<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>5 Elemen Untuk Kesehatan - 5 Elements Balancing &#187; 5 Elements Therapy Energy</title>
	<atom:link href="http://www.5elemen.com/tag/5-elements-therapy-energy/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.5elemen.com</link>
	<description>Terapi Energi 5 Elemen Untuk Kesehatan - Keseimbangan Energi Sehat - Eter Udara Api Air Bumi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 12:05:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Terapi Kesehatan 5 Elemen: Membersihkan Racun dengan Pernapasan Sehat</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-kesehatan-5-elemen-membersihkan-racun-dengan-pernapasan-sehat</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-kesehatan-5-elemen-membersihkan-racun-dengan-pernapasan-sehat#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 05:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pernafasan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Therapy Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Membersihkan Racun dengan Pernapasan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Kesehatan 5 Elemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=2086</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat Pernapasan Sehat untuk Membersihkan Racun Oleh: Aleysius H. Gondosari Salah satu cara membersihkan racun dari darah, organ tubuh dan saraf adalah dengan melakukan pernapasan sehat. Hal ini jarang disadari dan dilakukan orang. Dengan melakukan pernapasan sehat, kita berusaha membuat pernapasan menjadi panjang kembali, sehingga oksigen semakin banyak masuk ke dalam paru-paru dan darah, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Manfaat Pernapasan Sehat untuk Membersihkan Racun</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Salah satu cara membersihkan racun dari darah, organ tubuh dan saraf adalah dengan melakukan pernapasan sehat. Hal ini jarang disadari dan dilakukan orang. Dengan melakukan pernapasan sehat, kita berusaha membuat pernapasan menjadi panjang kembali, sehingga oksigen semakin banyak masuk ke dalam paru-paru dan darah, dan CO2 semakin banyak dikeluarkan dari organ tubuh dan darah.<span id="more-2086"></span></p>
<p>Bila Oksigen semakin banyak diserap, dan CO2 semakin banyak dikeluarkan, pH darah akan menjadi sehat kembali menuju 7,4. Racun-racun juga semakin berkurang di dalam darah, organ tubuh, dan saraf.</p>
<p>Pernapasan sehat dapat membersihkan 10 jenis energi racun, yaitu energi racun yang terjadi akibat stres.</p>
<p><strong>Pernapasan Sehat 5-5-5:</strong></p>
<p>Dengan menarik napas 5 detik, menahan napas 5 detik, dan mengelurakan napas 5 detik, maka kita mulai melakukan pernapasan sehat. Lakukan sebanyak 10 kali per sesi. Anda boleh melakukan sebanyak 3 sesi per hari, yaitu pada pagi hari, siang hari, dan malam hari sebelum tidur.</p>
<p>Selain membersihkan racun, Anda juga akan menjadi lebih sehat, dan tidur lebih nyenyak.</p>
<p><strong>Aleysius H. Gondosari adalah peneliti dan praktisi <em>Terapi    Energi 5 Elemen</em>. Saat ini Gramedia telah menerbitkan buku  kesehatan  “<em><a title="The Secret of 5 Elements" href="http://buku.5elemen.com/" target="_blank">The Secret of 5    Elements: Terapi Sehat Bahagia yang Murah dan Praktis</a></em>“, berisi    cara melakukan terapi sehat 5 Elemen dan berbagai makanan sehat 5    Elemen. Untuk konsultasi dan tanya jawab, silahkan kunjungi halaman <em><a title="Konsultasi Kesehatan Energi 5 Elemen" href="http://www.konsultasi.5elemen.com/" target="_blank">Konsultasi</a></em>.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam   Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-kesehatan-5-elemen-membersihkan-racun-dengan-pernapasan-sehat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Kesehatan 5 Elemen: Energi Racun pada Makanan dan Minuman</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-kesehatan-5-elemen-energi-racun-pada-makanan-dan-minuman</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-kesehatan-5-elemen-energi-racun-pada-makanan-dan-minuman#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 06:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Therapy Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Racun pada Makanan dan Minuman]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Kesehatan Energi 5 Elemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=2080</guid>
