<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>5 Elemen Untuk Kesehatan - 5 Elements Balancing &#187; Elemen pertama Bumi</title>
	<atom:link href="http://www.5elemen.com/tag/elemen-pertama-bumi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.5elemen.com</link>
	<description>Terapi Energi 5 Elemen Untuk Kesehatan - Keseimbangan Energi Sehat - Eter Udara Api Air Bumi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 12:05:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: Tendon Achilles David Beckham</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-tendon-achilles-david-beckham</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-tendon-achilles-david-beckham#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 09:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Plak]]></category>
		<category><![CDATA[Plak Asam Urat]]></category>
		<category><![CDATA[Plak Kolesterol]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Energy Therapy]]></category>
		<category><![CDATA[Cedera Tendon Achilles David Beckham]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Elastisitas pada Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[otot kaku]]></category>
		<category><![CDATA[Plak Gula Darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=2040</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Tendon Achilles David Beckham Cedera? Oleh: Aleysius H. Gondosari Tanggal 7 Maret 2010 yl., kita mendengar berita bahwa David Beckham yang sedang membela AC Milan pada laga Serie A di Italia mendapat cedera pada kakinya, yaitu sobek pada tendon achilles atau Achilles Tendon Rupture (ATR). Selain Beckham, kita juga sering membaca atau mendengar atlet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Mengapa Tendon Achilles David Beckham Cedera?</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Tanggal 7 Maret 2010 yl., kita mendengar berita bahwa David Beckham yang sedang membela AC Milan pada laga Serie A di Italia mendapat cedera pada kakinya, yaitu sobek pada tendon achilles atau Achilles Tendon Rupture (ATR).<span id="more-2040"></span></p>
<p>Selain Beckham, kita juga sering membaca atau mendengar atlet yang memperoleh cedera pada ototnya, seperti Maria Sharapova dan Rafael Nadal.</p>
<p><strong>Plak pada Otot</strong></p>
<p>Dari analisis Energi 5 Elemen, ternyata otot pada atlet yang cedera mengandung plak, yaitu plak gula darah pada elemen kedua Air, plak asam urat pada elemen pertama Bumi, dan plak kolesterol pada elemen ketiga Api.</p>
<p>Plak ini tergantung pada makanan atlet tersebut. Ada yang hanya mengandung salah satu plak saja, atau bisa juga ketiga-tiganya. Pada Beckham,  di ototnya terdapat ketiga jenis plak ini dengan Indeks Plak  di atas 5%.</p>
<p>Saya juga pernah mengalami adanya plak pada otot. Walau pun hanya di bawah 1%, tetapi saya tetap merasakan efek otot yang menjadi kaku.</p>
<p><strong>Apakah Gula Darah, Asam Urat, dan Kolesterol Bisa Dibersihkan dengan Olahraga?</strong></p>
<p>Umumnya kita mendengar, bahwa untuk menetralisir kelebihan gula darah, asam urat, dan kolesterol, kita bisa melakukannya dengan lebih banyak berolahraga. Olahraga memang bisa membersihkan sebagian plak ini dari pembuluh darah, tetapi sayangnya, plak ini akhirnya mengendap di otot.</p>
<p><strong>Dengan Olahraga, Plak Masuk ke Otot</strong></p>
<p>Inilah sebabnya, orang sering merasa ototnya menjadi kaku atau sakit walau pun sering berolahraga. Sebab bila makanan yang dikonsumsi tidak sehat, semakin banyak berolahraga, semakin banyak plak yang menumpuk pada otot.</p>
<p><strong>Efek Plak pada Otot</strong></p>
<p>Plak yang menumpuk pada otot akan menyebabkan otot menjadi kaku, tidak elastis, sehingga lebih mudah putus dibandingkan otot yang bersih dari plak. Hal ini menjelaskan mengapa atlet sering mengalami cedera otot.</p>
<p><strong>Mengukur Energi Elastisitas Otot dengan Indeks Elastisitas</strong></p>
<p>Untuk mengukur tingkat elastisitas otot, saya menggunakan Indeks Elastisitas. Otot yang bersih dari plak seperti otot anak berusia 5 tahun, mempunyai Indeks Elastisitas = +5. Orang dewasa yang tidak mempunyai plak pada ototnya akan mempunyai Indeks Elastisitas = +1 sampai +3. Tetapi orang dewasa yang mempunyai plak pada ototnya akan mempunyai Indeks Elastisitas = 0 sampai +0,2 saja.</p>
<p><strong>Bagaimana Menghindari dan Membersihkan Plak?</strong></p>
<p>Plak bisa dihindari, bahkan bisa dibersihkan kembali. Tetapi untuk membersihkan, perlu waktu yang cukup lama, antara 3 bulan sampai 1 tahun.</p>
<p>Cara menghindari dan membersihkan plak adalah dengan lebih banyak mengonsumsi makanan sehat, yaitu makanan segar seperti buah dan makanan kukus seperti tahu, kentang, ubi, singkong, jagung, serta makanan tumis seperti pada sayur-sayuran.</p>
<p>Sebaiknya menghindari atau mengurangi makanan yang digoreng, santan, makanan dan minuman manis, serta makanan yang banyak mengandung asam urat seperti telur, daging, kacang goreng, kuah kacang pada gado-gado dan pecal.</p>
<p><strong>Aleysius H. Gondosari adalah peneliti dan praktisi <em>Terapi Energi 5 Elemen</em>. Saat ini Gramedia telah menerbitkan buku kesehatan &#8220;<em><a title="The Secret of 5 Elements" href="http://buku.5elemen.com" target="_blank">The Secret of 5 Elements: Terapi Sehat Bahagia yang Murah dan Praktis</a></em>&#8220;, berisi cara melakukan terapi sehat 5 Elemen dan berbagai makanan sehat 5 Elemen. Untuk konsultasi dan tanya jawab, silahkan kunjungi halaman <em><a title="Konsultasi Kesehatan Energi 5 Elemen" href="http://www.konsultasi.5elemen.com" target="_blank">Konsultasi</a></em>.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-tendon-achilles-david-beckham/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Elemen Aktif, Kecerdasan, dan Kepekaan</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-elemen-aktif-kecerdasan-dan-kepekaan</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-elemen-aktif-kecerdasan-dan-kepekaan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 16:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bekatul]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Berbuat Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Motivasi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menyanyi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pernafasan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Yoghurt]]></category>
		<category><![CDATA[Tape]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elemen Aktif]]></category>
		<category><![CDATA[Einstein]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kelima Eter]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Hitler]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan dan Kepekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Pepaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1900</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan Jumlah Elemen Aktif dengan Kecerdasan dan Kepekaan Oleh: Aleysius H. Gondosari Apakah ada hubungan antara jumlah elemen yang aktif dengan kecerdasan dan kepekaan? Menurut filsuf dan ilmuwan zaman dahulu, memang ada. Semakin banyak elemen yang aktif, semakin cerdas dan semakin peka makhluk tersebut. Elemen yang Aktif pada Manusia, Hewan, dan Tumbuh-Tumbuhan Tumbuh-tumbuhan hanya mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Hubungan Jumlah Elemen Aktif dengan Kecerdasan dan Kepekaan</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Apakah ada hubungan antara jumlah elemen yang aktif dengan kecerdasan dan kepekaan? Menurut filsuf dan ilmuwan zaman dahulu, memang ada. Semakin banyak elemen yang aktif, semakin cerdas dan semakin peka makhluk tersebut.<span id="more-1900"></span></p>
