<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>5 Elemen Untuk Kesehatan - 5 Elements Balancing &#187; Resep Air Tajin Beras Merah</title>
	<atom:link href="http://www.5elemen.com/tag/resep-air-tajin-beras-merah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.5elemen.com</link>
	<description>Terapi Energi 5 Elemen Untuk Kesehatan - Keseimbangan Energi Sehat - Eter Udara Api Air Bumi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2011 12:05:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: pH, Daya Tahan, Vaksin, dan Antibodi</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-ph-daya-tahan-vaksin-dan-antibodi</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-ph-daya-tahan-vaksin-dan-antibodi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 04:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Amandel]]></category>
		<category><![CDATA[Antibodi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Buah Kemuning]]></category>
		<category><![CDATA[Daya Tahan]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenjar Getah Bening]]></category>
		<category><![CDATA[Leher Tenggorokan]]></category>
		<category><![CDATA[pH]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Energy Therapy]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Kemuning]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh pH Terhadap Daya Tahan Tubuh dan Pembentukan Antibodi Oleh: Aleysius H. Gondosari pH darah dan tubuh ternyata sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh terhadap penyakit serta kemampuan membentuk antibodi. Daya tahan akan lebih kuat bila pH dalam kondisi basa 7,4. Demikian pula, antibodi lebih mudah terbentuk dalam kondisi pH 7,4. pH dan Daya Tahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Pengaruh pH Terhadap Daya Tahan Tubuh dan Pembentukan Antibodi</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>pH darah dan tubuh ternyata sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh terhadap penyakit serta kemampuan membentuk antibodi. Daya tahan akan lebih kuat bila pH dalam kondisi basa 7,4. Demikian pula, antibodi lebih mudah terbentuk dalam kondisi pH 7,4.<span id="more-2009"></span></p>
<p><strong>pH dan Daya Tahan Terhadap Penyakit:</strong></p>
<p>Kelenjar getah bening dan amandel merupakan organ yang menentukan untuk daya tahan tubuh terhadap penyakit. Kedua organ ini terdapat pada elemen kelima Eter. Kondisi pH sangat menentukan kemampuan organ ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh.</p>
<p>Berikut hasil analisis En ergi 5 Elemen terhadap kemampuan daya tahan tubuh terhadap penyakit:</p>
<ul>
<li>pH 7,4: +50%, kemungkinan sakit mendekati 0%.</li>
<li>pH 7,3: +25%, kemungkinan sakit = 5%</li>
<li>pH 7,2: +5%, kemungkinan sakit = 10%</li>
<li>pH 7,1: 0%, kemungkinan sakit = 15%</li>
<li>pH 7,0: -5%, kemungkinan sakit = 20%</li>
<li>pH 6,9: -10%, kemungkinan sakit = 30%</li>
<li>pH 6,8: -10%, kemungkinan sakit = 30%</li>
</ul>
<p>Terlihat bahwa dalam kondisi pH 7,4, daya tahan tubuh terhadap penyakit mencapai +50%. Kemungkinan terkena penyakit hampir 0%. Semakin rendah pH-nya, atau semakin asam darah dan tubuh kita, kemungkinan terkena penyakit semakin besar, hingga mencapai 30%.</p>
<p><strong>pH dan Pembentukan Antibodi:</strong></p>
<p>Pengaruh pH terhadap pembentukan antibodi juga hampir sama. Antibodi bisa terbentuk secara alami, atau bisa terbentuk bila diberi vaksin. Tetapi hal ini dipengaruhi juga oleh kondisi pH darah dan tubuh. Bila kondisi pH darah dan tubuh berada pada 7,4, antibodi akan lebih mudah terbentuk.</p>
<ul>
<li>pH 7,4: +50%</li>
<li>pH 7,3: +25%</li>
<li>pH 7,2: 0%</li>
<li>pH 7,1: -5%</li>
<li>pH 7,0: -5%</li>
<li>pH 6,9: -5%</li>
<li>pH 6,8: -5%</li>
</ul>
<p>Dari analisis Energi 5 Elemen, terlihat bahwa antibodi akan lebih mudah terbentuk pada kondisi pH 7,4 atau 7,3. Di bawah itu, antibodi semakin sulit terbentuk. Akibatnya, orang yang terkena penyakit akan semakin sulit sembuh.</p>
<p><strong>Pemberian Vaksin pada Bayi, Autis, dan Autoimun:</strong></p>
<p>Dari analisis energi di atas, sebaiknya pemberian vaksin pada bayi dilakukan dengan kondisi pH 7,4 atau 7,3. Bila di bawah itu, antibodi sulit terbentuk. Vaksin yang diberikan akan terus berada di dalam tubuh selama bertahun-tahun, karena tubuh tidak mampu membentuk antibodi. Akibat sampingannya bisa terjadi gejala Autis atau Autoimun.</p>
