<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>5 Elemen Untuk Kesehatan - 5 Elements Balancing &#187; Kentang Kukus</title>
	<atom:link href="http://www.5elemen.com/tag/kentang-kukus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.5elemen.com</link>
	<description>Terapi Energi 5 Elemen Untuk Kesehatan - Keseimbangan Energi Sehat - Eter Udara Api Air Bumi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 12:05:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: Kentang Mentah, Kukus, dan Goreng</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-kentang-mentah-kukus-dan-goreng</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-kentang-mentah-kukus-dan-goreng#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 04:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Positif]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Yin]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Yin]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Parkinson]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Saraf]]></category>
		<category><![CDATA[Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Energy Therapy]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Yin dan Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[kentang mentah]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Parkinson]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi-Umbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1965</guid>
		<description><![CDATA[Energi Sehat pada Kentang Mentah, Kentang Kukus, dan Kentang Goreng Oleh: Aleysius H. Gondosari Apa perbedaan kentang mentah, kentang kukus, dan kentang goreng dari sisi energi sehat? Dari pengukuran Indeks Manfaat serta Indeks Yin dan Yang, ternyata ada bedanya. Ternyata tidak semua makanan yang segar atau mentah lebih sehat dari dimasak. Kentang merupakan umbi-umbian yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Energi Sehat pada Kentang Mentah, Kentang Kukus, dan Kentang Goreng</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Apa perbedaan kentang mentah, kentang kukus, dan kentang goreng dari sisi energi sehat? Dari pengukuran Indeks Manfaat serta Indeks Yin dan Yang, ternyata ada bedanya. Ternyata tidak semua makanan yang segar atau mentah lebih sehat dari dimasak.<span id="more-1965"></span></p>
<p>Kentang merupakan umbi-umbian yang merupakan makanan sehat untuk elemen pertama Bumi. Kentang mempunyai 3 macam energi mineral dari 6 macam yang dibutuhkan oleh tubuh. Mineral dibutuhkan oleh tulang, darah, otot, dan saraf. Jadi kentang bermanfaat untuk memperkuat tulang, gigi, otot, saraf, serta mencegah penyakit osteoporosis dan parkinson.</p>
<p><strong>Indeks Manfaat serta Indeks Yin dan Yang:</strong></p>
<p>Kentang mentah mempunyai Indeks Manfaat = -5, dengan Indeks Yin = -5, dan Indeks Yang = 0.</p>
<p>Kentang yang dikukus dengan air mendidih selama 20 menit mempunyai Indeks Manfaat = +4 sampai +10, dengan Indeks Yin = +2 sampai +5, dan Indeks Yang = +2 sampai +5.</p>
<p>Kentang yang digoreng mempunyai Indeks Manfaat = 0 sampai -10, dengan Indeks Yin = 0 sampai -5, dan Indeks Yang = 0 sampai -5. Hal ini tergantung lamanya kentang digoreng. Semakin lama akan semakin negatif.</p>
<p>Menurut penelitian kesehatan, makanan yang digoreng, dipanggang, atau dipanaskan pada suhu tinggi akan menghasilkan zat Akrilamida, yaitu sejenis zat yang berbahaya bagi kesehatan dan dapat memicu kanker.</p>
<p><strong>Kentang Kukus Paling Sehat:</strong></p>
<p>Dengan demikian, dari hasil pengukuran energi sehat, kentang kukus adalah yang paling sehat dengan Indeks Sehat yang positif. Selain itu juga mengandung energi Yin dan Yang yang seimbang.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-kentang-mentah-kukus-dan-goreng/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: Biskuit dan Plak Gula Darah</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-biskuit-dan-plak-gula-darah</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-biskuit-dan-plak-gula-darah#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 05:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Biskuit]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Plak]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Energy Therapy]]></category>
		<category><![CDATA[Aterosklerosis]]></category>
		<category><![CDATA[Biskuit dan Plak Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pankreas]]></category>
		<category><![CDATA[Plak Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Salam Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1930</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Biskuit terhadap Plak Gula Darah Oleh: Aleysius H. Gondosari Saya senang mengonsumsi biskuit tawar atau crackers. Saya dulu berpendapat, bahwa biskuit ini cukup sehat, karena tidak mengandung gula. Bertahun-tahun saya mengonsumsi biskuit ini bila sedang lapar ketika bekerja di kantor. Sebenarnya, bila dikonsumsi secukupnya saja, tentu tidak apa-apa. Yang menjadi masalah adalah bila dikonsumsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Pengaruh Biskuit terhadap Plak Gula Darah</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Saya senang mengonsumsi biskuit tawar atau crackers. Saya dulu berpendapat, bahwa biskuit ini cukup sehat, karena tidak mengandung gula. Bertahun-tahun saya mengonsumsi biskuit ini bila sedang lapar ketika bekerja di kantor.</p>
<p>Sebenarnya, bila dikonsumsi secukupnya saja, tentu tidak apa-apa. Yang menjadi masalah adalah bila dikonsumsi setiap hari sebagai camilan secara teratur.<span id="more-1930"></span></p>
<p><strong>Plak Gula Darah</strong></p>
<p>Setelah bertahun-tahun mengonsumsi biskuit setiap hari sebagai camilan, saya mulai merasakan akibatnya. Otot punggung dan tangan saya mulai kaku. Otot di pinggang juga mulai menjadi lemah.</p>
