<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>5 Elemen Untuk Kesehatan - 5 Elements Balancing &#187; Elemen Ke-2 Air</title>
	<atom:link href="http://www.5elemen.com/tag/elemen-ke-2-air/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.5elemen.com</link>
	<description>Terapi Energi 5 Elemen Untuk Kesehatan - Keseimbangan Energi Sehat - Eter Udara Api Air Bumi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 12:05:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Madu Murni dan Madu dengan Pengawet</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-madu-murni-dan-madu-dengan-pengawet</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-madu-murni-dan-madu-dengan-pengawet#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 15:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Madu Murni]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Energy Therapy]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Madu Murni yang Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1882</guid>
		<description><![CDATA[Energi Sehat pada Madu Murni dan Madu dengan Pengawet Oleh: Aleysius H. Gondosari Berhati-hatilah pada saat membeli madu, sebab tidak semua madu masih murni. Ada madu yang ditambah gula, dan ada juga yang diberi pengawet. Bagaimana dengan energi sehatnya? Pengukuran energi sehat dengan Indeks Manfaat menunjukkan hasil yang berbeda. Seorang teman suka minum madu, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Energi Sehat pada Madu Murni dan Madu dengan Pengawet</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Berhati-hatilah pada saat membeli madu, sebab tidak semua madu masih murni. Ada madu yang ditambah gula, dan ada juga yang diberi pengawet. Bagaimana dengan energi sehatnya? Pengukuran energi sehat dengan Indeks Manfaat menunjukkan hasil yang berbeda. Seorang teman suka minum madu, dan setelah saya periksa energinya, ternyata mengandung gula dan pengawet. Indeks Manfaatnya berbeda jauh.<span id="more-1882"></span></p>
<p><strong>Madu Murni:</strong></p>
<p>Madu murni mempunyai manfaat kesehatan pada 3 elemen, yaitu elemen kedua Air, elemen ketiga Api, dan elemen keempat Udara. Indeks Manfaat rata-rata adalah +4, dengan energi Yin = +2 dan energi Yang = +2 juga. Pada elemen Air, madu bermanfaat untuk kesehatan darah. Pada elemen Api, madu bermanfaat untuk kesehatan hati dan pembuluh darah. Pada elemen Udara, madu bermanfaat untuk kesehatan jantung.</p>
<p><strong>Madu yang Diberi Gula:</strong></p>
<p>Madu yang diberi gula kehilangan manfaat kesehatannya sehingga Indeks Manfaatnya menjadi 0.</p>
<p><strong>Madu yang Diberi Pengawet:</strong></p>
<p>Madu yang diberi pengawet juga kehilangan manfaatnya. Indeks Manfaatnya bahkan bisa menjadi negatif dari -1 sampai -5.</p>
<p>Oleh sebab itu, sebaiknya membeli madu di tempat asalnya.</p>
<p><strong>Madu yang Diberi Obat Kimia:</strong></p>
<p>Ada juga madu yang dipromosikan bisa membuat badan menjadi selalu segar dan aktif. Kita perlu berhati-hati terhadap promosi ini, karena ada kemungkinan mengandung bahan obat kimia. Istri saya pernah ditawari madu seperti ini, dan akibatnya hipertiroidnya kumat berbulan-bulan. Pada waktu itu, saya belum menggunakan Indeks Manfaat untuk mengukur sehat tidaknya makanan tertentu. Bila diukur, Indeks Manfaat madu ini bernilai negatif dari -5 sampai -10. Jadi, berhati-hatilah!</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-madu-murni-dan-madu-dengan-pengawet/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan Alat Musik</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-alat-musik</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-alat-musik#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 11:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Musik Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Angklung]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Sehat 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Harmonika]]></category>
		<category><![CDATA[Harpa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecapi]]></category>