<p><strong>Elemen yang Aktif pada Manusia, Hewan, dan Tumbuh-Tumbuhan</strong></p>
<p>Tumbuh-tumbuhan hanya mempunyai 1 elemen yang aktif, yaitu elemen kedua Air. Sedangkan keempat elemen yang lain dalam keadaan tidak aktif. Tumbuh-tumbuhan masih bisa merasa. Hal ini telah diteliti oleh para ilmuwan. Bila kita memperdengarkan musik-musik klasik dan lembut pada tumbuh-tumbuhan, ia akan tumbuh lebih subur. Tetapi bila yang diperdengarkan musik rock, pertumbuhannya akan terhambat.</p>
<p>Masaru Emoto bahkan membuktikan, bahwa bentuk kristal air pun bisa berubah hanya dengan kata-kata, lagu, dan doa. Dengan kata-kata positif, lagu positif, dan doa, kristal air berubah menjadi lebih indah. Sebaliknya, dengan kata-kata negatif dan lagu negatif, kristal air berubah menjadi lebih jelek.</p>
<p>Serangga mempunyai 2 elemen yang aktif, yaitu elemen pertama Bumi, dan elemen ketiga Api. Selain serangga, cacing dan binatang melata juga mempunyai 2 elemen aktif.</p>
<p>Burung mempunyai 3 elemen yang aktif, yaitu elemen kedua Air, elemen ketiga Api, dan elemen keempat Udara.</p>
<p>Binatang berkaki empat mempunyai 4 elemen yang aktif, yaitu elemen pertama Bumi, elemen kedua Air, elemen ketiga Api, dan elemen keempat Udara. Hal ini menyebabkan binatang berkaki empat lebih cerdas dari binatang lainnya. Selain itu, dengan aktifnya elemen keempat Udara, binatang berkaki empat juga mempunyai kepekaan perasaan. Hal ini terlihat pada binatang peliharaan seperti kuda dan anjing yang setia pada orang-orang yang dikenalnya.</p>
<p>Manusia mempunyai 5 elemen yang aktif dalam keseimbangan sempurna, sehingga lebih cerdas dan lebih pandai dari makhluk lainnya. Elemen kelima Eter bermanfaat untuk belajar, berkonsentrasi, berinovasi, serta meningkatkan intuisi. Oleh sebab itu, manusia merupakan makhluk yang paling mulia dibandingkan makhluk lainnya.</p>
<p><strong>Bagaimana Cara Menjaga Agar ke-5 Elemen Tetap Aktif?</strong></p>
<p>Untuk menjaga agar kelima elemen ini tetap aktif, kita bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:</p>
<p><em><strong>1. Mengonsumsi makanan sehat 5 elemen</strong></em></p>
<p>Makanan fermentasi dan biji-bijian merupakan makanan sehat 4 elemen, yaitu elemen kelima Eter, elemen keempat Udara, elemen ketiga Api, dan elemen kedua Air. Jadi sebaiknya kita mengonsumsi tempe segar, tape singkong segar, susu yoghurt, beras merah, bekatul, dan gandum havermut.</p>
<p>Menurut teman saya Jansen Sinamo yang digelari Mr. Ethos Indonesia, makanan Einstein adalah gandum. Jadi kita bisa melihat hubungan erat antara makanan sehat elemen Eter dengan kecerdasan.</p>
<p>Makanan segar umumnya mengandung energi sehat 5 elemen seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Wortel dan bengkuang mengandung energi sehat 5 elemen.</p>
<p>Istri saya pernah mendapat pasien yang diantar kakeknya yang masih segar bugar pada usia 87 tahun. Kakek ini setiap hari mengonsumsi wortel segar yang diparut sejak kecil. Ayahnya meninggal pada usia 107 tahun! Juga karena mengonsumsi wortel.</p>
<p>Pepaya juga menyehatkan karena mempunyai energi 4 elemen, yaitu elemen Eter, Udara, Api, dan Air.</p>
<p><em><strong>2. Menghindari Makanan yang Merusak Energi Sehat 5 Elemen</strong></em></p>
<p>Makanan ini adalah makanan yang sudah diolah pada temperatur yang cukup tinggi. Contohnya gula putih, margarin, mentega, santan, goreng-gorengan. Selain itu, banyak mengkonsumsi daging dan telur juga merusak energi sehat.</p>
<p><em><strong>3. Melakukan aktifitas yang menyehatkan 5 elemen</strong></em></p>
<p>Aktifitas tersebut adalah belajar, menulis, bernyanyi, meditasi, berdoa. Semua kegiatan ini akan membuat sel-sel otak menjadi berfungsi lebih baik.</p>
<p>Saya pernah menulis dalam artikel sebelumnya, tentang seorang nenek 98 tahun yang setiap malam bernyanyi karaoke, dan seorang nenek yang setiap malam mengajar cucunya bernyanyi. Keduanya masih sehat.</p>
<p>Selain itu berolahraga, melakukan pernafasan sehat, motivasi positif, berbicara yang positif, serta bertindak positif juga akan menyehatkan energi 5 elemen.</p>
<p>Para praktisi Yoga berlatih pernafasan sehat, agar tetap sehat pada usia tua.</p>
<p><em><strong>4. Tidak Melakukan Hal-Hal Negatif</strong></em></p>
<p>Aktifitas negatif bisa menyebabkan elemen menjadi tidak aktif. Hitler yang menyulut Perang Dunia Kedua, ternyata tubuh energinya hanya mempunyai 1 elemen yang aktif, yaitu elemen pertama Bumi. Hal ini disebabkan Hitler telah mematikan kecerdasannya dan hati nuraninya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-elemen-aktif-kecerdasan-dan-kepekaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Elemen: Energi Sehat pada Lagu Yesterday</title>
		<link>http://www.5elemen.com/5-elemen-energi-sehat-pada-lagu-yesterday</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/5-elemen-energi-sehat-pada-lagu-yesterday#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Aspek Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Sehat 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi Yin]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu Yesterday dari The Beatles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1816</guid>
		<description><![CDATA[Energi Sehat 5 Elemen pada Lagu The Beatles: Yesterday Oleh: Aleysius H. Gondosari Apakah anda penggemar lagu-lagu Beatles? Saya juga. Hari Minggu malam 8 November 2009, saya menonton acara musik di TVRI yang dibawakan oleh Helmi Yahya, yaitu lagu-lagu the Beatles. Abadi Soesman ikut menjadi nara sumber. Salah satu lagu menarik yang dibahas adalah Yesterday. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Energi Sehat 5 Elemen pada Lagu The Beatles: <em>Yesterday</em></h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Apakah anda penggemar lagu-lagu Beatles? Saya juga. Hari Minggu malam 8 November 2009, saya menonton acara musik di TVRI yang dibawakan oleh Helmi Yahya, yaitu lagu-lagu the Beatles. Abadi Soesman ikut menjadi nara sumber. Salah satu lagu menarik yang dibahas adalah<em> Yesterday</em>. Lagu ini termasuk lagu favorit saya.<span id="more-1816"></span></p>
<p>Menurut Abadi Soesman, pada tahun 1999, dalam acara BBC Radio 2, lagu ini dipilih sebagai <em>the <em>best song</em> of the <em>20th century</em> </em>oleh para pendengar dan ahli musik. Pada tahun 2000, Yesterday dipilih sebagai <em>lagu Pop #1 sepanjang masa</em> oleh MTV dan Majalah Rolling Stone. Ternyata The Beatles juga mampu membuat lagu serius. Lagu ini pernah dinyanyikan oleh 2.500 penyanyi serius bersama-sama. Lagu ini juga pernah dimainkan oleh 300 musisi bersama-sama pada tahun 2001. Salah satunya adalah Abadi Soesman sendiri.</p>
<p><strong>Indeks Manfaat dari Energi Sehat pada Lagu <em>Yesterday</em></strong></p>
<p>Bagaimana energi sehat pada lagu ini? Lagu ini memang termasuk lagu sehat. Lagu ini menyehatkan pada 4 elemen, yaitu elemen keempat Udara, elemen ketiga Api, elemen kedua Air, dan elemen pertama Bumi. Indeks Manfaatnya +20, dengan Indeks Energi Yin +10, dan Indeks Energi Yang +10 juga.</p>
<ul>
<li>Indeks Manfaat pada elemen keempat Udara +4.</li>
<li>Indeks Manfaat pada elemen ketiga Api +4.</li>
<li>Indeks Manfaat pada elemen kedua Air +6.</li>
<li>Indeks Manfaat pada elemen pertama Bumi +6.</li>
</ul>