<p>Otot merupakan organ Elemen kedua Air. Ini berarti ada gangguan kesehatan pada organ elemen Air.</p>
<p>Ketika saya memeriksa penyebabnya pada tubuh energi, saya menemukan adanya plak. Plak adalah lapisan sisa makanan yang menempel di dalam pembuluh darah atau organ di dalam tubuh.</p>
<p>Bila menempel pada pembuluh darah, plak akan menyebabkan pembuluh darah menyempit. Ini disebut Aterosklerosis. Bila dibiarkan, suatu saat pembuluh darah akan tersumbat.</p>
<p>Di dalam tubuh saya, sudah ada 2% plak gula darah yang tersebar di pembuluh darah, otot, usus, pankreas, dan ginjal. Gula darah berasal dari karbohidrat yang tidak bisa diolah menjadi energi oleh pankreas. Rupanya inilah penyebab otot saya menjadi kaku dan lemah.</p>
<p><strong>Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana</strong></p>
<p>Saya terpaksa lebih rajin berolahraga. Saya belum menyadari bahwa biskuit menjadi penyebabnya. Secara kebetulan, teman saya bertanya tentang makanan-makanan yang dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi. Selanjutnya, dengan memeriksa perbedaan energi sehat antara makanan segar dengan yang digoreng atau dipanggang, saya akhirnya mengetahui perbedaan energi sehat antara gandum dengan biskuit. Gandum havermut masih memiliki energi sehat dengan Indeks Manfaat yang positif. Sebaliknya, biskuit telah dipanggang, sehingga telah kehilangan energi sehatnya.</p>
<p>Selain itu, dengan menggunakan Indeks Segar, saya tahu perbedaan keduanya. Ketika mengonsumsi gandum havermut, Indeks Segar pankreas hanya bernilai -0,5. Pankreas hanya lelah sedikit. Tetapi ketika mengonsumsi biskuit, Indeks Segar pankreas bisa bernilai -3 sampai -5. Ini berarti pankreas akan menjadi sangat lelah.</p>
<p>Gandum havermut utuh masih mengandung karbohidrat kompleks yang mudah dicerna oleh tubuh. Sebaliknya biskuit yang dipanggang mengandung karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh tubuh. Karena sulit dicerna oleh tubuh, akhirnya menumpuk sebagai gula darah.</p>
<p><strong>Membersihkan Plak Gula Darah</strong></p>
<p>Saya pun mulai mengganti biskuit dengan makanan lain yang lebih sehat dan mengandung karbohidrat kompleks, misalnya kentang kukus, ubi kukus, singkong kukus, serta makanan segar seperti bengkuang dan wortel. Akhirnya otot saya perlahan-lahan mulai lentur dan kuat kembali. Perlahan-lahan plak gula darah mulai berkurang. Saya berharap, suatu saat plak gula darah ini akan hilang sepenuhnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-biskuit-dan-plak-gula-darah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen: Pentingnya Mineral untuk Kesehatan</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-pentingnya-mineral-untuk-kesehatan</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-pentingnya-mineral-untuk-kesehatan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 05:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Katuk]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Gelombang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Buncis]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang-Kacangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Parkinson]]></category>
		<category><![CDATA[Pisang]]></category>
		<category><![CDATA[Saraf]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Air Liur]]></category>
		<category><![CDATA[Air Ludah]]></category>
		<category><![CDATA[Besi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Sehat 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Fosfor]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Sehat 1 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Aren]]></category>
		<category><![CDATA[Kalium]]></category>
		<category><![CDATA[Kalsium]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Magnesium]]></category>
		<category><![CDATA[Natrium]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Kesehatan Mineral]]></category>
		<category><![CDATA[Sumsum Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi-Umbian]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel Segar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1514</guid>
		<description><![CDATA[Mineral untuk Kesehatan Darah, Tulang, Sumsum Tulang, Otot, dan Saraf Oleh: Aleysius H. Gondosari Bulan Juni dan Juli 2009 yl., saya melakukan penelitian mengenai osteoporosis bersama teman saya. Osteoporosis sering menyerang wanita yang sudah melahirkan, wanita yang akan menopause, dan juga penderita diabetes. Penyebabnya adalah kekurangan mineral. Tetapi selain untuk tulang, mineral juga ternyata sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Mineral untuk Kesehatan Darah, Tulang, Sumsum Tulang, Otot, dan Saraf</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Bulan Juni dan Juli 2009 yl., saya melakukan penelitian mengenai osteoporosis bersama teman saya. Osteoporosis sering menyerang wanita yang sudah melahirkan, wanita yang akan menopause, dan juga penderita diabetes. Penyebabnya adalah kekurangan mineral. Tetapi selain untuk tulang, mineral juga ternyata sangat dibutuhkan oleh darah, sumsum tulang, otot, saraf, dan air ludah atau air liur.<span id="more-1514"></span>Mineral mempunyai frekuensi sehat 1 Hz dan  berada pada elemen Bumi. Oleh sebab itu, mineral lebih banyak ditemukan pada makanan sehat yang mengandung elemen Bumi seperti pada umbi-umbian. Tubuh manusia membutuhkan 6 mineral utama. Bila kekurangan salah satu mineral ini, tubuh akan mulai tidak sehat. Keenam mineral utama ini adalah kalsium, magnesium, fosfor, kalium, besi, natrium. Dari mineral yang terdapat di dalam tubuh, kira-kira 50% terdiri dari kalsium. Magnesium kira-kira 1/2 dari kalsium. Selanjutnya fosfor dan kalium dalam jumlah yang seimbang. Walaupun perlu, besi dan natrium hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit.</p>