		<category><![CDATA[Organ]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar Hina Kelana]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Suling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Energi Sehat 5 Elemen pada Alat Musik Oleh: Aleysius H. Gondosari Dalam tulisan yang lalu, saya telah membahas mengenai energi sehat pada lagu-lagu. Bagaimana dengan alat musik, apakah juga mempunyai energi sehat? Ternyata ada. Ada beberapa alat musik yang mempunyai energi sehat yang cukup tinggi. Waktu masih sekolah di SMP, saya termasuk penggemar berat cerita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Energi Sehat 5 Elemen pada Alat Musik</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Dalam tulisan yang lalu, saya telah membahas mengenai energi sehat pada lagu-lagu. Bagaimana dengan alat musik, apakah juga mempunyai energi sehat? Ternyata ada. Ada beberapa alat musik yang mempunyai energi sehat yang cukup tinggi.</p>
<p>Waktu masih sekolah di SMP, saya termasuk penggemar berat cerita silat. Cerita silat memang enak dibaca, apalagi bila ada unsur-unsur moral dan filsafat yang disisipkan dengan menarik. Salah satu judul cerita yang saya senangi berjudul <em>Hina Kelana</em> atau <em>Pendekar Hina Kelana</em> (<em>Xiao Ao Jiang Hu</em>) yang merupakan salah satu novel silat terbaik karya <strong>Cin Yung</strong> (<strong>Jin Yong)</strong> dan di Indonesia diterjemahkan oleh <strong>Gan K.L.</strong>. <em>Hina Kelana</em> yang menjadi judul novel ini adalah judul lagu yang dimainkan dengan alat musik suling dan kecapi.<span id="more-1493"></span></p>
<p>Unsur yang menarik di buku ini adalah kisah persahabatan antara 2 orang sahabat yang sama-sama senang bermain musik. Uniknya, kedua sahabat ini berasal dari 2 aliran atau partai yang bermusuhan, yaitu <strong>Kik Yang</strong><em> </em>(<strong>Qu Yang</strong>) dari partai Mo Kau yang dianggap partai sesat (walaupun orang-orangnya belum tentu sesat), dan temannya <strong>Lau Cing Hong</strong> (<strong>Liu Zheng Feng</strong>) yang berasal dari partai Heng San Pay yang dianggap partai lurus (walaupun orang-orangnya belum tentu lurus). Kik Yang senang memainkan alat musik suling. Sedangkan temannya senang memainkan kecapi. Karena mempunyai pandangan hidup dan hobi yang sama, mereka pun bersahabat, tanpa memperdulikan permusuhan di antara kedua partai. Mereka mengubah lagu yang indah, yaitu lagu <em>Hina Kelana</em>.</p>
<p>Tetapi sayangnya, partai &#8216;lurus&#8217; tidak dapat menerima persahabatan yang tulus tersebut. Kedua sahabat ini dikejar-kejar oleh orang-orang dari partai &#8216;lurus&#8217; dan akhirnya keduanya tewas. Sebelum meninggal, mereka sempat menitipkan hasil karya mereka pada seorang pemuda yang baik bernama <strong>Lenghou Tiong</strong> (<strong>Linghu Chong</strong>). Lenghou Tiong yang sedang terluka oleh tenaga dalam, kemudian secara tidak sengaja, memberikan buku lagu ini kepada seorang &#8216;nenek&#8217; yang baik dan mahir memainkan kecapi dan suling. Untuk membalas jasanya, &#8216;nenek&#8217; ini kemudian mengajarinya lagu ‘<em>Jing-sim-boh-sian-ciu</em>’ (lagu penyebar kebajikan dan pemurni pikiran), yang dimainkan dengan kecapi dan dapat membantu menyembuhkan sakitnya sedikit demi sedikit. &#8216;Nenek&#8221; ini sebenarnya adalah seorang gadis bernama Ing Ing yang cantik jelita. Pada akhir cerita, Lenghou Tiong menikah dengan sang gadis dan mereka merayakannya dengan memainkan lagu <em>Hina Kelana</em> menggunakan suling dan kecapi.</p>
<p>Suling dan kecapi merupakan alat musik yang mempunyai energi sehat. Beberapa alat musik lain yang mempunyai energi sehat adalah angklung, harpa, organ, dan harmonika. Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia. Harpa merupakan alat musik yang dimainkan oleh Daud untuk menyanyikan mazmur ketika menggembala domba sebelum menjadi raja. Organ adalah alat musik yang paling sering digunakan untuk mengiringi lagu di gereja. Sedangkan harmonika adalah alat musik yang sering digunakan pada lagu-lagu country.</p>
<p>beberapa alat musik yang sering digunakan untuk musik klasik seperti piano, biola, terompet, dan gitar, ternyata tidak mempunyai energi sehat yang cukup kuat.</p>
<h4>Suling:</h4>