<p><strong>Terbentuknya Antibodi pada Penderita Autis:</strong></p>
<p>Seorang anak teman saya menderita autis bertahun-tahun. Penyebabnya karena antibodinya tidak bisa terbentuk, dan vaksin masih ada di tubuhnya selama bertahun-tahun sebanyak 5%. Setelah mengonsumsi makanan sehat, dibantu dengan air tajin beras merah, antibodi mulai terbentuk dan vaksin berkurang. Setelah 6 bulan, antibodi sudah terbentuk 4%, dan vaksin berkurang menjadi hanya 1%. Anaknya juga mengaku sudah lebih mudah berkonsentrasi ketika belajar. Saat ini, antibodi sudah terbentuk 5%, dan vaksin sudah tidak ada lagi.</p>
<p><strong>Terbentuknya Antibodi pada Penderita Hepatitis B:</strong></p>
<p>Seorang teman saya menderita hepatitis B. Saat itu, pH darahnya dalam kondisi 7,2. Antibodinya tidak bisa terbentuk. Setelah mengonsumsi makanan sehat, pH darahnya meningkat menjadi 7,4 dan antibodi mulai terbentuk. Setelah mengonsumsi buah kemuning 1 &#8211; 2 buah setiap hari selama 3 minggu, antibodinya semakin cepat terbentuk. Setelah 6 bulan, antibodinya sudah terbentuk 5%.</p>
<p>Buah kemuning memang merupakan makanan sehat elemen Api, yang cocok untuk menyehatkan hati, yaitu organ pada elemen Api. Buah kemuning cukup dikonsumsi 1 &#8211; 2 buah selama 3 minggu setiap hari. Setelah itu, dosisnya boleh dikurangi menjadi 3x seminggu atau 2x seminggu.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-ph-daya-tahan-vaksin-dan-antibodi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: Bayi dan Vaksinasi</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-bayi-dan-vaksinasi</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-bayi-dan-vaksinasi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 14:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Attention Deficiency]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Therapy Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Antibodi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat Elemen Eter]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Salam Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[tape Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1926</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Bayi Sebaiknya Cukup Sehat Sebelum Menerima Vaksinasi Oleh: Aleysius H. Gondosari Saya mengamati kondisi anak sepupu serta anak teman saya yang terkena autis. Anak-anak ini memperoleh vaksinasi ketika kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Mengapa demikian? Apa yang sebenarnya terjadi setelah vaksinasi? Dan apa yang terjadi selanjutnya? Vaksinasi untuk Membentuk Antibodi Secara teoritis, bila seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Mengapa Bayi Sebaiknya Cukup Sehat Sebelum Menerima Vaksinasi</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Saya mengamati kondisi anak sepupu serta anak teman saya yang terkena autis. Anak-anak ini memperoleh vaksinasi ketika kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Mengapa demikian? Apa yang sebenarnya terjadi setelah vaksinasi? Dan apa yang terjadi selanjutnya?<span id="more-1926"></span></p>
<p><strong>Vaksinasi untuk Membentuk Antibodi<br />
</strong></p>
<p>Secara teoritis, bila seseorang memperoleh vaksinasi, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi. Vaksin adalah virus atau bibit penyakit yang dilemahkan. Dengan demikian, bila disuntikkan di dalam tubuh seseorang, tubuhnya akan memberikan reaksi dengan membentuk antibodi yang dapat mengalahkan virus atau bibit penyakit yang bersangkutan. Ini tentu dengan asumsi bahwa orang tersebut mempunyai daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Tetapi kenyataannya, tidak semua orang mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Demikian pula dengan bayi.</p>
<p><strong>Apakah Antibodi Selalu Terbentuk Setelah Vaksinasi?</strong></p>
