<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Energi 5 Elemen: Negara Bahagia Bhutan</title>
	<atom:link href="http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan</link>
	<description>Terapi Energi 5 Elemen Untuk Kesehatan - Keseimbangan Energi Sehat - Ether Udara Api Air Bumi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 05:09:42 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: aleysius</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/comment-page-1#comment-1946</link>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 04:12:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1709#comment-1946</guid>
		<description>Sama-sama, Bu Mei.
Iya, jalan kaki 1 jam kira-kira 4 km.
Kalau di Jakarta, mungkin baru sampai di mal terdekat, he..he..he..
Salam Sehat Bahagia!
aley</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama-sama, Bu Mei.<br />
Iya, jalan kaki 1 jam kira-kira 4 km.<br />
Kalau di Jakarta, mungkin baru sampai di mal terdekat, he..he..he..<br />
Salam Sehat Bahagia!<br />
aley</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Veronika Tanner</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/comment-page-1#comment-1941</link>
		<dc:creator>Veronika Tanner</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 07:30:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1709#comment-1941</guid>
		<description>Thanks pak Aley, btw, itu jalan2 sendiri, dengan berjalan kaki lho. Hehehe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks pak Aley, btw, itu jalan2 sendiri, dengan berjalan kaki lho. Hehehe.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aleysius</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/comment-page-1#comment-1929</link>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 10:01:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1709#comment-1929</guid>
		<description>Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Bu Mei.
Saya juga sempat ke Bukit Tinggi bersama keluarga tahun 2008. 
Menginapnya di seberang Novotel.
Memang rasanya segar jalan-jalan ke Taman Budaya dan Kebun Binatang.
OK, tentu saja boleh di copy paste ke teman. Mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan Indeks Bahagia di Indonesia.

Salam Sehat Bahagia!
aley</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Bu Mei.<br />
Saya juga sempat ke Bukit Tinggi bersama keluarga tahun 2008.<br />
Menginapnya di seberang Novotel.<br />
Memang rasanya segar jalan-jalan ke Taman Budaya dan Kebun Binatang.<br />
OK, tentu saja boleh di copy paste ke teman. Mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan Indeks Bahagia di Indonesia.</p>
<p>Salam Sehat Bahagia!<br />
aley</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Veronika Tanner</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/comment-page-1#comment-1924</link>
		<dc:creator>Veronika Tanner</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 10:30:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1709#comment-1924</guid>
		<description>Wah, saya jadi merinding baca indeks bahagia kota2 di Indonesia. Kok semuanya tinggal kenangan. Btw, saya lahir di Bukittinggi, mesti sering2 pulang kampung supaya bisa ngecharge kebahagiaan. Sebagai info saja, bbrp tahun yang lalu saya ke Bukittinggi dan memutuskan untuk jalan2 sendiri. Saya tinggal sepelemparan batu dari Novotel (sekarang The Hills). Saya muter kota, ke pasar atas, belanja hasil kerajinan tangan di toko langganan, dan balik lagi pulang ke rumah, hanya membutuhkan waktu 1 jam. Bayangkan, kalau di Jakarta 1 jam belum tentu cukup waktu untuk mencapai tujuan.

Pak Aley, boleh saya copy paste artikel ini untuk temen saya (ex Don Bosco) yang kerja di Kementerian Lingkungan Hidup ya, tentu saja dengan memberikan informasi sumber.

Thanks,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, saya jadi merinding baca indeks bahagia kota2 di Indonesia. Kok semuanya tinggal kenangan. Btw, saya lahir di Bukittinggi, mesti sering2 pulang kampung supaya bisa ngecharge kebahagiaan. Sebagai info saja, bbrp tahun yang lalu saya ke Bukittinggi dan memutuskan untuk jalan2 sendiri. Saya tinggal sepelemparan batu dari Novotel (sekarang The Hills). Saya muter kota, ke pasar atas, belanja hasil kerajinan tangan di toko langganan, dan balik lagi pulang ke rumah, hanya membutuhkan waktu 1 jam. Bayangkan, kalau di Jakarta 1 jam belum tentu cukup waktu untuk mencapai tujuan.</p>
<p>Pak Aley, boleh saya copy paste artikel ini untuk temen saya (ex Don Bosco) yang kerja di Kementerian Lingkungan Hidup ya, tentu saja dengan memberikan informasi sumber.</p>
<p>Thanks,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aleysius</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/comment-page-1#comment-1724</link>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 12:17:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1709#comment-1724</guid>
		<description>Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Pak Edy. 
Kabarnya negara-negara maju berminat untuk mengadopsi pola Bhutan ini.
Mudah-mudahan Indonesia juga tertarik.