		<description><![CDATA[Energi Racun pada Makanan, Minuman, dan Obat Oleh: Aleysius H. Gondosari Makanan segar belum mengandung energi racun. Tetapi makanan yang tidak segar mulai mengandung energi racun. Selain itu, makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet juga mengandung energi racun. Obat juga mengandung bahan kimia, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jangka waktu terbatas. Makanan yang Tidak Segar: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Energi Racun pada Makanan, Minuman, dan Obat</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Makanan segar belum mengandung energi racun. Tetapi makanan yang tidak segar mulai mengandung energi racun. Selain itu, makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet juga mengandung energi racun. Obat juga mengandung bahan kimia, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jangka waktu terbatas.<span id="more-2080"></span></p>
<p><strong>Makanan yang Tidak Segar:</strong></p>
<p>Makanan yang tidak segar, bisa mengandung 0 sampai 1 jenis energi racun.</p>
<p><strong>Makanan yang Digoreng:</strong></p>
<p>Makanan yang digoreng bisa menghasilkan 0 sampai 1 jenis energi racun.</p>
<p><strong>Makanan yang Dipanggang:</strong></p>
<p>Makanan yang dipanggang bisa menghasilkan 0 sampai 3 jenis energi racun.</p>
<p><strong>Makanan yang Diawetkan dan Mengandung Bahan Pengawet:</strong></p>
<p>Makanan yang mengandung bahan pengawet bisa mengandung 0 sampai 5 jenis energi racun. Ikan asin dan terasi bisa mengandung 0 sampai 1 energi racun.</p>
<p><strong>Minuman yang Mengandung Bahan Pengawet:</strong></p>
<p>Minuman yang mengandung bahan pengawet bisa mengandung 0 sampai 2 jenis energi racun.</p>
<p><strong>Obat-Obatan:</strong></p>
<p>Obat-obatan bisa mengandung 0 sampai 10 jenis energi racun, tergantung kepada jenis obat yang diminum.</p>
<p><strong>Racun di Tubuh Kita:</strong></p>
<p>Racun yang masuk bersama makanan akan masuk ke pembuluh darah, otot, saraf, organ tubuh, dan rambut. Pada darah dan organ tubuh, racun bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. Pada saraf, racun bisa mengganggu fungsi saraf.</p>
<p>Jadi sebaiknya mengonsumsi makanan sehat yang masih segar, agar terhindar dari energi racun. Selain itu, makanan sehat dan segar juga dapat membersihkan racun-racun yang ada di pembuluh darah, organ tubuh, dan saraf.</p>
<p><strong>Aleysius H. Gondosari adalah peneliti dan praktisi <em>Terapi    Energi 5 Elemen</em>. Saat ini Gramedia telah menerbitkan buku  kesehatan  “<em><a title="The Secret of 5 Elements" href="http://buku.5elemen.com/" target="_blank">The Secret of 5    Elements: Terapi Sehat Bahagia yang Murah dan Praktis</a></em>“, berisi    cara melakukan terapi sehat 5 Elemen dan berbagai makanan sehat 5    Elemen. Untuk konsultasi dan tanya jawab, silahkan kunjungi halaman <em><a title="Konsultasi Kesehatan Energi 5 Elemen" href="http://www.konsultasi.5elemen.com/" target="_blank">Konsultasi</a></em>.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam   Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-kesehatan-5-elemen-energi-racun-pada-makanan-dan-minuman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: pH dan Kanker</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-ph-dan-kanker</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-ph-dan-kanker#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 08:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[pH]]></category>
		<category><![CDATA[Stres]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Therapy Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1999</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan antara Kanker dan pH Oleh: Aleysius H. Gondosari pH darah dan tubuh mempengaruhi kesehatan dan kanker. pH yang sehat berkisar antara 7,3 sampai 7,4. Bila turun di bawah itu, orang mulai merasa dirinya kurang sehat. Kondisi Berbahaya: pH 6,9 dan 6,8 Dari analisis energi yang pernah saya lakukan, saya menemukan sel tubuh mulai bertambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: center;"><a title="Terapi Energi 5 Elemen" href="http://www.5elemen.com" target="_blank">Hubungan antara Kanker dan pH</a></h4>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>pH darah dan tubuh mempengaruhi kesehatan dan kanker. pH yang sehat berkisar antara 7,3 sampai 7,4. Bila turun di bawah itu, orang mulai merasa dirinya kurang sehat.<span id="more-1999"></span></p>