<p>Suling mempunyai energi sehat 3 elemen, yaitu elemen Udara, Api, dan Air. Indeks Manfaat secara keseluruhan adalah +15. Berikut ini Indeks Manfaat dari suling pada masing-masing elemen, yaitu:</p>
<ul>
<li>Elemen Udara = +5.</li>
<li>Elemen Api = +5.</li>
<li>Elemen Air = +5.</li>
</ul>
<h4>Kecapi:</h4>
<p>Kecapi mempunyai energi sehat 4 elemen, yaitu Ether, Udara, Api, dan Air. Indeks Manfaat kecapi adalah +5. Indeks Manfaat untuk masing-masing elemen adalah:</p>
<ul>
<li>Elemen Ether = +2.</li>
<li>Elemen Udara = +1.</li>
<li>Elemen Api =+1.</li>
<li>Elemen Air = +1.</li>
</ul>
<h4>Angklung:</h4>
<p>Angklung mempunyai energi sehat 3 elemen, yaitu elemen Udara, Api, dan Air. Indeks Manfaat angklung adalah +5.  Indeks Manfaat untuk masing-masing elemen adalah:</p>
<ul>
<li>Elemen Udara = +2.</li>
<li>Elemen Api = +2.</li>
<li>Elemen Air = +1.</li>
</ul>
<h4>Harpa:</h4>
<p>Di Indonesia, tidak banyak orang yang ahli memainkan harpa. Maya Hasan termasuk harpist yang sering mengadakan konser musik dengan harpa. Harpa mempunyai energi sehat 2 elemen, yaitu elemen Api dan Air. Indeks Manfaat harpa adalah +10. Indeks Manfaat untuk masing-masing elemen adalah:</p>
<ul>
<li>Elemen Api = +5.</li>
<li>Elemen Air = +5.</li>
</ul>
<h4>Organ:</h4>
<p>Organ mempunyai energi sehat pada 3 elemen, yaitu elemen Api, Air, dan Bumi. Indeks Manfaat organ adalah +10. Indeks Manfaat untuk masing-masing elemen adalah:</p>
<ul>
<li>Elemen Api = +3.</li>
<li>Elemen Air = +4.</li>
<li>Elemen Bumi = +3.</li>
</ul>
<h4>Harmonika:</h4>
<p>Harmonika mempunyai energi sehat pada 2 elemen, yaitu elemen Air dan Bumi. Indeks Manfaat harmonika adalah +10. Indeks Manfaat untuk masing-masing elemen adalah:</p>
<ul>
<li>Elemen Air = +5</li>
<li>Elemen Bumi = +5</li>
</ul>
<p>Dari hasil analisa energi 5 elemen di atas, kita bisa mengetahui alat-alat musik yang dapat membantu meningkatkan energi sehat pada manusia. Bila dikombinasikan dengan lagu sehat, maka tentu dapat menghasilkan energi sehat yang lebih baik lagi.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan Alat Musik" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-alat-musik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Gula Pasir, Gula Batu, dan Gula Merah</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-gula-pasir-gula-batu-dan-gula-merah</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-gula-pasir-gula-batu-dan-gula-merah#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 14:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Perut]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Gula]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pankreas]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Gula batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Pasir]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Lelah]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat kompleks yang sehat]]></category>
		<category><![CDATA[karbohidrat sederhana yang tidak sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1463</guid>
		<description><![CDATA[Efek Gula Pasir, Gula Batu, dan Gula Merah pada Gula Darah, Kesehatan Pankreas, dan Kesehatan Tubuh Oleh: Aleysius H. Gondosari Gula pasir, gula batu, dan gula merah adalah makanan yang manis dan disukai banyak orang. Walau pun sama-sama manis, tetapi ketiga jenis gula di atas dapat memberikan dampak yang berbeda untuk kesehatan tubuh dan organ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Efek Gula Pasir, Gula Batu, dan Gula Merah pada Gula Darah, Kesehatan Pankreas, dan Kesehatan Tubuh</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Gula pasir, gula batu, dan gula merah adalah makanan yang manis dan disukai banyak orang. Walau pun sama-sama manis, tetapi ketiga jenis gula di atas dapat memberikan dampak yang berbeda untuk kesehatan tubuh dan organ pankreas kita. Gula merupakan zat karbohidrat yang merupakan makanan untuk elemen kedua, yaitu elemen Air. Organ tubuh pada elemen Air yang memproses gula menjadi energi adalah pankreas.<span id="more-1463"></span></p>