Beberapa kota atau daerah yang masih mempunyai Indeks Bahagia positif sampai sekarang antara lain:
- Bukittinggi
- Bali Utara

Sebenarnya kota-kota besar di Indonesia juga mempunyai Indeks Bahagia positif, tetapi sayangnya itu terjadi beberapa puluh tahun yl. Bali Selatan masih mempunyai Indeks Bahagia positif 10 tahun yl. Yogya masih mempunyai Indeks Bahagia positif 15 tahun yl. Bandung masih mempunyai Indeks Bahagia positif 20 tahun yl.

Mudah-mudahan dengan kesadaran pelestarian alam, semakin banyak kota dan daerah di Indonesia yang mempunyai Indeks Bahagia yang positif.

Salam Sehat Bahagia!
aley</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Pak Edy.<br />
Kabarnya negara-negara maju berminat untuk mengadopsi pola Bhutan ini.<br />
Mudah-mudahan Indonesia juga tertarik.</p>
<p>Beberapa kota atau daerah yang masih mempunyai Indeks Bahagia positif sampai sekarang antara lain:<br />
- Bukittinggi<br />
- Bali Utara</p>
<p>Sebenarnya kota-kota besar di Indonesia juga mempunyai Indeks Bahagia positif, tetapi sayangnya itu terjadi beberapa puluh tahun yl. Bali Selatan masih mempunyai Indeks Bahagia positif 10 tahun yl. Yogya masih mempunyai Indeks Bahagia positif 15 tahun yl. Bandung masih mempunyai Indeks Bahagia positif 20 tahun yl.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan kesadaran pelestarian alam, semakin banyak kota dan daerah di Indonesia yang mempunyai Indeks Bahagia yang positif.</p>
<p>Salam Sehat Bahagia!<br />
aley</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edy zaqeus</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/comment-page-1#comment-1721</link>
		<dc:creator>edy zaqeus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 22:41:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1709#comment-1721</guid>
		<description>Luar biasa artikelnya Pak. Saya jadi membayangkan, andai saja ada satu daerah saja di Indonesia yang mau memulai prinsip Bhutan ini dari wilayah RT, kemudian RW, Desa/Kelurahan, lalu beranjak ke kecamatan hingga ke kota kabupaten atau kota madya. Kalau berhasil, mungkin daerah atau kota itu akan harum namanya dan menjadi contoh bagi kota-kota lain.
Kalau kota bunga di Tomohon (Sulawei Utara) sendiri bagaimana Pak? Apa indeks bahagia kota tersebut bagus? Atau, di Indonesia ini kota mana yang indeks bahagianya tertinggi... Saya kok menduga paling di kota2 yg berhawa dingin atau yg kebudayaan masyarakatnya tetap lestari seperti di pulau Bali.
Salam
ez</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa artikelnya Pak. Saya jadi membayangkan, andai saja ada satu daerah saja di Indonesia yang mau memulai prinsip Bhutan ini dari wilayah RT, kemudian RW, Desa/Kelurahan, lalu beranjak ke kecamatan hingga ke kota kabupaten atau kota madya. Kalau berhasil, mungkin daerah atau kota itu akan harum namanya dan menjadi contoh bagi kota-kota lain.<br />
Kalau kota bunga di Tomohon (Sulawei Utara) sendiri bagaimana Pak? Apa indeks bahagia kota tersebut bagus? Atau, di Indonesia ini kota mana yang indeks bahagianya tertinggi&#8230; Saya kok menduga paling di kota2 yg berhawa dingin atau yg kebudayaan masyarakatnya tetap lestari seperti di pulau Bali.<br />
Salam<br />
ez</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