<p><strong>Kondisi Berbahaya: pH 6,9 dan 6,8</strong></p>
<p>Dari analisis energi yang pernah saya lakukan, saya menemukan sel tubuh mulai bertambah aktif pada kondisi pH 6,9. Pada kondisi ini mulai muncul benjolan pada bagian tubuh tertentu. Kemudian, bila tidak diatasi dengan menghindari makanan tidak sehat dan mengonsumsi makanan sehat, kondisi pH bisa semakin menurun menjadi 6,8. Pada kondisi ini benjolan mulai menjadi kanker. Walau pun demikian, hal ini tetap bisa diperbaiki dengan menghindari makanan tidak sehat dan mengonsumsi makanan sehat.</p>
<p><strong>Penyebab Turunnya pH:</strong></p>
<p>Ada beberapa penyebab turunnya pH darah dan tubuh, yaitu stres, makanan tidak sehat, dan minuman tidak sehat. Dari pengukuran energi, hal-hal ini mempunyai Indeks pH di bawah 7,4.</p>
<p><strong>Stres:</strong></p>
<p>Stres menyebabkan kita menarik nafas lebih pendek dari biasanya. Hal ini membuat oksigen yang diserap oleh darah berkurang. Sebaliknya, CO2 akan semakin banyak menumpuk di darah. Kondisi ini menyebabkan darah menjadi lebih asam dari biasanya.</p>
<p>Stres pada elemen tertentu akan memicu terjadinya benjolan dan kanker pada elemen tersebut. Misalnya, stres pada elemen Udara, akan memicu terjadinya kanker pada bagian dada seperti payudara atau paru-paru.</p>
<p>Stres pada elenen Air, akan memicu terjadinya kanker pada bagian perut seperti usus, ginjal, pankreas, kandungan, dan prostat.</p>
<p>Energi dari stres berat dapat menyebabkan Indeks pH turun hingga menjadi 6,8.</p>
<p>Jadi bila Anda merasa stres, kurangilah stres dengan berbagai cara berikut:</p>
<ol>
<li>Mencari teman curhat</li>
<li>Berolahraga</li>
<li>Berlatih menarik nafas lebih panjang, misalnya dengan pola 5-5 atau 5-5-5-5. Pola 5-5 berarti menarik nafas 5 detik dan mengeluarkan nafas 5 detik. 5-5-5-5 berarti menarik nafas 5 detik, menahan nafas 5 detik, mengeluarkan nafas 5 detik, dan menahan nafas 5 detik. Lakukan 10x per sesi. Anda dapat melakukannya 3 sesi per hari.</li>
<li>Bermain musik</li>
<li>Bernyanyi</li>
<li>Menulis</li>
<li>Melukis</li>
</ol>
<p><strong>Makanan Tidak Sehat:</strong></p>
<ul>
<li>Hindari makanan dan minuman tidak sehat yang dapat membuat pH menjadi asam seperti:</li>
<li>Goreng-gorengan dan makanan yang dipanggang: umumnya mempunyai Indeks pH 7,2 sampai 6,8.</li>
<li>Santan umumnya mempunyai Indeks pH 7,2 sampai 6,9.</li>
<li>Mentega dan margarin umumnya mempunyai Indeks pH 7,3 sampai 7,2.</li>
<li>Makanan manis: umumnya mempunyai Indeks pH 7,2.</li>
<li>Daging dan telur yang direbus mempunyai Indeks pH kira-kira 7,1. Sedangkan daging dan telur yang digoreng mempunyai Indeks pH kira-kira 6,9.</li>
<li>Kentang goreng mempunyai Indeks pH 7,3 sampai 6,9.</li>
<li>Ikan rebus masih mempunyai pH 7,4. Tetapi bila digoreng, akan turun menjadi 7,3 sampai 6,9.</li>
</ul>
<p><strong>Minuman Tidak Sehat:</strong></p>
<ul>
<li>Minuman manis: umumnya mempunyai Indeks pH 7,2.</li>
<li>Minuman berkarbonasi: umumnya mempunyai Indeks pH antara 5 sampai 4.</li>
</ul>
<p><strong>Makanan Sehat untuk Menaikkan pH Darah:</strong></p>
<p>Makanan sehat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan segar serta makanan yang dikukus mempunyai Indeks pH 7,4 sehingga dapat menaikkan pH kembali menjadi normal.</p>
<ul>
<li>Tahu kukus dan tahu rebus mempunyai Indeks pH 7,4.</li>
<li>Kentang kukus, jagung kukus, ubi kukus, singkong kukus mempunyai Indeks pH 7,4.</li>
</ul>
<p><strong>Minuman Sehat untuk Menaikkan pH Darah:</strong></p>