<p>Jadi ternyata energi sehat bukan hanya terdapat pada lagu klasik saja, tetapi juga bisa kita peroleh dari lagu-lagu pop seperti lagu <em>Yesterday</em> dari The Beatles.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/5-elemen-energi-sehat-pada-lagu-yesterday/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Osteoporosis, Mineral dan Kekuatan Tulang</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-osteoporosis-mineral-dan-kekuatan-tulang</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-osteoporosis-mineral-dan-kekuatan-tulang#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 10:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Kekuatan Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang-Kacangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Mineral]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Patah Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi-Umbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1807</guid>
		<description><![CDATA[Kecukupan Energi Mineral dan Indeks Kekuatan Tulang: Mengapa Tulang Patah Ketika Terjatuh? Oleh: Aleysius H. Gondosari Ketika ada orang tua terjatuh dan tulangnya patah, kita akan berkata bahwa orang tua memang telah mengalami osteoporosis sehingga tulangnya telah rapuh. Tetapi mengapa ada pemuda dan anak kecil terjatuh dan tulangnya juga patah? Apakah mereka juga telah mengalami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Kecukupan Energi Mineral dan Indeks Kekuatan Tulang: Mengapa Tulang Patah Ketika Terjatuh?</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Ketika ada orang tua terjatuh dan tulangnya patah, kita akan berkata bahwa orang tua memang telah mengalami osteoporosis sehingga tulangnya telah rapuh. Tetapi mengapa ada pemuda dan anak kecil terjatuh dan tulangnya juga patah? Apakah mereka juga telah mengalami osteoporosis?<span id="more-1807"></span></p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, kakak dari mertua saya yang sudah berusia di atas 80 tahun jatuh dan patah pada tulang pangkal paha. Akibatnya beliau terpaksa masuk rumah sakit dan dirawat hingga pulih kembali.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu, saya bertemu dengan sepupu saya yang baru berumur 20-an. Ia baru saja mengalami patah pada bagian pergelangan tangan, karena terjatuh dari sepeda motor. Tidak lama kemudian, saya bertemu dengan sepupu yang seusia dengan saya, dan mempunyai anak yang sekolah di sebuah SD. Anaknya baru saja mengalami patah tulang paha, karena terjatuh di sekolah.</p>
<p>Tentu muncul pertanyaan pada diri kita, mengapa anak SD dan orang yang masih berusia 20-an mengalami patah tulang ketika terjatuh. Saya mencoba menganalisanya dengan menggunakan analisa kecukupan mineral pada elemen Bumi dan Indeks Kekuatan Tulang.</p>
<p><strong>Osteoporosis: Kecukupan Mineral dan Indeks Kekuatan Tulang</strong></p>
<p>Dari analisis Energi 5 Elemen, saya mendapatkan bahwa kita memerlukan 6 jenis energi mineral utama yang diperlukan oleh tulang, yaitu Kalsium, Phospor, Magnesium, Kalium, Natrium, dan Besi. Tentu selain 6 mineral ini, kita masih memerlukan mineral lainnya, tetapi 6 mineral ini dibutuhkan agar tulang kita cukup kuat dan tidak mengalami osteoporosis. Orang yang mengalami osteoporosis akan mempunyai Indeks Sehat pada elemen Bumi bernilai negatif, biasanya -2.</p>
<p>Pada kasus kakak mertua saya yang sudah berusia di atas 80 tahun, beliau mengalami kekurangan 6 jenis energi mineral. Akibatnya Indeks Kekuatan Tulang hanya -2.</p>
<p>Pada kasus sepupu saya yang masih muda berusia 20-an, ia mengalami kekurangan 3 jenis energi mineral, sehingga Indeks Kekuatan Tulang hanya bernilai -1.</p>
<p>Pada kasus anak sepupu saya yang masih SD, ia mengalami kekurangan 3 jenis energi mineral, sehingga Indeks Kekuatan Tulang juga bernilai -1.</p>
<p>Kita juga pernah membaca, bahwa pada bulan Mei 1995,  <em>Christopher Reeve</em> lumpuh akibat cedera yang dialaminya sewaktu mengikuti perlombaan olahraga berkuda lintas alam. Beliau juga mengalami kekurangan 3 jenis energi mineral sehingga Indeks kekuatan Tulang hanya bernilai -1.</p>
<p>Bila keenam jenis mineral ini cukup, Indeks Kekuatan Tulang akan bernilai mulai +1 hingga +3. Jadi anak yang sehat tulangnya akan mempunyai nilai +2 sampai +3. Demikian pula orang dewasa yang sehat tulangnya, akan mempunyai nilai +1 sampai +2.</p>
<p><strong>Makanan yang Mengandung Energi Mineral Seimbang dan Mudah Diserap Tubuh<br />
</strong></p>
<p>Tulang merupakan organ elemen Bumi, sehingga memerlukan makanan sehat elemen Bumi. Makanan sehat elemen Bumi seperti umbi-umbian dan kacang-kacangan mengandung energi mineral yang seimbang dan mudah diserap oleh tubuh. Dari pengalaman saya, keluarga, dan teman-teman, dengan mengonsumsi makanan sehat elemen Bumi, kita dapat melengkapi energi mineral yang dibutuhkan tulang sehingga kekuatannya meningkat. Dalam waktu 3 sampai 6 bulan, bila kita rajin mengonsumsi setiap hari, maka mineral akan lengkap kembali dan kekuatan tulang akan meningkat. Makanan yang dianjurkan adalah:</p>
<ul>
<li>Kacang panjang (segar atau kukus) mengandung energi 6 mineral</li>
<li>Kentang kukus mengandung energi 3 mineral</li>
<li>Bengkuang segar mengandung energi 3 mineral</li>
<li>Wortel segar mengandung energi 3 mineral</li>
<li>Ubi merah kukus mengandung energi 3 mineral</li>
</ul>
<p>Makanan sehat ini cukup dikonsumsi 1/4 sampai 1 buah saja setiap hari.</p>
<p><strong>Menghindari Makanan yang Mengganggu Keseimbangan Mineral</strong></p>
<p>Selain itu, tentu saja sebaiknya kita mengurangi makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mineral di dalam tubuh kita, yaitu:</p>
<ul style="text-align: left;">
<li>daging dan telur yang berlebihan</li>
<li>goreng-gorengan</li>
<li>makanan dan minuman manis</li>
<li>suplemen berkalsium tinggi tanpa diimbangi oleh kelima mineral lainnya. Hal ini dapat menyebabkan pengapuran<strong>.<br />
</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-osteoporosis-mineral-dan-kekuatan-tulang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Elemen dan Nenek 93 Tahun yang Suka Jalan Kaki dan Naik Turun Tangga</title>
		<link>http://www.5elemen.com/5-elemen-dan-nenek-93-tahun-yang-suka-jalan-kaki-dan-naik-turun-tangga</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/5-elemen-dan-nenek-93-tahun-yang-suka-jalan-kaki-dan-naik-turun-tangga#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 16:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Berbuat Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Air Putih Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[Bernyanyi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kelima Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements Health Index]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements Useful Index]]></category>
		<category><![CDATA[Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Sehat Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Nenek Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Panjang Umur]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Sehat dan Panjang Umur]]></category>
		<category><![CDATA[Susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1734</guid>
		<description><![CDATA[Nenek Sehat 93 Tahun yang Suka Olahraga Jalan Kaki, Naik Turun Tangga dan Makan Sayur Oleh: Aleysius H. Gondosari Istri saya baru saja berkenalan dengan nenek berusia 93 tahun yang sehat, masih kuat jalan kaki ke mana-mana, dan masih bisa berbelanja sendiri. Nah, apa rahasia kesehatan sang nenek sehingga panjang umur dan masih sehat sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Nenek Sehat 93 Tahun yang Suka Olahraga Jalan Kaki, Naik Turun Tangga dan Makan Sayur</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Istri saya baru saja berkenalan dengan nenek berusia 93 tahun yang sehat, masih kuat jalan kaki ke mana-mana, dan masih bisa berbelanja sendiri. Nah, apa rahasia kesehatan sang nenek sehingga panjang umur dan masih sehat sampai sekarang?<span id="more-1734"></span></p>
