membuat nasi kukus, masih sehatkah jika kemudian dimasukkan magicjar agar tetap hangat dan nikmat?
    terimakasih.

  • Terima kasih atas kunjungannya, Mas Herzy.
    Kalau hanya dihangatkan dengan magic jar, temperaturnya tidak terlalu tinggi, nasi kukus masih tetap sehat.
    Salam Sehat Bahagia!
    aley

  • Tri Ratna K

    Kata orang penderita diabetes mellitus tidak boleh mengkonsumsi makanan yang bisa dijadikan tape, misalnya singkong dan ketan, tapi pak aley sebutkan tape singkong boleh di konsumsi.Bagaimana kalau tape ketan, pak? Makasih sebelumnya.
    Syalom

  • Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Bu Ratna.
    Sebaiknya tape singkong diletakkan di tempat terbuka, kemudian disimpan dahulu di dalam kulkas selama minimal 1 jam.
    Tujuannya agar alkohol yang masih ada (walau pun sangat sedikit) bisa menguap, sehingga tidak berbahaya lagi bagi penderita diabetes.
    Tape ketan juga demikian. Sebaiknya diletakkan di tempat terbuka, dan disimpan dahulu di dalam kulkas.

    Walau pun tidak berbahaya, sebaiknya tetap dikonsumsi dalam jumlah terbatas setiap hari, antara 50 sampai 100 gram saja.

    Semoga bermanfaat bagi kesehatan Ibu.

    Salam Sehat Bahagia,
    aley

  • Tri Ratna K

    Selamat malam ,Pak.
    Saya baru saja baca artikel tentang khasiat daun salam. Daun salam dapat menurunkan kadar gula dalam darah juga kolesterol, asam urat bahkan untuk mengobati diare. Mohon penjelasan, Pak.
    Terima kasih, pak. Pastinya ini akan sangat bermanfaat. GBU

  • syafiril

    selamat malam,
    saya baru baca buku yang bapak terbitkan dan saya tidak bsa membayangkan makanan apa yang cocok tiap hari untuk dkonsumsi,,karena sehari2 tidak da makanan yang tidak di goreng sehubungan kerja saya yg relatif jarang di rumah…mohon penjelasan, pak aley.
    teri makasih

  • Selamat siang, Pak Syafiril.
    Memang sulit menghindari goreng-gorengan.
    Tetapi kita bisa mencoba dengan mulai mengonsumsi makanan segar dan dikukus sedikit demi sedikit.
    Memang pada awalnya sulit. Biasanya kita harus membawa sendiri makanan dari rumah.
    Semoga bermanfaat bagi kesehatan Bapak.
    Salam Sehat Bahagia,
    aley

  • Infonya sangat lengkap sekali di sini. Kebetulan saya memang sedang mencari artikel kesehatan untuk penderita diabetes, terutama yang berhubungan dengan makanan. Ternyata di sini dibahas detail sekali. Terima kasih and keep posting. :)

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.