<p>Dari analisa energi 5 Elemen, kebutuhan energi mineral kalsium kira-kira 25%, magnesium 15%, fosfor 15%, kalium 10%, besi 5%, natrium 5%. Sisanya terdistribusi untuk mineral-mineral lainnya.</p>
<h4>Mineral bagi Darah:</h4>
<p>Darah membutuhkan mineral untuk menjaga keseimbangan asam dan basa. Tubuh yang sehat akan bersifat sedikit basa dengan pH berkisar antara 7,0 sampai 7,4. Kekurangan mineral akan menyebabkan darah menjadi asam. Bila darah bersifat asam, penyakit mudah menyerang, termasuk penyakit kanker. Selain mineral, stres juga dapat menyebabkan darah menjadi asam. Stres membuat nafas menjadi pendek dan tidak dalam, sehingga O2 berkurang dan CO2 menumpuk di dalam darah karena tidak dikeluarkan melalui nafas yang panjang dan dalam. Jadi berhati-hatilah agar jangan sampai menderita stres. Bila stres, lakukan latihan pernafasan sehat yang panjang dan dalam.</p>
<h4>Mineral bagi Tulang:</h4>
<p>Kekurangan mineral akan menyebabkan tulang menjadi keropos atau osteoporosis, yang dimulai dari pergelangan kaki, kemudian naik ke lutut, dilanjutkan ke tulang paha. Setelah itu, naik ke tulang belakang yang dapat menyebabkan bongkok. Bila orang menderita osteoporosis, ia harus berhati-hati agar tidak sampai jatuh. Bila jatuh, tulangnya akan mudah patah. Biasanya patah pada bagian pangkal tulang paha dekat pinggul.</p>
<h4>Mineral bagi Sumsum Tulang:</h4>
<p>Sumsum tulang juga membutuhkan mineral. Bila mineral kurang, sumsum tulang juga akan berkurang, sehingga pembentukan darah merah dan darah putih akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan anemia dan leukemia.</p>
<h4>Mineral bagi Otot:</h4>
<p>Otot juga membutuhkan mineral. Bila mineral berkurang, otot akan menjadi pegal-pegal dan tidak bertenaga. Orang akan merasa lelah dan malas bergerak.</p>
<h4>Saraf:</h4>
<p>Kekurangan mineral juga akan mempengaruhi saraf. Orang yang kekurangan mineral, selain menderita osteoporosis, tangannya juga mulai bergetar, yang menjadi tanda-tanda awal gejala Parkinson.</p>
<p>Selain itu, juga bisa muncul gejala lain. Teman saya mengeluh kupingnya berdenging. Dari analisa energi 5 elemen, hal ini disebabkan oleh saraf yang kekurangan mineral.</p>
<h4>Air Liur atau Air Ludah:</h4>
<p>Air ludah juga membutuhkan mineral yang lengkap agar dapat menjaga kesehatan gigi dan menetralisir makanan asam yang kita konsumsi. Bila mineral pada air ludah tidak lengkap atau tidak cukup, gigi akan mudah keropos, dan makanan asam tidak bisa dinetralisir sehingga dapat menyebabkan gangguan pencernaan.</p>
<h4>Penyebab Kekurangan Mineral:</h4>
<p>Ada berbagai penyebab kekurangan mineral. Kekurangan mineral bisa disebabkan oleh:</p>
<ul>
<li> faktor usia sehingga daya serap mineral berkurang</li>
<li>mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam seperti goreng-gorengan, daging, telur, gula, rokok, minuman yang manis-manis, minuman ringan yang manis</li>
<li>kurang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung mineral seperti beras merah, tempe segar, kacang panjang segar, kentang kukus, wortel segar.</li>
<li>kurang berjemur pada sinar matahari pagi sehingga kekurangan vitamin D.</li>
</ul>
<h4>Cara Mengatasi Kekurangan Mineral:</h4>
<p>Untuk mengatasi kekurangan mineral, orang sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini:</p>
<ul>
<li>Meningkatkan konsumsi makanan bermineral seperti beras merah, kacang panjang segar, kentang kukus, tempe segar, wortel segar, bengkuang segar, daun katuk, buncis, gula merah atau gula aren, dan pisang. Kacang panjang mengandung 6 mineral sehat yang mudah diserap oleh tubuh, kentang mengandung 5 mineral, beras merah mengandung 5 mineral, tempe, wortel, bengkuang, buncis, dan gula merah mengandung 3 mineral. Pisang mengandung 2 mineral.</li>
<li>Berjemur di sinar matahari pagi sebelum pk. 09.00 selama 15 menit sampai 30 menit untuk memperoleh cukup vitamin D sebanyak 400 IU (International Unit).</li>
<li>Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam seperti goreng-gorengan, gula pasir, minuman manis, rokok.</li>
<li>Mengurangi stres</li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan Mineral" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-pentingnya-mineral-untuk-kesehatan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen, Indeks Lelah Pankreas, Diabetes, dan Obesitas</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-indeks-lelah-pankreas-diabetes-dan-obesitas</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-indeks-lelah-pankreas-diabetes-dan-obesitas#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 05:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Perut]]></category>
		<category><![CDATA[Bekatul]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Goreng-gorengan]]></category>
		<category><![CDATA[Gula]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Berkarbonasi]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pankreas]]></category>
		<category><![CDATA[Pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Teh Manis]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Biskuit]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Lelah Energi 5 Elemen (IL-E5E)]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Kompleks]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Tart]]></category>
		<category><![CDATA[Lontong]]></category>