<p>Nenek tersebut mengatakan, bahwa dalam hidup ini kita harus mempunyai hati yang baik, dan suka berbuat baik pada orang lain. Bila kita berbuat baik, hati kita akan senang dan bahagia, dan orang juga akan berbuat baik pada kita.</p>
<p>Pagi-pagi, nenek akan minum segelas air putih, dan kemudian jalan kaki selama 1 jam. Sampai sekarang masih dilakukan, tetapi sekarang hanya jalan kaki di dalam rumah saja. Untuk makan pagi, nenek selalu makan havermut dengan segelas susu.</p>
<p>Untuk menjaga agar kaki tetap kuat, nenek lebih suka kamar tidur di lantai atas. Dengan demikian, nenek tetap bisa melatih kaki dengan naik turun tangga. Tetapi karena sekarang sudah tua, nenek hanya diijinkan tidur di lantai dua saja.</p>
<p>Nenek juga suka berdoa. Bila berjalan kaki waktu olahraga atau pergi ke tempat lain, maka sambil berjalan kaki, nenek akan berdoa dalam hati.</p>
<p>Dalam hal makanan, nenek juga lebih suka makan sayur-sayuran. Dalam sebulan, nenek puasa 2 kali. Pada saat puasa, nenek hanya makan makanan vegetarian saja, yaitu makanan sayur tanpa daging.</p>
<p>Kalau malam, nenek masih suka menyanyi sambil mengajar lagu-lagu pada cucu. Kebetulan nenek pintar menyanyikan lagu Mandarin. Jadi nenek menyanyi sambil mengajar lagu Mandarin pada cucu.</p>
<h4>Indeks Sehat Energi 5 Elemen:</h4>
<p>Dari analisa Energi 5 Elemen, saya mendapatkan Indeks Sehat keseluruhan yang bernilai positif +5. Indeks Sehat pada masing-masing elemen adalah:</p>
<ul>
<li> Elemen kelima Ether: +1. Organ otak, saraf, dan panca indra sehat</li>
<li> Elemen keempat Udara: +1. Organ jantung dan paru-paru sehat</li>
<li> Elemen ketiga Api: +1. Organ hati, pencernaan, dan arteri &amp; vena sehat</li>
<li> Elemen kedua Air: +1. Darah, pankreas, ginjal, dan otot sehat</li>
<li> Elemen pertama Bumi: +1. Tulang sehat</li>
</ul>
<p>Energi Sehat yang seimbang pada seluruh elemen menunjukkan bahwa nenek mengonsumsi cukup banyak minuman dan makanan sehat, yaitu air, havermut, dan sayur-sayuran. Makanan sehat bersifat melancarkan dan menyehatkan energi sehat, sehingga kesehatan merata pada seluruh elemen.</p>
<p>Jalan kaki setiap pagi telah menyehatkan organ tulang pada elemen pertama Bumi dan otot pada elemen pertama Bumi dan elemen kedua Air. Jalan kaki mempunyai Indeks Manfaat keseluruhan +5.</p>
<p>Dengan naik turun tangga setiap hari, nenek menyehatkan energi pada 4 elemen, yaitu keempat Udara, elemen ketiga Api, elemen kedua Air, dan elemen pertama Bumi. Naik turun tangga mempunyai Indeks Manfaat keseluruhan +10. Jadi sebaiknya rumah Anda mempunyai tangga untuk meningkatkan kesehatan.</p>
<p>Menyanyi mempunyai Indeks Manfaat keseluruhan +10. Dengan bernyanyi setiap malam, nenek menyehatkan organ pada 4 elemen, yaitu organ jantung dan paru-paru pada elemen keempat Udara, hati serta arteri &amp; vena pada elemen ketiga Api, darah dan otot pada elemen kedua Air, serta tulang dan otot pada elemen pertama Bumi. Menyanyi juga membuat hati menjadi gembira, membuat nafas menjadi lebih panjang dan dalam, sehingga semakin banyak oksigen yang diserap, dan semakin banyak CO2 yang dibuang. Jadi, ingat-ingatlah kembali lagu kenangan dan lagu kesayangan Anda, dan mulailah bernyanyi setiap malam.</p>
<p>Berdoa sambil berjalan kaki akan menyehatkan seluruh 5 elemen, dengan Indeks Manfaat keseluruhan +5.</p>
<p>Berhati baik dan berbuat baik  juga akan menyehatkan seluruh 5 elemen, dengan Indeks Manfaat keseluruhan +5.</p>
<h4>Resep Sehat dan Panjang Umur dari Nenek:</h4>
<ul>
<li> Berhati baik dan berbuat baik</li>
<li> Berdoa</li>
<li> Rajin jalan kaki dan naik turun tangga</li>
<li> Minum air putih sehat segelas setiap pagi</li>
<li> Makan havermut dan susu</li>
<li> Makan sayur-sayuran yang banyak</li>
<li> Puasa 2 x sebulan hanya makan nasi dan sayur</li>
<li> Bernyanyi setiap malam</li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Panjang Umur" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/5-elemen-dan-nenek-93-tahun-yang-suka-jalan-kaki-dan-naik-turun-tangga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Negara Bahagia Bhutan</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 04:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Positif]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kelima Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energy Index of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Gross National Happiness]]></category>
		<category><![CDATA[Happiness Energy Index]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi 5 Elemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1709</guid>
		<description><![CDATA[Indeks Bahagia dan Pola Energi Negara Bahagia: Bhutan Oleh: Aleysius H. Gondosari Beberapa waktu yang lalu, teman saya Hadi Prabowo memperoleh artikel yang sangat menarik dari Ade Gumilang, dan meneruskannya kepada saya, yaitu tentang negara bahagia Bhutan. Telah bertahun-tahun negara ini mengukur tingkat kebahagiaan penduduk dan negaranya dengan ukuran kebahagiaan Gross National Happiness (GNH), dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Indeks Bahagia dan Pola Energi Negara Bahagia: Bhutan</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, teman saya Hadi Prabowo memperoleh artikel yang sangat menarik dari Ade Gumilang, dan meneruskannya kepada saya, yaitu tentang negara bahagia Bhutan. Telah bertahun-tahun negara ini mengukur tingkat kebahagiaan penduduk dan negaranya dengan ukuran kebahagiaan Gross National Happiness (GNH), dan bukan dengan ukuran ekonomi Gross Domestic Product (GDP).<span id="more-1709"></span></p>
<p>Bhutan disebut sebagai “<em>Shangrilla di kaki gunung Himalaya</em>” yang 97% rakyatnya menganggap diri mereka sangat berbahagia. Bukannya kebahagiaan yang berasal dari pemuasan nafsu dunia fana, melainkan berasal dari iman dan konsep tahu-cukup.</p>
<p>Orang Bhutan beranggapan kemiskinan yang sesungguhnya adalah apabila tak mampu beramal kepada orang lain, mereka sudah sangat puas asalkan memiliki sawah dan rumah.</p>
<p>Dikarenakan mereka adalah umat Budha, maka mereka tidak membunuh makhluk berjiwa, itulah sebabnya mereka mengimpor daging dari India. Namun demikian di atas meja makan jarang terlihat makanan jenis daging, melainkan makan sayur-sayuran atau produk dari susu sudah membuat mereka puas.</p>
<p>Pengalaman kebahagiaan Bhutan berasal dari Jigme Singye Wangchuck IV, sang mantan raja yang tidak mendahulukan perkembangan ekonomi melainkan mendirikan sebuah negara yang berbahagia sebagai amanah jabatannya, dengan kesetaraan, kepedulian dan konsep ekologi menyulap Bhutan menjadi negara besar dalam hal kebahagiaan.</p>
<p>Pada 2005, Bhutan menjadi fokus berbagai media besar seantero dunia, “Model Bhutan” ciptaannya, teori Gross National Happiness (GNH) yang  ia usulkan memperoleh perhatian seksama masyarakat internasional dan menjadi tema pelajaran ilmu ekonomi yang digandrungi para pakar dan institut penelitian sebagian negara seperti AS, Jepang dan lain-lain. Konsep “baru” dalam pandangan negara maju pada abad-21 ini, di Bhutan diam-diam telah dijalankan selama hampir 30 tahun lamanya.</p>
<p>Yang disebut “Model Bhutan” ialah mementingkan perkembangan yang seimbang antara materi dan spiritual, perlindungan terhadap lingkungan hidup dan proteksi terhadap kebudayaan tradisional diletakkan di atas perkembangan ekonomi, standar untuk pengukuran perkembangan ini disebut Gross National Happiness (GNH).</p>