<p>Ketika kita memakan makanan yang mengandung karbohidrat, karbohidrat akan diubah dahulu menjadi gula darah. Selanjutnya pankreas perlu menghasilkan insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi. Saya akan menggunakan Indeks Lelah Pankreas atau tubuh untuk mengukur dampaknya. Sebagai referensi, pankreas dan tubuh akan merasa lelah bila Indeks Lelah bernilai +3 atau lebih besar. Indeks Lelah ini diukur dengan menggunakan metoda Energi 5 Elemen.</p>
<h4>Gula Pasir:</h4>
<p>Gula pasir merupakan makanan yang paling sering digunakan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Kopi dan teh rasanya pasti kurang nikmat tanpa gula. Demikian pula pada minuman ringan atau jus, pasti umumnya menggunakan gula pasir.</p>
<p>Tetapi ternyata gula pasir mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan pankreas dan tubuh. Gula pasir merupakan karbohidrat sederhana yang sulit dicerna dan diubah menjadi energi. Untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah, tubuh hanya memerlukan waktu 3 menit. Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan waktu kira-kira 140 menit. Selain itu, Indeks Lelah pankreas mencapai nilai +5. Nilai ini berlalu untuk 1/2 sendok gula atau 1 sendok gula. Dengan demikian, mengolah gula pasir menjadi energi merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan bagi pankreas. Pankreas yang normal hanya mampu mengubah 1/2 sendok makan gula pasir menjadi energi setiap hari. Berat 1/2 sendok makan gula pasir kira-kira 5 gram. Bila kita mengkonsumsi lebih dari 1/2 sendok gula, maka sisanya akan menjadi gula darah dan lemak tubuh. Akibatnya adalah orang menjadi bertambah gemuk, dan lama-kelamaan akan menderita diabetes. Dengan demikian, gula pasir merupakan makanan yang tidak sehat.</p>
<h4>Gula Batu:</h4>
<p>Bagi pankreas dan tubuh, gula batu mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula batu menjadi gula darah, membutuhkan waktu yang sama, yaitu 3 menit. Untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu 3 menit.</p>
<p>Indeks Lelah pankreas juga jauh lebih rendah, yaitu +0,0005! Ini berarti lebih rendah 10.000 x dari gula pasir! Pankreas hampir tidak merasa lelah mengkonversi gula batu menjadi energi. Ini berarti gula batu masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula batu merupakan makanan yang jauh lebih sehat dari gula pasir. Pankreas yang normal mampu mengkonversi 6 sendok makan gula batu menjadi energi setiap hari atau kira-kira 60 gram.</p>
<h4>Gula Merah:</h4>
<p>Gula merah juga mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula merah menjadi gula darah di dalam tubuh, dibutuhkan waktu yang relatif sama, yaitu 3 menit. Selanjutnya, untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu yang singkat, yaitu 3 menit juga.</p>
<p>Indeks Lelah pankreas dalam menghasilkan insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi +0,00005! Ternyata lebih rendah kira-kira 10 x dari gula batu! Ini berarti gula merah masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula merah termasuk dalam makanan sehat. Pankreas mampu mengkonversi 9 sendok makan gula merah menjadi energi setiap hari atau kira-kira 90 gram.</p>
<h4>Indeks Manfaat:</h4>
<p>Dengan menggunakan metoda Energi 5 Elemen diperoleh Indeks Manfaat terhadap pankreas dari ketiga jenis gula di atas. Gula pasir menghasilkan nilai negatif, baik bagi tubuh maupun bagi pankreas, yang berarti merugikan bagi kesehatan. Gula batu dan gula merah memberikan hasil positif bagi tubuh dan pankreas, yang berarti bermanfaat bagi kesehatan.</p>
<ul>
<li>Gula pasir: Indeks Manfaat terhadap tubuh = -15, terhadap pankreas = -5.</li>
<li>Gula batu: Indeks Manfaat terhadap tubuh = +5, terhadap pankreas = +3.</li>
<li>Gula merah: Indeks Manfaat terhadap tubuh  = +5, terhadap pankreas = +3.</li>
</ul>