		<category><![CDATA[Mie Instan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Roti Tawar]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Tape Singkong Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1416</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan antara Karbohidrat, Indeks Lelah Pankreas, Gula Darah, Diabetes, dan Kegemukan Oleh : Aleysius H. Gondosari Dalam tulisan ini, kita akan membahas hubungan antara sumber makanan karbohidrat, pankreas, gula darah, diabetes, dan obesitas atau kegemukan. Tulisan berikut ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang membahas tentang karbohidrat sehat dan yang tidak sehat. Karbohidrat sehat atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Hubungan antara Karbohidrat, Indeks Lelah Pankreas, Gula Darah, Diabetes, dan Kegemukan</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Dalam tulisan ini, kita akan membahas hubungan antara sumber makanan karbohidrat, pankreas, gula darah, diabetes, dan obesitas atau kegemukan. Tulisan berikut ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang membahas tentang karbohidrat sehat dan yang tidak sehat. Karbohidrat sehat atau karbohidrat kompleks terdapat pada makanan yang belum mengalami panas yang berlebihan, dan pada makanan yang difermentasi. Karbohidrat tidak sehat atau karbohidrat sederhana terdapat pada makanan yang sudah diolah dengan panas yang tinggi. Pankreas kita tidak akan kelelahan bila memproses karbohidrat kompleks menjadi energi. Tetapi pankreas akan kelelahan ketika harus memproses karbohidrat sederhana, sehingga tidak semuanya bisa diubah menjadi energi. Sebagian akan tetap menjadi gula darah yang mengendap di dalam darah. Hal ini akan mengakibatkan diabetes dan kegemukan. Untuk mengukur tingkat kelelahan pankreas, kita akan menggunakan Indeks Lelah Energi 5 Elemen (IL-E5E) dan Unit Energi Karbohidrat (UE-KB).<span id="more-1416"></span></p>
<h4>Indeks Lelah Energi 5 Elemen (IL-E5E) dari Pankreas:</h4>
<p>Karbohidrat sehat merupakan zat makanan yang dibutuhkan oleh elemen Air. Kita akan membandingkan berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat, dengan jumlah energi yang sama. Sebagai perbandingan, kita akan menggunakan referensi 1 sendok makan gula pasir yang mengandung kira-kira 5 Unit Energi Karbohidrat. Manusia rata-rata memerlukan 1o Unit Energi Karbohidrat setiap hari. Dengan demikian, sebetulnya kita tidak boleh mengkonsumsi terlalu banyak gula setiap hari.</p>
<p><em><strong>Gula, Teh Manis, Minuman Berkarbonasi:</strong></em></p>
<ul>
<li>1 sendok gula: Indeks Lelah pankreas = +5</li>
<li>Teh manis dengan 1 sendok gula: Indeks Lelah pankreas = +5</li>
<li>Minuman berkarbonasi 1/2 gelas: Indeks Lelah pankreas = +5</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan Fermentasi:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 kg tape singkong segar: Indeks Lelah pankreas = +0,0002</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Masih Segar:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 sendok bekatul dicampur air minum: Indeks Lelah pankreas = +0,0004</li>
<li>1/2 buah wortel: Indeks Lelah pankreas = + 0,0004</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Dikukus:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 piring nasi kukus: Indeks Lelah pankreas = +0,003</li>
<li>1 buah ketupat: Indeks Lelah pankreas = +0,003</li>
<li>1 buah lontong: Indeks Lelah pankreas = +0,003</li>
<li>1/2 buah kentang kukus: Indeks Lelah pankreas = +0,003</li>
<li>1/2 buah ubi kukus: Indeks Lelah pankreas = +0,003</li>
<li>sepotong singkong kukus: Indeks Lelah pankreas = +0,003</li>
<li>1/2 sendok harvermut dicampur dengan air panas: Indeks Lelah pankreas = +0,003</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Direbus:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 piring nasi yang dimasak dengan rice cooker: Indeks Lelah pankreas = +1</li>
<li>1/2 buah kentang rebus: Indeks Lelah pankreas = +0,5</li>
<li>1/2 buah ubi rebus: Indeks Lelah pankreas = + 0,5</li>
<li>sepotong singkong rebus: Indeks Lelah pankreas = + 0,5</li>
<li>1/2 bungkus mie instan: Indeks Lelah pankreas = +0,5</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Digoreng:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 buah kentang goreng: Indeks Lelah pankreas = +3</li>
<li>1/2 buah ubi goreng: Indeks Lelah pankreas = +3</li>
<li>sepotong singkong goreng: Indeks Lelah pankreas = +3</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Diproses (dipanggang):</strong></em></p>
<ul>
<li>2 potong roti tawar: Indeks Lelah pankreas = +3</li>
<li>1 potong biskuit: Indeks Lelah pankreas = +3</li>
<li>1 potong kue tart: Indeks Lelah pankreas = +3</li>
</ul>
<p>Dari informasi di atas, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa dengan makanan yang setara dengan 5 Unit Energi Karbohidrat, Indeks Lelah pankreas berbeda-beda. Pankreas paling mudah memproses makanan yang difermentasi, selanjutnya adalah makanan segar seperti bekatul, dilanjutkan dengan makanan yang dikukus, selanjutnya makanan yang direbus, dan yang paling sulit dicerna adalah makanan yang digoreng seperti kentang dan singkong, makanan yang dipanggang seperti roti dan biskuit, serta makanan yang sudah diproses seperti gula.</p>
<h4>Waktu Yang Diperlukan oleh Karbohidrat Menjadi Gula Darah dan Diubah Menjadi Energi:</h4>
<p>Di sini kita akan melihat waktu yang diperlukan oleh masing-masing makanan yang mengandung karbohidrat untuk diubah menjadi gula darah di dalam darah, dan waktu yang diperlukan oleh gula darah tersebut untuk diubah menjadi energi yang disimpan di dalam otot. Bila gula darah cepat diubah menjadi energi, berarti tidak akan terjadi penumpukan gula darah di dalam darah. Tetapi bila memerlukan waktu yang lama, maka akan terjadi penumpukan gula darah yang mengakibatkan naiknya kadar gula darah di dalam darah.</p>
<p><strong><em>Gula, Teh Manis, Minuman Berkarbonasi:</em></strong></p>
<ul>
<li>1 sendok gula menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 140 menit.</li>