<p>Raja Wangchuk sangat memperhatikan pelestarian lingkungan hidup Bhutan, ia memberlakukan larangan merokok di seluruh negeri, melarang impor kantong plastik. Selain itu pemerintah menentukan, setiap orang setiap tahun minimal harus menanam 10 batang pohon.</p>
<p>Angka cakupan hutan belantara di Bhutan sebesar 72%  berada pada urutan nomor 1 di Asia. Sebanyak 26% tanah di seluruah negeri dijadikan taman nasional.</p>
<p>Pada 2005 Bhutan memperoleh hadiah “Pengawal Bumi” dari Pelestarian Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Programme, UNEP).</p>
<p>Demi melindungi lingkungan hidup dan kebudayaan mereka, Bhutan rela “mengurangi profit” dan mempunyai pertambangan tapi tidak dibuka.</p>
<p>Orang Bhutan beranggapan, “Kehidupan yang benar-benar bernilai, bukannya hidup di tempat dimana dapat menikmati materi tingkat tinggi, melainkan memiliki taraf spiritual dan kebudayaan yang kaya.”</p>
<h4>Energi 5 Elemen Negara Bhutan:</h4>
<p>Dari hasil analisa energi 5 Elemen, negara Bhutan mempunyai energi pada 5 Elemen. Ini merupakan hal yang luar biasa, karena biasanya suatu negara hanya mempunyai energi pada 3 elemen. Pola energi negara Bhutan adalah Air-Bumi-Api-Udara-Ether, dengan nilai Indeks Energi keseluruhan = +10.</p>
<p>Indeks Energi 5 Elemen atau 5 Elements Energy Index pada masing-masing elemen adalah:</p>
<ul>
<li> Elemen Air = +2</li>
<li> Elemen Bumi = +2</li>
<li> Elemen Api = +2</li>
<li> Elemen Udara = +2</li>
<li> Elemen Ether = +2</li>
</ul>
<p>Dari adanya kelima elemen ini, terlihat bahwa Bhutan memperhatikan kebahagian dari seluruh aspek kehidupan, yaitu adanya keseimbangan materi dan spiritual, dan bukan hanya mementingkan segi ekonomi saja, tetapi juga pelestarian alam.</p>
<p>Kebahagiaan memerlukan energi positif dari 3 elemen, yaitu elemen Air, Api, dan Udara.</p>
<p>Keseimbangan antara materi dan spiritual memerlukan energi positif dari 5 elemen, yaitu elemen pertama Bumi, elemen kedua Air, elemen ketiga Api, elemen keempat Udara, dan elemen kelima Ether.</p>
<p>Pelestarian alam memerlukan energi positif dari elemen Air, Api, Udara, dan Ether. Memperhatikan kebahagiaan rakyat juga memerlukan energi positif dari elemen Ether, Udara, Api, dan Air.</p>
<p>Sedangkan konsistensi untuk tetap mempertahankan pelestarian alam memerlukan energi positif dari elemen Bumi. Konsistensi larangan merokok untuk menjaga kesehatan rakyat juga memerlukan energi positif dari elemen Bumi.</p>
<h4>Happiness Index atau Indeks Bahagia Penduduk Bhutan:</h4>
<p>Rata-rata penduduk Bhutan mempunyai Indeks Bahagia yang positif, yaitu +3. Bandingkan dengan Indeks Bahagia rata-rata orang yang tinggal di kota-kota besar yang  bernilai negatif -2, karena tekanan stres yang tinggi. Semakin besar nilai negatifnya menunjukkan tingkat stres yang semakin tinggi.</p>
<p>Nilai Indeks Bahagia berkisar antara +5 sampai -5. +5 berarti sangat bahagia, dan -5 berarti sangat tidak bahagia.</p>
<p>Sebenarnya Indeks Bahagia penduduk Bhutan telah berkurang sejak tahun 2007. Pada tahun itu, televisi mulai memasuki Bhutan. Sebelum tahun 2007, Indeks Bahagia penduduk Bhutan mencapai +5. Tetapi sejak televisi masuk, penduduk Bhutan mulai menjadi lebih konsumtif, sehingga saat ini Indeks Bahagia turun menjadi +3. Tetapi masih tetap menjadi Indeks Bahagia yang tertinggi di dunia. Hal ini sebenarnya juga disayangkan oleh para pengamat lingkungan dan pengamat Gross National Happiness. Mudah-mudahan penduduk Bhutan bisa meningkatkan kembali Indeks Bahagia-nya menjadi +5.</p>
<h4>Kebahagiaan yang Holistik:</h4>
<p>Semoga semakin banyak negara yang memperhatikan kebahagiaan bukan hanya dari aspek ekonomi dan bisnis saja yang cenderung menyebabkan stres, tetapi juga memperhatikan kebahagiaan dari keseimbangan materi dan spiritual, dari sisi kualitas hidup untuk rakyat seperti pemandangan yang indah, lingkungan yang hijau, udara yang segar, air yang jernih, dan makanan yang sehat.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Negara Bahagia" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-negara-bahagia-bhutan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Rahasia Pernafasan untuk Kesehatan dan Umur Panjang</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-rahasia-pernafasan-untuk-kesehatan-dan-umur-panjang</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-rahasia-pernafasan-untuk-kesehatan-dan-umur-panjang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:38:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/5 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Gelombang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Menyanyi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Pernafasan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Saraf]]></category>
		<category><![CDATA[Stres]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Telinga]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Bernafas Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kelima Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Pernafasan]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Sehat 1/5 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Epsilon]]></category>
		<category><![CDATA[lebih optimis]]></category>
		<category><![CDATA[Nafas Panjang dan Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Hunza]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pernafasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pernafasan Sehat 5 Elemen 5-5]]></category>
		<category><![CDATA[Praktisi Yoga]]></category>
		<category><![CDATA[Stres Berkurang]]></category>
		<category><![CDATA[Umur Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Yogi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1650</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat Pernafasan Sehat untuk Kesehatan dan Umur Panjang Oleh: Aleysius H. Gondosari Pernafasan sehat telah lama dipelajari oleh umat manusia. Salah satu ilmu pernafasan kuno yang telah berumur ribuan tahun adalah teknik pernafasan Prana atau Pranayama yang biasanya dilakukan bersama Yoga Asanas. Selain itu, orang-orang yang mempelajari ilmu silat, kung fu, dan Tai Chi juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Manfaat Pernafasan Sehat untuk Kesehatan dan Umur Panjang</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Pernafasan sehat telah lama dipelajari oleh umat manusia. Salah satu ilmu pernafasan kuno yang telah berumur ribuan tahun adalah teknik pernafasan Prana atau Pranayama yang biasanya dilakukan bersama Yoga Asanas. Selain itu, orang-orang yang mempelajari ilmu silat, kung fu, dan Tai Chi juga mempelajari ilmu pernafasan. Secara kebetulan, saya mendapat beberapa buku referensi <em>Yoga Patanjali Sutra</em> yang membahas mengenai pernafasan dari teman akrab saya, sehingga dapat menambah kelengkapan penelitian saya tentang manfaat pernafasan berdasarkan analisa energi 5 Elemen.<span id="more-1650"></span></p>
<h4>Hubungan Umur dengan Frekuensi Pernafasan:</h4>
<p>Praktisi Yoga yang biasa disebut dengan Yogi percaya bahwa umur manusia ditentukan oleh jumlah tarikan nafasnya. Oleh sebab itu, salah satu cara memperpanjang umur adalah dengan memperpanjang nafas. Hal ini didukung juga oleh hasil penelitian ilmiah dengan hasil sebagai berikut:</p>
<ul>
<li> Anjing mempunyai frekuensi bernafas 50 kali per menit. Usianya kira-kira 14 tahun.</li>
<li> Kuda mempunyai frekuensi bernafas 35 kali per menit. Usianya kira-kira 29 &#8211; 30 tahun.</li>