<p>Minuman sehat seperti air kelapa tua mempunyai mineral yang cukup dan seimbang sehingga mempunyai pH 7,4. Sebaliknya air kelapa muda masih belum memiliki cukup mineral sehingga pH-nya masih sekitar 7,2.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-ph-dan-kanker/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: Bayi dan Vaksinasi</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-bayi-dan-vaksinasi</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-bayi-dan-vaksinasi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 14:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Attention Deficiency]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Therapy Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Antibodi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat Elemen Eter]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Salam Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[tape Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1926</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Bayi Sebaiknya Cukup Sehat Sebelum Menerima Vaksinasi Oleh: Aleysius H. Gondosari Saya mengamati kondisi anak sepupu serta anak teman saya yang terkena autis. Anak-anak ini memperoleh vaksinasi ketika kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Mengapa demikian? Apa yang sebenarnya terjadi setelah vaksinasi? Dan apa yang terjadi selanjutnya? Vaksinasi untuk Membentuk Antibodi Secara teoritis, bila seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Mengapa Bayi Sebaiknya Cukup Sehat Sebelum Menerima Vaksinasi</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Saya mengamati kondisi anak sepupu serta anak teman saya yang terkena autis. Anak-anak ini memperoleh vaksinasi ketika kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Mengapa demikian? Apa yang sebenarnya terjadi setelah vaksinasi? Dan apa yang terjadi selanjutnya?<span id="more-1926"></span></p>
<p><strong>Vaksinasi untuk Membentuk Antibodi<br />
</strong></p>
<p>Secara teoritis, bila seseorang memperoleh vaksinasi, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi. Vaksin adalah virus atau bibit penyakit yang dilemahkan. Dengan demikian, bila disuntikkan di dalam tubuh seseorang, tubuhnya akan memberikan reaksi dengan membentuk antibodi yang dapat mengalahkan virus atau bibit penyakit yang bersangkutan. Ini tentu dengan asumsi bahwa orang tersebut mempunyai daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Tetapi kenyataannya, tidak semua orang mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Demikian pula dengan bayi.</p>
<p><strong>Apakah Antibodi Selalu Terbentuk Setelah Vaksinasi?</strong></p>
<p>Anak sepupu saya hampir tidak memperoleh ASI sejak bayi, karena ibunya tidak mengeluarkan ASI. Akhirnya anak ini memperoleh susu formula untuk bayi. Setelah berusia beberapa bulan,  ia pun divaksinasi beberapa kali. Apa yang terjadi? Dari tubuh energinya, saya mendapatkan bahwa ada 10% energi vaksin di dalam kepalanya dan saraf otaknya. Jadi setelah seorang bayi divaksin, vaksin akan terbawa oleh darah ke bagian leher, dan bertemu dengan amandel serta kelenjar getah bening. Vaksin adalah virus atau bibit penyakit yang dilemahkan. Karena itu, setelah memperoleh vaksinasi, bayi biasanya akan demam.</p>
<p>Pada bayi yang sehat, vaksin ini akan menyebabkan darah membentuk antibodi dalam waktu beberapa hari. Jadi ketika vaksin ini naik terus ke arah kepala dan saraf otak, antibodi di dalam tubuh sudah terbentuk, sehingga tidak membahayakan saraf otak.</p>
<p>Tetapi pada bayi yang tidak sehat, antibodi ini tidak akan terbentuk, walau pun sampai bertahun-tahun. Jadi yang sampai di saraf otaknya bukanlah antibodi, melainkan vaksin.</p>
<p>Anak sepupu saya, walau pun telah berusia 4 tahun, energi antibodinya tetap belum terbentuk. Akibatnya, anak ini terkena penyakit Autis.</p>
<p>Pada kasus anak teman saya yang sudah berusia 12 tahun, energi antibodinya juga tetap belum terbentuk. Yang ada di dalam saraf otaknya adalah energi vaksin sebanyak 5%. Akibatnya anak ini terkena penyakit Attention Deficiency. Tetapi setelah anak ini mengonsumsi makanan-makanan sehat elemen Eter, seperti tape singkong segar, air tajin beras merah, dan tempe segar, setelah 6 bulan, energi antibodinya mulai terbentuk sebanyak 2%. Energi vaksin yang tersisa tinggal 3%. Mudah-mudahan dengan tetap teratur mengonsumsi makanan sehat, energi vaksinnya akan hilang dan digantikan oleh energi antibodi.</p>
<p>Jadi, sebaiknya orang tua berhati-hati sebelum melakukan vaksinasi untuk bayinya. Sebaiknya bayi diperkuat dulu daya tahan tubuhnya melalui ASI yang cukup, serta air tajin beras merah.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-bayi-dan-vaksinasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