<p>Agar pankreas tidak kelelahan dan tetap sehat, sebaiknya kita lebih banyak mengkonsumsi gula merah dan gula batu yang masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan mengkonsumsi banyak gula pasir yang merupakan karbohidrat sederhana yang tidak sehat, pankreas akan cepat lelah dan akibatnya akan sakit dan selanjutnya rusak. Selain itu juga akan menyebabkan kegemukan dan diabetes. Selain itu, sebaiknya jangan mengkonsumsi gula secara berlebihan, sekalipun gula merah maupun gula batu, karena pankreas juga mempunyai batas kemampuan untuk mengkonversi gula menjadi energi.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-gula-pasir-gula-batu-dan-gula-merah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen, Karbohidrat Kompleks, dan Diabetes</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Perut]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Katuk]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/2 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Gelombang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pankreas]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Bekatul]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Sehat 1/2 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Gula]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Insulin]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Kompleks]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Lontong]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat Elemen Air]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Salam Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Tape Singkong Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi-Umbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1408</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana terhadap Gula Darah dan Diabetes Oleh : Aleysius H. Gondosari Belum lama ini, saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai efek dari nasi putih, bekatul, nasi beras merah, dan tape singkong terhadap gula darah dan diabetes. Hal ini menyadarkan saya, bahwa pengertian karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sebenarnya cukup rumit untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Pengaruh Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana terhadap Gula Darah dan Diabetes</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Belum lama ini, saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai efek dari nasi putih, bekatul, nasi beras merah, dan tape singkong terhadap gula darah dan diabetes. Hal ini menyadarkan saya, bahwa pengertian karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sebenarnya cukup rumit untuk ditafsirkan dan diterapkan. Saya akan membahasnya dalam 2 tulisan.<span id="more-1408"></span></p>
<p>Karbohidrat merupakan zat dari elemen ke-2, yaitu elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Karbohidrat Kompleks yang sehat mempunyai frekuensi sehat 1/2 Hz, sedangkan Karbohidrat Sederhana yang sudah rusak mempunyai frekuensi 2 &#8211; 3 Hz.</p>
<p>Makanan yang banyak mengandung karbohidrat umumnya mempunyai elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Makanan yang mengandung elemen Air di antaranya adalah biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian.</p>
<p>Proses pemanasan dalam memasak makanan merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. Proses pemanasan menjadi penting, karena dapat mengubah karbohidrat kompleks yang sehat menjadi karbohidrat sederhana yang berbahaya untuk kesehatan. Sebagai contoh, untuk mengkonsumsi beras putih, kita mempunyai beberapa alternatif, yaitu dikonsumsi sebagai bekatul, sebagai ketupat dan lontong, sebagai nasi kukus, dan sebagai nasi putih yang dimasak dengan rice cooker.</p>
<h4>Bekatul, Nasi Putih dengan Rice Cooker, Nasi Kukus, Ketupat, dan Lontong:</h4>
<p>Bekatul merupakan tepung beras yang masih murni, dan belum kehilangan kulit arinya. Selain itu, untuk mengkonsumsi bekatul, tidak perlu dipanaskan seperti nasi putih. Dari proses pembuatan bekatul dan proses menjadi makanan, bekatul dapat dikatakan sehat, karena tidak kehilangan nutrisi sehat dan tidak mengalami pemanasan. Ini adalah cara yang paling sehat untuk mengkonsumsi beras.</p>
<p>Berbeda dengan bekatul, Beras putih telah mengalami proses penggilingan dan proses pemutihan. Hal ini akan membuat beras putih kehilangan kulit ari yang bernilai nutrisi tinggi.</p>