<li>Teh manis dengan 1 sendok gula = minum berkarbonasi 1/2 gelas: menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 140 menit.</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan Fermentasi:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 kg tape singkong menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 3 menit.</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan Segar:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 sendok bekatul menjadi gula darah = 3 menit.  Dari gula darah menjadi energi = 3 menit.</li>
<li>1/2 buah wortel segar: menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 3 menit.</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Dikukus:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 piring nasi kukus menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 3 menit.</li>
<li>1 buah ketupat = 1 buah lontong: menjadi gula darah = 3 menit. Menjadi energi = 3 menit.</li>
<li>1/2 buah kentang kukus = 1/2 buah ubi kukus = sepotong singkong kukus: menjadi gula darah = 3 menit. Menjadi energi = 3 menit.</li>
<li>1/2 buah wortel kukus: menjadi gula darah = 3 menit. Menjadi energi = 3 menit.</li>
<li>1/2 sendok gandum havermut dicampur air panas: menjadi gula darah = 3 menit. Menjadi energi = 3 menit.</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Direbus:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 piring nasi dari rice cooker: menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 20 menit.</li>
<li>1/2 buah kentang rebus = 1/2 buah ubi rebus = sepotong singkong rebus: menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 20 menit.</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Digoreng:</strong></em></p>
<ul>
<li>1/2 buah kentang goreng = 1/2 buah ubi goreng = sepotong singkong goreng: menjadi gula darah = 3 menit. Dari gula darah menjadi energi = 60 menit.</li>
</ul>
<p><em><strong>Makanan yang Diproses (Dipanggang):</strong></em></p>
<ul>
<li>2 potong roti tawar: menjadi gula darah = 3 menit. Menjadi energi = 60 menit.</li>
<li>1 potong biskuit: menjadi gula darah = 3 menit. Menjadi energi = 60 menit.</li>
</ul>
<p>Dari data-data di atas, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa semua makanan cepat diubah menjadi gula darah. Tetapi untuk menjadi energi, perlu waktu yang berbeda-beda. Makanan fermentasi dan makanan segar merupakan sumber makanan yang cepat diubah menjadi energi. Semakin tinggi pemanasan pada makanan, akan menyebabkan semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi. Makanan yang memerlukan waktu yang paling lama untuk menjadi energi adalah makanan yang digoreng dan dipanggang, serta gula.</p>
<h4>Makanan yang Dapat menyebabkan Diabetes dan Obesitas:</h4>
<p>Dari data-data di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa makanan yang dapat menyebabkan gula darah tinggi dan kegemukan adalah makanan yang mengalami pemanasan yang tinggi seperti digoreng, dipanggang, serta gula dan minuman manis.</p>
<p>Oleh sebab itu, untuk mengurangi gula darah dan kegemukan, sebaiknya kita lebih banyak mengkonsumsi makanan segar, makanan fermentasi, dan makanan yang dikukus.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-indeks-lelah-pankreas-diabetes-dan-obesitas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen, Karbohidrat Kompleks, dan Diabetes</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Perut]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Katuk]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/2 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Gelombang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pankreas]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Bekatul]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Sehat 1/2 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Gula]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Insulin]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Kompleks]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Lontong]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat Elemen Air]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Salam Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Tape Singkong Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi-Umbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1408</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana terhadap Gula Darah dan Diabetes Oleh : Aleysius H. Gondosari Belum lama ini, saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai efek dari nasi putih, bekatul, nasi beras merah, dan tape singkong terhadap gula darah dan diabetes. Hal ini menyadarkan saya, bahwa pengertian karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sebenarnya cukup rumit untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Pengaruh Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana terhadap Gula Darah dan Diabetes</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Belum lama ini, saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai efek dari nasi putih, bekatul, nasi beras merah, dan tape singkong terhadap gula darah dan diabetes. Hal ini menyadarkan saya, bahwa pengertian karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sebenarnya cukup rumit untuk ditafsirkan dan diterapkan. Saya akan membahasnya dalam 2 tulisan.<span id="more-1408"></span></p>
<p>Karbohidrat merupakan zat dari elemen ke-2, yaitu elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Karbohidrat Kompleks yang sehat mempunyai frekuensi sehat 1/2 Hz, sedangkan Karbohidrat Sederhana yang sudah rusak mempunyai frekuensi 2 &#8211; 3 Hz.</p>
<p>Makanan yang banyak mengandung karbohidrat umumnya mempunyai elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Makanan yang mengandung elemen Air di antaranya adalah biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian.</p>