<li> Gajah mempunyai frekuensi bernafas 20 kali per menit. Usianya bisa mencapai 100 tahun.</li>
<li> Kura-kura mempunyai frekuensi bernafas 5 kali per menit. Itulah sebabnya usia kura-kira bisa mencapai 400 tahun.</li>
<li> Ular bahkan lebih rendah lagi dengan frekuensi bernafas 2 &#8211; 3 kali per menit. Usia ular bisa mencapai 500 &#8211; 1.000 tahun. Luar biasa, Bukan?</li>
<li> Bila seorang pria sehat mempunyai frekuensi bernafas 14 &#8211; 16 kali per menit. Berapakah perkiraan umurnya? Silahkan hitung sendiri. Kalau perhitungan saya, seharusnya bisa mencapai 150 tahun. Tetapi umumnya manusia meninggal di bawah usia 100 tahun. Apa sebabnya?</li>
</ul>
<h4>Analisa Energi 5 Elemen pada Pernafasan Manusia:</h4>
<p>Hasil analisa menunjukkan bahwa pernafasan sehat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu frekuensi pernafasan, dan pola pernafasan. Mari kita bahas satu per satu.</p>
<p><strong>Frekuensi Pernafasan:</strong></p>
<p>Frekuensi bernafas manusia bisa berbeda antara 1 daerah dengan daerah lain. Orang Hunza yang hidup di pegunungan Kaukasus dikabarkan mempunyai usia rata-rata di atas 100 tahun. Yogi, sebutan bagi praktisi Yoga, juga dikabarkan mempunyai usia yang panjang.</p>
<p><strong>Orang Hunza:</strong><br />
Dari analisa energi yang saya lakukan, orang Hunza mempunyai frekuensi bernafas antara 4 &#8211; 6 kali per menit. Hal ini berarti orang Hunza menarik nafas rata-rata 4 &#8211; 6 detik, dan mengeluarkan nafas rata-rata 4 &#8211; 6 detik juga. Polanya adalah 4-4, 5-5, atau 6-6. Orang Hunza menarik nafas panjang dan dalam, seluruh paru-paru terisi penuh sehingga tubuh bagian atas menjadi tegak.</p>
<p><strong>Praktisi Yoga:</strong><br />
Yogi atau praktisi Yoga mempunyai frekuensi bernafas antara 3 &#8211; 4 kali per menit. Yogi biasanya bernafas dengan pola tarik-tahan-keluarkan-tahan. Dengan asumsi demikian, berarti Yogi rata-rata menarik nafas 4 &#8211; 5 detik, menahan nafas 4 &#8211; 5 detik, mengeluarkan nafas 4 &#8211; 5 detik, dan menahan nafas 4 &#8211; 5 detik juga. Polanya adalah 4-4-4-4 atau 5-5-5-5. Yogi juga akan menarik nafas yang panjang dan dalam sehingga seluruh paru-paru terisi penuh.</p>
<p><strong>Pola Pernafasan Manusia Biasa:</strong><br />
Bagaimana dengan manusia biasa? Frekuensi bernafas antara orang yang satu bisa sama dengan orang yang lain yaitu 14 &#8211; 16 kali per menit, tetapi panjang nafasnya bisa berbeda. Orang yang bernafas lebih dalam akan lebih sehat dibandingkan orang yang bernafas pendek. Usia juga mempengaruhi, karena semakin bertambah usia seseorang, ia cenderung bernafas semakin pendek. Pola bernafas ini terjadi secara otomatis tanpa kita sadari. Berikut ini perbandingannya:</p>
<ul>
<li> Bayi, anak usia tahun, dan remaja usia 15 tahun menarik nafas selama 3 detik, dan mengeluarkan nafas kurang dari 0,5 detik, dan berhenti bernafas kurang dari 0,5 detik. Polanya kira-kira 3-0,1-0,5.</li>
<li> Orang dewasa berusia 21 tahun menarik nafas selama 2 detik, tetapi mengeluarkan nafas lebih lama, yaitu kira-kira 0,5 detik, dan berhenti  bernafas kira-kira 0,5 detik. Polanya kira-kira 2-0,5-0,5.</li>
<li> Orang dewasa berusia 30 tahun menarik nafas selama 1 detik, tetapi mengeluarkan nafas dan menahan nafas lebih lama dari orang berusia 21 tahun. Polanya kira-kira 1-0,5-1,5.</li>
<li> Orang dewasa berusia 35 tahun menarik nafas kira-kira 0,5 detik, mengeluarkan nafas kira-kira 0,5 detik, dan kemudian berhenti bernafas kira-kira 2 detik. Polanya kira-kira 0,5-0,5-2.</li>
</ul>
<p>Penurunan waktu menarik nafas ini akan terus berlangsung sejalan dengan bertambahnya usia hingga mencapai 0,1 detik saja ketika usia mencapai 50 tahun ke atas. Hal ini akan menyebabkan paru-paru, darah, pembuluh darah, dan organ-organ tubuh lainnya seperti otot, saraf, otak, dan panca indra, menyerap semakin sedikit oksigen dan menyimpan semakin banyak CO2. Hal ini menyebabkan kondisi tubuh menjadi semakin asam, semakin tidak sehat, dan semakin lemah. Selain itu, hal ini juga dapat menyebabkan tidur terganggu, karena paru-paru dan otak kekurangan oksigen selama tidur. Tidur juga akan menjadi lebih singkat.</p>
<h4>Melakukan Pernafasan Sehat 5 Elemen yang Praktis dengan Pola 5-5:</h4>
<p>Salah satu cara melakukan pernafasan sehat yang praktis adalah dengan pola pernafasan sehat 5 Elemen 5-5. Caranya, kita menarik nafas panjang dengan santai kira-kira 5 detik sampai seluruh paru-paru kita terisi udara. Hal ini mengakibatkan paru-paru menjadi penuh, dan otomatis punggung kita akan menjadi terdorong ke belakang menjadi lebih tegak. Hal ini juga akan mencegah punggung menjadi bungkuk pada orang lanjut usia.</p>
<p>Setelah itu, keluarkan nafas perlahan-lahan selama 5 detik juga dengan santai. Selanjutnya, tarik nafas lagi selama 5 detik, dan keluarkan lagi selama 5 detik. Hal ini dapat kita lakukan sambil duduk, berjalan, bekerja, berolahraga, dsb. Jadi tidak perlu waktu khusus. Manfaatkan waktu dan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari.</p>
<h4>Efek Pernafasan Biasa dan Tidak Sehat:</h4>
<p>Apa saja efek pernafasan tidak sehat? Saya akan membahasnya dari sisi energi 5 Elemen.</p>
<p>Dengan pola bernafas seperti bayi sampai usia 15 tahun, yaitu menarik nafas selama 3 detik, ada 3 elemen yang bertambah sehat, yaitu elemen ketiga Api, elemen kedua Air, dan elemen pertama Bumi. Indeks Manfaat keseluruhan adalah +3, dengan Indeks Manfaat pada masing-masing elemen +1.</p>
<p>Dengan pola bernafas seperti orang dewasa 21 tahun, yaitu menarik nafas selama 2 detik, ada 2 elemen yang bertambah sehat, yaitu elemen kedua Air, dan elemen pertama Bumi. Indeks Manfaat keseluruhan adalah +2, dengan Indeks Manfaat pada masing-masing elemen +1.</p>
<p>Dengan pola bernafas seperti orang dewasa 30 tahun, yaitu menarik nafas selama 1 detik, hanya ada 1 elemen yang bertambah sehat, yaitu elemen pertama Bumi dengan Indeks Manfaat +1.</p>
<p>Dengan pola bernafas seperti orang dewasa 35 tahun, yaitu menarik nafas selama 0,5 detik, tidak ada lagi elemen yang bertambah sehat.</p>
<p>Dengan pola bernafas seperti orang berusia 50 tahun, yaitu menarik nafas selama 0,1 detik, maka ada 2 elemen yang mulai sakit, yaitu elemen kedua Air dan elemen pertama Bumi. Indeks Manfaat keseluruhan bernilai negatif, yaitu -6. Indeks Manfaat untuk elemen Air = -3, dan Indeks Manfaat untuk elemen Bumi = -3.</p>
<h4>Manfaat Pernafasan Sehat 5 Elemen dengan Pola 5-5:</h4>
<p>Apa saja manfaat yang akan kita rasakan dengan cara ini? Berikut ini manfaatnya dari sisi energi 5 Elemen.</p>
<p><strong>Frekuensi Bernafas Bertambah Lambat:</strong></p>
<p>Dengan pola 5-5, maka menarik nafas dilakukan 5 detik, dan mengeluarkan nafas juga dilakukan selama 5 detik. Frekuensi bernafas akan menjadi 6 kali per menit, yaitu 60 detik dibagi (5+5) detik. Dengan demikian, diharapkan umur manusia dapat bertambah panjang. Tetapi tentu kita juga harus tetap ingat bahwa umur kita semua berada di tangan Tuhan. Kita hanya bisa berusaha sebaik-baiknya, tetapi Tuhan yang menentukan.</p>
<p><strong>Paru-Paru, Darah, dan Organ Tubuh Bertambah Sehat:</strong></p>
<p>Paru-paru dan darah semakin banyak menyerap Oksigen dan mengeluarkan CO2. Dari analisa energi, penyerapan Oksigen meningkat kira-kira 4 kali jika dibandingkan dengan pola bernafas bayi dan remaja 15 tahun. Bila dibandingkan dengan orang dewasa 35 tahun, penyerapan Oksigen meningkat kira-kira 10 kali. Bila dibandingkan dengan orang berusia 50 tahun, penyerapan Oksigen meningkat kira-kira 20 kali.</p>