<p>Anak sepupu saya hampir tidak memperoleh ASI sejak bayi, karena ibunya tidak mengeluarkan ASI. Akhirnya anak ini memperoleh susu formula untuk bayi. Setelah berusia beberapa bulan,  ia pun divaksinasi beberapa kali. Apa yang terjadi? Dari tubuh energinya, saya mendapatkan bahwa ada 10% energi vaksin di dalam kepalanya dan saraf otaknya. Jadi setelah seorang bayi divaksin, vaksin akan terbawa oleh darah ke bagian leher, dan bertemu dengan amandel serta kelenjar getah bening. Vaksin adalah virus atau bibit penyakit yang dilemahkan. Karena itu, setelah memperoleh vaksinasi, bayi biasanya akan demam.</p>
<p>Pada bayi yang sehat, vaksin ini akan menyebabkan darah membentuk antibodi dalam waktu beberapa hari. Jadi ketika vaksin ini naik terus ke arah kepala dan saraf otak, antibodi di dalam tubuh sudah terbentuk, sehingga tidak membahayakan saraf otak.</p>
<p>Tetapi pada bayi yang tidak sehat, antibodi ini tidak akan terbentuk, walau pun sampai bertahun-tahun. Jadi yang sampai di saraf otaknya bukanlah antibodi, melainkan vaksin.</p>
<p>Anak sepupu saya, walau pun telah berusia 4 tahun, energi antibodinya tetap belum terbentuk. Akibatnya, anak ini terkena penyakit Autis.</p>
<p>Pada kasus anak teman saya yang sudah berusia 12 tahun, energi antibodinya juga tetap belum terbentuk. Yang ada di dalam saraf otaknya adalah energi vaksin sebanyak 5%. Akibatnya anak ini terkena penyakit Attention Deficiency. Tetapi setelah anak ini mengonsumsi makanan-makanan sehat elemen Eter, seperti tape singkong segar, air tajin beras merah, dan tempe segar, setelah 6 bulan, energi antibodinya mulai terbentuk sebanyak 2%. Energi vaksin yang tersisa tinggal 3%. Mudah-mudahan dengan tetap teratur mengonsumsi makanan sehat, energi vaksinnya akan hilang dan digantikan oleh energi antibodi.</p>
<p>Jadi, sebaiknya orang tua berhati-hati sebelum melakukan vaksinasi untuk bayinya. Sebaiknya bayi diperkuat dulu daya tahan tubuhnya melalui ASI yang cukup, serta air tajin beras merah.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-bayi-dan-vaksinasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: ASI dan Karbohidrat</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-asi-dan-karbohidrat</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-asi-dan-karbohidrat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 15:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Keseimbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Energy Therapy]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen kedua Air]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Keseimbangan Energi Karbohidrat]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Segar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1872</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Karbohidrat Terbaik: ASI, Air Tajin Beras Merah, Tempe Segar, dan Wortel Oleh: Aleysius H. Gondosari Dalam tulisan ini, kita akan melihat manfaat ASI sebagai sumber karbohidrat terbaik. Selain ASI, air tajin beras merah, tempe segar, dan wortel juga merupakan sumber karbohidrat yang baik. Karbohidrat merupakan makanan untuk elemen kedua Air. Berikut ini kita lihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Sumber Karbohidrat Terbaik: ASI, Air Tajin Beras Merah, Tempe Segar, dan Wortel</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Dalam tulisan ini, kita akan melihat manfaat ASI sebagai sumber karbohidrat terbaik. Selain ASI, air tajin beras merah, tempe segar, dan wortel juga merupakan sumber karbohidrat yang baik.<span id="more-1872"></span></p>
<p>Karbohidrat merupakan makanan untuk elemen kedua Air. Berikut ini kita lihat Indeks Keseimbangan energi karbohidrat dari berbagai makanan sehat di atas:</p>
<ul>
<li>ASI = +30%</li>
<li>Air Tajin Beras Merah = +20%</li>
<li>Wortel = +20%</li>
<li>Tempe segar = +20%</li>
<li>Gandum havermut (tanpa gula) = +10%</li>
<li>nasi putih kukus = +10%</li>
<li>Jagung kukus = +5%</li>
<li>Kentang kukus = +5%</li>
<li>nasi putih dengan rice cooker = 0%</li>
</ul>
<p>Jadi terlihat, bahwa memang ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dari sisi energi karbohidrat. Air tajin beras merah, wortel, dan tempe segar juga merupakan makanan dengan energi karbohidrat yang sehat.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Salam Sehat Bahagia!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-asi-dan-karbohidrat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Energi 5 Elemen: Air Tajin Beras Merah dan Autis</title>