<p>Proses pemanasan dalam memasak makanan merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. Proses pemanasan menjadi penting, karena dapat mengubah karbohidrat kompleks yang sehat menjadi karbohidrat sederhana yang berbahaya untuk kesehatan. Sebagai contoh, untuk mengkonsumsi beras putih, kita mempunyai beberapa alternatif, yaitu dikonsumsi sebagai bekatul, sebagai ketupat dan lontong, sebagai nasi kukus, dan sebagai nasi putih yang dimasak dengan rice cooker.</p>
<h4>Bekatul, Nasi Putih dengan Rice Cooker, Nasi Kukus, Ketupat, dan Lontong:</h4>
<p>Bekatul merupakan tepung beras yang masih murni, dan belum kehilangan kulit arinya. Selain itu, untuk mengkonsumsi bekatul, tidak perlu dipanaskan seperti nasi putih. Dari proses pembuatan bekatul dan proses menjadi makanan, bekatul dapat dikatakan sehat, karena tidak kehilangan nutrisi sehat dan tidak mengalami pemanasan. Ini adalah cara yang paling sehat untuk mengkonsumsi beras.</p>
<p>Berbeda dengan bekatul, Beras putih telah mengalami proses penggilingan dan proses pemutihan. Hal ini akan membuat beras putih kehilangan kulit ari yang bernilai nutrisi tinggi.</p>
<p>Setelah itu, kita biasanya memasak di alat masak listrik rice cooker yang temperaturnya cukup tinggi, yaitu di atas 100 derajat C. Hal ini akan merusak zat gizi karbohidrat kompleks dan mengubahnya menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh tubuh. Pankreas harus menghasilkan insulin yang jauh lebih banyak untuk memproses karbohidrat sederhana menjadi energi yang dapat disimpan di dalam darah. Bila pankreas menjadi lelah dan tidak dapat membuat cukup insulin, sebagian karbohidrat sederhana akan tetap menjadi gula darah di dalam darah.</p>
<p>Cara lain untuk memasak nasi kukus dengan cara memasaknya di panci sampai setengah masak, kemudian dikukus. Hal ini akan membuat sebagian besar karbohidrat kompleks tetap terjaga.</p>
<p>Bila beras putih dibuat menjadi ketupat atau lontong, ia tidak mengalami panas seperti dimasak dalam rice cooker, karena tertutup daun. Dalam kondisi ini, sebagian besar karbohidrat kompleks masih tetap utuh dan mudah dicerna oleh tubuh.</p>
<p>Jadi untuk mengkonsumsi beras putih tanpa merusak karbohidrat kompleks, kita dapat mengkonsumsinya sebagai bekatul, ketupat, lontong, atau nasi kukus. Nasi yang dimasak dengan rice cooker akan mengalami panas tinggi sehingga karbohidrat kompleks berubah menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh pankreas untuk dijadikan energi dalam darah.</p>
<h4>Air Tajin Beras Merah:</h4>
<p>Air tajin beras merah dibuat dari beras merah yang direndam dalam air yang banyak. 1 sendok beras merah dapat dicampur dengan 2,5 gelas air putih. Kemudian dididihkan. Perlu waktu 3 &#8211; 5 menit untuk mendidih. Setelah mendidih, apinya dikecilkan, dan dibiarkan selama 10 menit. Setelah itu dimatikan. Dengan cara ini, air tajin beras merah akan tetap mengandung karbohidrat kompleks yang sehat. Nasi beras merah yang dihasilkan juga masih mengandung karbohidrat kompleks sehingga tidak menaikkan kadar gula darah.</p>
<p>Bila beras merah dimasak dengan rice cooker, efek yang sama dengan nasi putih akan muncul, yaitu akan terjadi perubahan dari karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.</p>
<h4>Gula:</h4>
<p>Gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya bagi tubuh. Gula merupakan makanan yang sulit dicerna oleh pankreas, dan dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah. Oleh sebab itu, kita sebaiknya membatasi penggunaan gula seminimal mungkin.</p>
<h4>Gandum Havermut:</h4>
<p>Havermut dalam bentuk gandum yang masih utuh, merupakan sumber karbohidrat kompleks yang sehat. Tentu saja kita sebaiknya tidak menggunakan gula yang banyak, karena gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya.</p>
<h4>Tape Singkong Segar:</h4>
<p>Tape singkong merupakan hasil fermentasi dari singkong kukus atau singkong rebus. Fermentasi merupakan teknik pengawetan makanan secara tradisional. Menurut penelitian, fermentasi yang tepat akan membuat zat-zat makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh. Jadi tape singkong segar akan mudah dicerna oleh pankreas menjadi energi, sehingga tidak akan menaikkan kadar gula darah di dalam darah.</p>
<p>Bila tape singkong dibakar, hal ini akan mengubah karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Jadi sebaiknya tape singkong dimakan segar.</p>
<h4>Daun Katuk, Daun Singkong, Daun Pepaya:</h4>
<p>Ketiga jenis sayur-sayuran ini merupakan sumber karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Karena biasanya daun-daunan ini hanya dikukus atau direbus, maka karbohidrat kompleks-nya tidak rusak, tetap utuh, dan menyehatkan tubuh dan darah.</p>
<h4>Wortel, Kentang Kukus, Ubi Kukus, Singkong Kukus, Jagung Kukus:</h4>
<p>Keempat makanan ini juga dapat menghasilkan karbohidrat kompleks yang cukup banyak. Wortel dapat dimakan segar sehingga tidak perlu dimasak. Ketiga makanan yang lain perlu dimasak dengan cara dikukus. Bila dikukus selama 10 &#8211; 15 menit,  karbohidratnya tidak rusak, dan tetap menyehatkan bagi tubuh dan darah. Tetapi bila digoreng, maka karbohidratnya akan rusak menjadi karbohidrat sederhana. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah.</p>
<h4>Indeks Lelah Energi 5 Elemen untuk Pankreas:</h4>
<p>Dalam tulisan berikutnya, saya akan menggunakan Indeks Lelah Energi 5 Elemen (IL-E5E), untuk mengukur tingkat kelelahan Pankreas dalam memproses karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Makanan Sehat Untuk Elemen Bumi: Tulang, Kulit, Kaki, Tangan</title>