<p>Dengan meningkatnya penyerapan Oksigen, organ-organ tubuh juga menjadi bertambah sehat seperti otot, saraf, jantung, otak, mata, telinga, dan organ-organ tubuh lainya.</p>
<p>Dari analisa energi 5 Elemen, maka dengan pernafasan yang benar, maka seluruh elemen akan disehatkan dengan Indeks Manfaat +15. Indeks Manfaat untuk elemen pertama Bumi = +3. Indeks Manfaat untuk elemen kedua Air = +3. Indeks Manfaat untuk elemen ketiga Api = +3. Indeks Manfaat untuk elemen keempat Udara = +3. Indeks Manfaat untuk elemen kelima Ether = +5.</p>
<p>Selain itu, dengan bernafas panjang, paru-paru menjadi lebih berkembang, sehingga tubuh bagian atas menjadi lebih tegak. Ini akan mencegah tubuh menjadi bungkuk pada orang lanjut usia.</p>
<p><strong>Stres Berkurang, Bahagia Meningkat:</strong></p>
<p>Dengan pola bernafas yang lebih lambat, frekuensi otak dan emosi kita bertambah lambat menjadi kira-kira 1/5 Hz sehingga masuk pada pola gelombang Epsilon. Hal ini menyebabkan stres berkurang, dan kita menjadi lebih optimis, senang, dan bahagia. Dengan berkurangnya stres, penyakit akibat stres juga berkurang.</p>
<h4>Menyanyi, Aktivitas Bernafas Panjang:</h4>
<p>Salah satu kegiatan yang membuat nafas menjadi panjang adalah bernyanyi. Orang yang belajar bernyanyi selalu disuruh berdiri tegak, sehingga dapat menarik nafas lebih banyak dan lebih panjang. Dalam artikel sebelumnya, saya menulis tentang rahasia kesehatan nenek berusia 98 tahun, yaitu setiap malam menyanyi berkaraoke di rumahnya. Jadi bila Anda mempunyai hobi bernyanyi, silahkan salurkannya secara sehat seperti nenek sehat tersebut.</p>
<h4>Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan Pernafasan Sehat" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-rahasia-pernafasan-untuk-kesehatan-dan-umur-panjang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Tari Pendet dan Pulau Bali</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-tari-pendet-dan-pulau-bali</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-tari-pendet-dan-pulau-bali#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 15:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energy Pattern of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Pendet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1700</guid>
		<description><![CDATA[Pola Energi Tari Pendet dan Pulau Bali Oleh: Aleysius H. Gondosari Akhir-akhir ini, Tari Pendet telah menarik perhatian kita, karena kesenian dari Pulau Bali tersebut kabarnya diklaim sebagai tarian dari Malaysia. Untunglah dalam id.wikipedia.org sudah ada penjelasan tentang Tari Pendet. Penjelasan dalam wikipedia adalah sebagai berikut: Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Pola Energi Tari Pendet dan Pulau Bali</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Akhir-akhir ini, Tari Pendet telah menarik perhatian kita, karena kesenian dari Pulau Bali tersebut kabarnya diklaim sebagai tarian dari Malaysia. Untunglah dalam <a title="Wikipedia Tari Pendet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pendet" target="_blank">id.wikipedia.org</a> sudah ada penjelasan tentang Tari Pendet. Penjelasan dalam wikipedia adalah sebagai berikut:<span id="more-1700"></span></p>
<p>Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi &#8220;ucapan selamat datang&#8221;, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi (? &#8211; 1967).</p>
<h4>Pola Energi 5 Elemen dari Tari Pendet, I Wayan Rindi, Pulau Bali, dan Indonesia:</h4>
<p>Kita mulai dengan menganalisa Tari Pendet dahulu. Pola energi Tari Pendet tradisional mempunyai urutan elemen Air-Bumi-Api. Ini sesuai dengan pola energi I Wayan Rindi yang juga mempunyai urutan elemen Air-Bumi-Api. Pola energi Pulau Bali tahun 1967 juga sama, yaitu elemen Air-Bumi-Api.</p>
<p>Pola energi Tari Pendet saat ini mempunyai urutan elemen Air-Udara-Api. Ini juga sama dengan pola energi Pulau Bali sekarang, yaitu Air-Udara-Api.</p>
<p>Pada tanggal 29 Agustus 2009 yang lalu, saya sudah menganalisa <a title="Pola Energi Indonesia dan Malaysia" href="http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-mengapa-indonesia-dan-malaysia-tidak-akur" target="_blank">pola energi Indonesia dan Malaysia</a>. Dalam tulisan itu, Indonesia mempunyai pola energi yang sama juga, yaitu Air-Udara-Api. Ketiga elemen ini memiliki energi dengan sifat sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Elemen Air = mampu menjalin persahabatan dan kerja sama dengan negara lain</li>
<li> Elemen Udara = kondusif untuk seni, budaya, dan kreativitas seperti menulis, melukis, desain, seni</li>
<li>Elemen Api = mendukung, mendorong, memberi semangat dan motivasi</li>
</ol>
<p>Bagaimana pola energi Malaysia sekarang? Saat ini pola energi Malaysia adalah Bumi-Bumi-Bumi. Jadi sebenarnya tidak cocok dengan pola energi Tari Pendet, baik yang dulu mau pun yang sekarang.</p>
<p>Jadi dari analisa Energi 5 Elemen juga kita bisa melihat dan membuktikan bahwa Tari Pendet memang dari Pulau Bali dan Indonesia, karena mempunyai pola Energi 5 Elemen yang sama.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sukses Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Tari Pendet" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-tari-pendet-dan-pulau-bali/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Rahasia Kesehatan Naik Sepeda</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-rahasia-kesehatan-naik-sepeda</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-rahasia-kesehatan-naik-sepeda#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 09:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Arteri dan Vena]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Naik Sepeda Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Pankreas]]></category>
		<category><![CDATA[Paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[Perut]]></category>
		<category><![CDATA[Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Sehat 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Naik Sepeda untuk Menjaga Kesehatan Oleh: Aleysius H. Gondosari Setelah saya menulis artikel tentang kesehatan berjalan kaki, teman saya yang sekarang hobi naik sepeda bertanya tentang manfaat kesehatan bersepeda. Secara kebetulan, teman saya Ali Akbar juga mengirim fotonya di Facebook sewaktu ia sedang berpose naik sepeda di depan tempat penyewaan sepeda miliknya. Saya jadi ingat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Naik Sepeda untuk Menjaga Kesehatan</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Setelah saya menulis artikel tentang kesehatan berjalan kaki, teman saya yang sekarang hobi naik sepeda bertanya tentang manfaat kesehatan bersepeda. Secara kebetulan, teman saya Ali Akbar juga mengirim fotonya di Facebook sewaktu ia sedang berpose naik sepeda di depan tempat penyewaan sepeda miliknya. Saya jadi ingat lagi bersepeda ria ke sekolah sewaktu masih SMP dan SMA. Nah, apa saja manfaat naik sepeda?<span id="more-1659"></span></p>
<h4>Manfaat Naik Sepeda pada Energi 5 Elemen:</h4>
<p>Dari analisa energi 5 Elemen, naik sepeda menyehatkan 4 elemen, yaitu elemen keempat Udara, elemen ketiga Api, elemen kedua Air, dan elemen pertama Bumi. Indeks Manfaat secara keseluruhan mencapai +12 dengan bersepeda santai selama 15 menit. Indeks Manfaat pada elemen Udara = +3, pada elemen Api = +3, pada elemen Air = +3, dan pada elemen Bumi = +3.</p>
<p>Pada elemen Udara, jantung dan paru-paru akan bertambah sehat. Pada elemen Api, hati, arteri, dan vena akan bertambah sehat. Pada elemen Air, darah, ginjal, pankreas, dan otot juga akan bertambah sehat. Pada elemen Bumi, tangan, kaki, dan tulang akan bertambah sehat.</p>