<p>Setelah itu, kita biasanya memasak di alat masak listrik rice cooker yang temperaturnya cukup tinggi, yaitu di atas 100 derajat C. Hal ini akan merusak zat gizi karbohidrat kompleks dan mengubahnya menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh tubuh. Pankreas harus menghasilkan insulin yang jauh lebih banyak untuk memproses karbohidrat sederhana menjadi energi yang dapat disimpan di dalam darah. Bila pankreas menjadi lelah dan tidak dapat membuat cukup insulin, sebagian karbohidrat sederhana akan tetap menjadi gula darah di dalam darah.</p>
<p>Cara lain untuk memasak nasi kukus dengan cara memasaknya di panci sampai setengah masak, kemudian dikukus. Hal ini akan membuat sebagian besar karbohidrat kompleks tetap terjaga.</p>
<p>Bila beras putih dibuat menjadi ketupat atau lontong, ia tidak mengalami panas seperti dimasak dalam rice cooker, karena tertutup daun. Dalam kondisi ini, sebagian besar karbohidrat kompleks masih tetap utuh dan mudah dicerna oleh tubuh.</p>
<p>Jadi untuk mengkonsumsi beras putih tanpa merusak karbohidrat kompleks, kita dapat mengkonsumsinya sebagai bekatul, ketupat, lontong, atau nasi kukus. Nasi yang dimasak dengan rice cooker akan mengalami panas tinggi sehingga karbohidrat kompleks berubah menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh pankreas untuk dijadikan energi dalam darah.</p>
<h4>Air Tajin Beras Merah:</h4>
<p>Air tajin beras merah dibuat dari beras merah yang direndam dalam air yang banyak. 1 sendok beras merah dapat dicampur dengan 2,5 gelas air putih. Kemudian dididihkan. Perlu waktu 3 &#8211; 5 menit untuk mendidih. Setelah mendidih, apinya dikecilkan, dan dibiarkan selama 10 menit. Setelah itu dimatikan. Dengan cara ini, air tajin beras merah akan tetap mengandung karbohidrat kompleks yang sehat. Nasi beras merah yang dihasilkan juga masih mengandung karbohidrat kompleks sehingga tidak menaikkan kadar gula darah.</p>
<p>Bila beras merah dimasak dengan rice cooker, efek yang sama dengan nasi putih akan muncul, yaitu akan terjadi perubahan dari karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.</p>
<h4>Gula:</h4>
<p>Gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya bagi tubuh. Gula merupakan makanan yang sulit dicerna oleh pankreas, dan dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah. Oleh sebab itu, kita sebaiknya membatasi penggunaan gula seminimal mungkin.</p>
<h4>Gandum Havermut:</h4>
<p>Havermut dalam bentuk gandum yang masih utuh, merupakan sumber karbohidrat kompleks yang sehat. Tentu saja kita sebaiknya tidak menggunakan gula yang banyak, karena gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya.</p>
<h4>Tape Singkong Segar:</h4>
<p>Tape singkong merupakan hasil fermentasi dari singkong kukus atau singkong rebus. Fermentasi merupakan teknik pengawetan makanan secara tradisional. Menurut penelitian, fermentasi yang tepat akan membuat zat-zat makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh. Jadi tape singkong segar akan mudah dicerna oleh pankreas menjadi energi, sehingga tidak akan menaikkan kadar gula darah di dalam darah.</p>
<p>Bila tape singkong dibakar, hal ini akan mengubah karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Jadi sebaiknya tape singkong dimakan segar.</p>
<h4>Daun Katuk, Daun Singkong, Daun Pepaya:</h4>
<p>Ketiga jenis sayur-sayuran ini merupakan sumber karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Karena biasanya daun-daunan ini hanya dikukus atau direbus, maka karbohidrat kompleks-nya tidak rusak, tetap utuh, dan menyehatkan tubuh dan darah.</p>
<h4>Wortel, Kentang Kukus, Ubi Kukus, Singkong Kukus, Jagung Kukus:</h4>
<p>Keempat makanan ini juga dapat menghasilkan karbohidrat kompleks yang cukup banyak. Wortel dapat dimakan segar sehingga tidak perlu dimasak. Ketiga makanan yang lain perlu dimasak dengan cara dikukus. Bila dikukus selama 10 &#8211; 15 menit,  karbohidratnya tidak rusak, dan tetap menyehatkan bagi tubuh dan darah. Tetapi bila digoreng, maka karbohidratnya akan rusak menjadi karbohidrat sederhana. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah.</p>
<h4>Indeks Lelah Energi 5 Elemen untuk Pankreas:</h4>
<p>Dalam tulisan berikutnya, saya akan menggunakan Indeks Lelah Energi 5 Elemen (IL-E5E), untuk mengukur tingkat kelelahan Pankreas dalam memproses karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