		<link>http://www.5elemen.com/rahasia-makanan-sehat-untuk-elemen-bumi-tulang-kulit-kaki-tanga</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/rahasia-makanan-sehat-untuk-elemen-bumi-tulang-kulit-kaki-tanga#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 04:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Gelombang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Kecocokan]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Buncis]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Ercis]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Kapri]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang-Kacangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Asam Urat]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Sehat 1 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Kecocokan IM-E5E]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat (IM-E5E)]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Kedele]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Lobak Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Parkinson]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Rambut]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Talas Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Ungu]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi-Umbian]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel Segar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Frekuensi Sehat dan Makanan Sehat Untuk Elemen Bumi : Organ Kaki, Tangan, Tulang, Gigi, Rambut, Kulit Oleh : Aleysius H. Gondosari Makanan sehat untuk elemen Bumi akan menyehatkan organ kaki, tangan, tulang, gigi, rambut, kulit. Hal ini disebabkan makanan sehat elemen Bumi banyak mengandung mineral yang diperlukan oleh organ-organ di atas. Bumi merupakan elemen ke-1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Frekuensi Sehat dan Makanan Sehat Untuk Elemen Bumi : Organ Kaki, Tangan, Tulang, Gigi, Rambut, Kulit</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Makanan sehat untuk elemen Bumi akan menyehatkan organ kaki, tangan, tulang, gigi, rambut, kulit. Hal ini disebabkan makanan sehat elemen Bumi banyak mengandung mineral yang diperlukan oleh organ-organ di atas. Bumi merupakan elemen ke-1 atau pertama. Frekuensi sehat elemen Bumi adalah 1 Hz. Oleh sebab itu, elemen Bumi memerlukan makanan sehat dengan frekuensi 1 Hz juga.<span id="more-785"></span></p>
<h4>Penyakit pada Elemen Bumi :</h4>
<p>Penyakit yang dapat diatasi oleh makanan sehat elemen Bumi adalah penyakit akibat dari endapan racun dan zat-zat yang mengendap pada elemen bumi, serta akibat kekurangan mineral, yaitu :</p>
<ul>
<li>Asam Urat dan sakit kaki pada ginjal, kaki, dan tangan</li>
<li>Osteoporosis</li>
<li>Diabetes atau Gula Darah tinggi</li>
<li>Parkinson</li>
</ul>
<p>Diabetes yang berat dapat menyebabkan osteoporosis juga. Pada tahap tertentu, osteoporosis akan menyebabkan Parkinson.</p>
<h4>Makanan Sehat Elemen Bumi :</h4>
<p>Elemen Bumi mempunyai frekuensi sehat = 1 Hz. Mineral juga mempunyai frekuensi sehat = 1 Hz. Makanan sehat yang banyak mengandung mineral dengan frekuensi sehat 1 Hz umumnya adalah akar, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.  Yang termasuk umbi-umbian adalah wortel, bengkuang, singkong, ubi ungu, ubi merah, ubi putih, kentang, dan talas. Sedangkan yang termasuk kacang-kacangan adalah kacang panjang, buncis, ercis, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele, dan kacang kapri.</p>
<p>Makanan sehat elemen bumi pada umumnya terdiri dari akar dan umbi-umbian, karena banyak mengandung mineral, yaitu wortel, bengkuang, singkong, ubi ungu, ubi merah, ubi putih, kentang, dan talas.</p>
<h4>Indeks Manfaat (IM-E5E) dan Indeks Kecocokan (IK-E5E) Umbi-Umbian:</h4>
<ul>
<li><em>Bengkuang </em>(Frekuensi = 1/6 Hz, 1/5 Hz, 1/4 Hz)<em> = </em>Indeks Manfaat<em> = <strong>+30 s/d +50</strong></em><em>, </em>Indeks Kecocokan<em> =</em> +60%<em>. </em>Selain kaki, juga dapat menyehatkan organ reproduksi.<em><br />
</em></li>
<li> Kentang : IM = +15 s/d +30, IK = +50%</li>
<li> Lobak Putih : IM =  +10 s/d +20, IK = +40%</li>
<li> Singkong : IM = +5 s/d +15, IK = +30%</li>
<li> Talas : IM = +5 s/d +15, IK = +30%</li>
<li> Ubi Merah : IM = +15 s/d +25, IK = +30%</li>
<li> Ubi Putih : IM = +5 s/d +15, IK = +40%</li>
<li> Ubi Ungu : IM = +20 s/d +30, IK = +50%</li>
<li> <em>Wortel </em>(frekuensi = 1/6 Hz, 1/5 Hz, 1/4 Hz, 1/3 Hz, 1/2 Hz, 1 Hz) : IM<em> = <strong>+40 s/d +60</strong>, </em>IK = +40%. Selain menyehatkan ginjal dan kaki dari asam urat, juga dapat menyehatkan otak dan mata.</li>
</ul>
<h4>Indeks Manfaat dan Indeks Kecocokan Kacang-Kacangan:</h4>
<p>Karena mempunyai protein yang tinggi, sebaiknya kacang-kacangan tidak digoreng, tetapi cukup dimakan segar, dikukus, atau direbus. Bila digoreng, protein tersebut akan berubah menjadi asam urat.</p>
<ul>
<li>Kacang Panjang : Indeks Manfaat = <strong><em>+30 s/d +50</em></strong>, Indeks Kecocokan = 100%</li>
<li>Kacang Buncis : IM = +10, IK = 50%</li>
<li>Kacang Ercis : IM = +5, IK = +20%</li>
<li>Kacang Hijau : IM = +10, IK = +20%</li>
<li>Kacang Kedele : IM = +15, IK = +20%</li>
<li>Kacang Kapri : IM = +10. IK = +20%</li>
<li>Kacang Merah : IM = +10, IK = +20%</li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Selalu</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen Dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/rahasia-makanan-sehat-untuk-elemen-bumi-tulang-kulit-kaki-tanga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen, Autis, dan Attention Deficiency</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-autis-dan-attention-deficiency</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-autis-dan-attention-deficiency#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 06:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Alpukat]]></category>