<h4>Cerita Tentang Sepeda:</h4>
<p>Beberapa waktu yang lalu, saya juga pernah menulis artikel tentang manfaat wortel. Istri saya mendapat seorang pasien yang diantar oleh kakeknya yang berusia 87 tahun. Sang kakek masih sehat, matanya masih terang, dan masih bisa naik sepeda ke mana-mana. Jadi selain mengonsumsi wortel, sang kakek juga senang naik sepeda.</p>
<p>Kakek saya meninggal dalam usia 92 tahun, setelah sakit tua selama 1 bulan. Beliau juga senang naik sepeda, dan masih kuat bersepeda pada usia 90 tahun.</p>
<p>Saya pernah mengunjungi kota Saga, kota kelahiran Oshin, yang terletak di pulau Kyushu. Kota Saga berjarak kira-kira 2 jam naik mobil dari kota Fukuoka. Ini adalah kota pertama yang saya kunjungi waktu ke Jepang. Waktu itu saya mendapat tugas pelatihan dari perusahaan. Sebelum tiba, saya membayangkan Jepang sebagai negara yang modern, dan Saga adalah kota modern dengan banyak kendaraan bermotor. Ternyata Saga adalah kota kecil yang tenang, asri, dengan air sungai yang jernih, dan banyak orang yang bersepeda, terutama wanita. Mereka pergi bekerja dengan sepeda yang tersusun dengan rapi di tempat-tempat parkir.</p>
<p>Waktu saya ke Shang Hai, pemandangan yang hampir sama juga terlihat. Shang Hai telah berubah menjadi kota metropolitan dan salah satu kota terpadat dalam waktu beberapa tahun terakhir ini. Tetapi walau pun telah menjadi kota metropolitan, orang masih banyak bersepeda ketika pergi bekerja. Di sana tersedia jalur khusus untuk bersepeda. Selain mengurangi polusi di kota, sepeda juga menghemat biaya transpor, serta menyehatkan orang-orang.</p>
<p>Saat ini sulit membayangkan orang pergi bekerja dan anak-anak ke sekolah naik sepeda di Jakarta. Selain tingkat polusi yang tinggi, juga sangat berbahaya bagi mereka untuk bersepeda. Sebab tidak ada jalur khusus untuk sepeda seperti di kota-kota luar negeri.</p>
<p>Saya membayangkan, bagaimana seandainya di Jakarta ada jalur khusus untuk pengendara sepeda seperti di kota-kota besar di luar negeri. Mudah-mudahan dengan bertambahnya kesadaran akan polusi, kesehatan, dan penghematan energi, Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia mulai memikirkan jalur khusus untuk pengendara sepeda.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 ELemen dan Rahasia Kesehatan Naik Sepeda" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-rahasia-kesehatan-naik-sepeda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Mengapa Indonesia dan Malaysia Tidak Akur?</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-mengapa-indonesia-dan-malaysia-tidak-akur</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-mengapa-indonesia-dan-malaysia-tidak-akur#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 09:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen keempat Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ketiga Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen pertama Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energy Pattern of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia dan Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Kecocokan Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Kecocokan Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Energi 5 Elemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1638</guid>
		<description><![CDATA[Perbandingan Pola Energi 5 Elemen  Indonesia dan Malaysia Oleh: Aleysius H. Gondosari Teman saya Edy Zaqeus baru-baru ini mengirim artikel melalui Facebook yang isinya alasan-alasan mengapa Indonesia dan Malaysia tidak bisa akur. Peristiwa terakhir adalah mengenai Tari Pendet dari Bali yang dipromosikan oleh Malaysia. Saya tertarik untuk ikut melakukan analisa berdasarkan elemen dasar masing-masing negara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Perbandingan Pola Energi 5 Elemen  Indonesia dan Malaysia</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Teman saya Edy Zaqeus baru-baru ini mengirim artikel melalui Facebook yang isinya alasan-alasan mengapa Indonesia dan Malaysia tidak bisa akur. Peristiwa terakhir adalah mengenai Tari Pendet dari Bali yang dipromosikan oleh Malaysia. Saya tertarik untuk ikut melakukan analisa berdasarkan elemen dasar masing-masing negara, Berikut ini analisa kecocokan antara kedua negara berdasarkan analisa energi 5 Elemen.<span id="more-1638"></span></p>
<p>Tingkat kecocokan bisa dilihat dari pola energi 5 elemen, yaitu elemen-elemen dasar yang dominan antara dua pihak, baik antara 2 orang, 2 organisasi, mau pun 2 negara. Pada organisasi dan negara, elemen dominan bersifat dinamis dan bisa berubah tergantung pada pemimpin, sistem, visi, dan misi dari organisasi tersebut.</p>
<h4>Malaysia:</h4>
<p>Dari analisa energi 5 Elemen, memang ada perbedaan antara Malaysia dan Indonesia. Pola energi 5 elemen Malaysia mempunyai urutan elemen Bumi-Bumi-Bumi. Elemen pertamanya Bumi, elemen keduanya Bumi, elemen ketiganya Bumi juga. Jadi memang bersifat statis.</p>
<p>Setiap elemen termasuk Bumi mempunyai segi positif dan segi negatif. segi positifnya adalah teguh dengan pendirian dan prinsip. Segi negatifnya adalah keras kepala, tidak perduli. Jadi tergantung  mana yang lebih kuat, sisi positif atau sisi negatif. Tentu kita berharap Malaysia akan mempunyai energi positf yang lebih kuat sehingga menghargai seni, desain, dan hak cipta Indonesia.</p>
<h4>Indonesia:</h4>
<p>Indonesia saat ini mempunyai pola Energi 5 Elemen Air-Udara-Api. Elemen pertamanya Air, elemen keduanya Udara, dan elemen ketiganya Api. Bila energinya positif, maka analisa sifat energinya akan menjadi seperti ini:</p>
<ul>
<li>Air = mampu menjalin persahabatan dan kerja sama dengan negara lain</li>
<li>Udara = <span class="text_exposed_show">kondusif untuk seni, budaya, dan kreativitas seperti menulis, melukis, desain, seni. </span></li>
<li><span class="text_exposed_show">Api = mendukung, mendorong, memberi semangat dan motivasi.</span></li>
</ul>
<p>Kita juga tentu berharap energi positif Indonesia lebih kuat, sehingga hal-hal positif di atas bisa berjalan dengan baik.</p>
<h4>Tingkat Kecocokan Energi:</h4>
<p>Untuk makanan sehat, saya sudah pernah membuat Indeks Kecocokan untuk melihat kecocokan makanan sehat bagi kesehatan. Untuk makanan sehat, Indeks Kecocokan biasanya di atas 20%. Batas kecocokan yang cukup adalah di atas 20%. Tingkat kecocokan energi bisa disebut baik bila Indeks Kecocokan mencapai 50% atau lebih. Bila melihat perbandingan elemen Malaysia dan Indonesia, memang saat ini tingkat kecocokannya masih kurang, yaitu di bawah 20%.</p>
<h4>Kapan Indonesia dan Malaysia Cocok dan Akur?</h4>
<p>Apakah Indonesia dan Malaysia pernah cocok dan akur? Ternyata pernah, yaitu pada tahun 1970-an. Saat itu Malaysia banyak mengirim mahasiswa untuk belajar di Indonesia. Ketika itu elemen yang dominan di Malaysia adalah elemen Air, Udara, dan Api. Indonesia saat itu juga mempunyai elemen dominan yang sama, yaitu elemen Air, Udara, dan Api. Hal ini menyebabkan Indeks Kecocokan antara Indonesia dan Malaysia jauh di atas 50%, yaitu 80%.</p>
<p>Kita tentu berharap di masa yad. akan ada saling pengertian dan kerja sama yang lebih baik serta bermanfaat antara kedua negara sehingga Indeks Kecocokan bisa naik mencapai 50% atau lebih tinggi lagi seperti tahun 1970-an, yaitu 80%.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Kecocokan Energi" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-mengapa-indonesia-dan-malaysia-tidak-akur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