		<category><![CDATA[Apel Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Buah-Buahan]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-6 Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Kecocokan]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang-Kacangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Lobak Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Mentimun]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tape]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Attention Deficiency]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-1]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-4]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-6]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Keenam]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/4 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/6 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Mentimun Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Pepaya Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Sawo]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Yoghurt]]></category>
		<category><![CDATA[Tape Singkong Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel Segar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan antara Energi 5 Elemen, Frekuensi Sehat, Autis, dan Attention Deficiency Oleh : Aleysius H. Gondosari Pagi ini, teman saya menelepon, mengabarkan bahwa menurut dokter, anaknya menderita Attention Deficiency (AD). Memang anaknya sejak kecil sulit berkonsentrasi, sehingga ia menyangka anaknya menderita Autis. Saya mencoba menganalisa perbedaan antara Autis dan AD berdasarkan energi 5 Elemen. Attention [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Hubungan antara Energi 5 Elemen, Frekuensi Sehat, Autis, dan Attention Deficiency</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Pagi ini, teman saya menelepon, mengabarkan bahwa menurut dokter, anaknya menderita Attention Deficiency (AD). Memang anaknya sejak kecil sulit berkonsentrasi, sehingga ia menyangka anaknya menderita Autis.<span id="more-1344"></span></p>
<p>Saya mencoba menganalisa perbedaan antara Autis dan AD berdasarkan energi 5 Elemen.</p>
<h4>Attention Deficiency (AD) :</h4>
<p>Penderita AD akan sulit berkonsentrasi. Pada penderita AD, frekuensi otak pada elemen Kesadaran mencapai 4 Hz. Demikian pula frekuensi pada elemen Bumi, juga mencapai 4 Hz. Hal ini yang menyebabkan penderita AD sulit berkonsentrasi.</p>
<p>Dalam kondisi normal, frekuensi sehat pada elemen Kesadaran seharusnya 1/6 Hz (jauh lebih lambat dari 4 Hz), dan pada elemen Bumi seharusnya hanya 1 Hz (juga lebih lambat dari 4 Hz). Kondisi frekuensi dasar yang normal ini membuat orang menjadi tenang dan mudah berkonsentrasi.</p>
<h4>Autis:</h4>
<p>Penderita Autis, di samping sulit berkonsentrasi, juga tidak dapat mengontrol emosinya sehingga emosinya tidak stabil dan dapat meledak. Pada penderita Autis, frekuensi otak pada elemen Kesadaran mencapai 2 Hz. Demikian pula frekuensi pada elemen Bumi, juga mencapai 2 Hz. Selain itu, frekuensi pada elemen Udara juga lebih cepat dan mencapai 2 Hz.</p>
<p>Dalam kondisi normal, frekuensi sehat elemen Kesadaran seharusnya hanya 1/6 Hz, elemen Udara seharusnya hanya 1/4 Hz, dan frekuensi elemen Bumi hanya 1 Hz.</p>
<p>Hal ini menjelaskan, mengapa walaupun pada penderita autis frekuensinya lebih rendah dari penderita AD, tetapi penderita Autis lebih sering mengamuk. Sebab frekuensi elemen Udara ikut terganggu menjadi 2 Hz. Organ pada elemen Udara adalah jantung dan paru-paru.</p>
<h4>Penyebab Autis dan Attention Deficiency:</h4>
<p>Salah satu penyebab penyakit ini adalah imunisasi dalam kondisi tubuh tidak fit. Jadi bila anak atau bayi ingin diimunisasi, sebaiknya dalam kondisi sehat atau fit. Sebab imunisasi sebenarnya adalah memasukkan virus penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh si bayi atau si anak, dengan asumsi tubuh akan mampu membentuk antibodi pada saat melawan virus yang sudah lemah ini. Antibodi baru bisa terbentuk sempurna bila kondisi tubuh dalam kondisi sehat atau fit.</p>
<h4>Makanan Sehat untuk Elemen ke-6 : Kesadaran</h4>
<p>Makanan sehat untuk elemen Kesadaran diperlukan oleh penderita Autis dan AD. Makanan sehat untuk elemen Kesadaran perlu mempunyai frekuensi 1/6 Hz, yaitu :</p>
<ul>
<li>Tempe segar : Indeks Manfaat = +10, Indeks Kecocokan = +50%</li>
<li>Tape singkong segar = +20, +30%</li>
<li>Susu Fermentasi (yoghurt) = +10, 20%</li>
<li>Mentimun segar = +5, +30%</li>
<li>Pepaya segar (+5, +30%)</li>
<li>Wortel segar (+20, +50%)</li>
</ul>
<h4>Makanan Sehat untuk Elemen Ke-1 : Bumi</h4>
<p>Makanan Sehat elemen Bumi diperlukan oleh penderita Autis dan AD. Makanan sehat untuk elemen Bumi perlu mempunyai frekuensi sehat 1 Hz, yaitu:</p>
<ul style="text-align: left;">
<li>Kacang Panjang segar atau dikukus : Indeks Manfaat = +30, Indeks Kecocokan = +30%</li>
<li>Bengkuang segar = +20, +30%</li>
<li>Kentang dikukus = +10, +50%</li>
<li>Singkong dikukus = +10, +50%</li>
<li>Ubi dikukus = +10, +30%</li>
<li>Lobak putih = +15, +30%</li>
<li>Wortel  segar atau diblender (wortel mempunyai frekuensi mulai dari 1/6 Hz s/d 1 Hz) = +10, +30%</li>
</ul>
<h4>Makanan Sehat Elemen Ke-4 : Udara</h4>
<p>Makanan sehat elemen Udara terutama diperlukan oleh penderita Autis. Makanan sehat elemen Udara perlu mempunyai frekuensi sehat 1/4 Hz, yaitu:</p>
<ul>
<li>Tempe segar (tempe mempunyai frekuensi sehat 1/6 Hz, 1/5 Hz, 1/4 Hz) = +10, +50%</li>
<li>Beras merah atau air tajin beras merah (beras merah mempunyai frekuensi sehat 1/5 Hz, 1/4 Hz, dan 1/3 Hz) = +10, +30%</li>
<li>Apel merah = +10, +30%</li>
<li>Sawo = +30, +50%</li>
<li>Alpukat = +30, +20%</li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-autis-dan-attention-deficiency/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