		<link>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-air-tajin-beras-merah-dan-autis</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-air-tajin-beras-merah-dan-autis#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 08:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Penguat]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Saraf]]></category>
		<category><![CDATA[5 Elements Energy Therapy]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi Antibodi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1857</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat Air Tajin Beras Merah untuk Pencegahan Autis Oleh: Aleysius H. Gondosari Dalam tulisan sebelumnya, saya telah membahas manfaat susu ASI untuk pencegahan Autis. Bagaimana bila sang Ibu kesulitan memberikan ASI pada bayi, karena ASI kurang, atau karena si bayi tidak suka ASI? Salah satu solusinya adalah dengan memberikan air tajin beras merah bersama susu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Manfaat Air Tajin Beras Merah untuk Pencegahan Autis</h3>
<p>Oleh: Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Dalam tulisan sebelumnya, saya telah membahas manfaat susu ASI untuk pencegahan Autis. Bagaimana bila sang Ibu kesulitan memberikan ASI pada bayi, karena ASI kurang, atau karena si bayi tidak suka ASI? Salah satu solusinya adalah dengan memberikan air tajin beras merah bersama susu bayi.<span id="more-1857"></span></p>
<p><strong>Mengapa Air Tajin Beras Merah?</strong></p>
<p>Dari analisis Energi 5 Elemen, dapat diketahui bahwa air tajin beras merah mempunyai energi penguat dengan Indeks Energi pembentuk antibodi yang tinggi, yaitu +30. Jadi sama dengan Indeks Energi dari susu ASI. Susu yang lain seperti susu sapi segar atau susu tepung kedele tidak mempunyai Indeks Energi setinggi ini.</p>
<p><strong>Indeks Energi Antibodi</strong></p>
<p>Bagaimana dengan biji-bijian lainnya, seperti bekatul (dari kulit ari beras putih), air tajin beras putih, dan gandum havermut? Mari kita bandingkan Indeks Energi pembentuk antibodinya.</p>
<ul>
<li>Bekatul = 0%</li>
<li>Air tajin beras putih = +2%</li>
<li>Gandum Havermut = 0%</li>
<li>Jagung (dikukus) = +2%</li>
</ul>
<p>Ternyata air tajin beras putih Indeks Energi-nya masih kalah jauh dibandingkan air tajin beras merah.</p>
<p>Jadi, bila sang Ibu kesulitan memberikan ASI pada anak, air tajin beras merah merupakan salah satu bahan makanan pengganti yang dibutuhkan oleh bayi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Bila daya tahan tubuhnya cukup kuat, bayi tersebut akan cukup kuat untuk menerima vaksin, sehingga terhindar dari penyakit Autis.</p>
<p>Cara membuat air tajin beras merah dapat dibaca pada artikel <a title="Resep Air Tajin Beras Merah" href="http://www.5elemen.com/resep-air-tajin-beras-merah" target="_blank">resep air tajin beras merah</a>.</p>
<p style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/terapi-energi-5-elemen-air-tajin-beras-merah-dan-autis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen, Karbohidrat Kompleks, dan Diabetes</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Perut]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Katuk]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/2 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Gelombang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pankreas]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Bekatul]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Sehat 1/2 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum Havermut]]></category>
		<category><![CDATA[Gula]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Insulin]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Kompleks]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Karbohidrat Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Lontong]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat Elemen Air]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Salam Sehat Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Tape Singkong Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi-Umbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1408</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana terhadap Gula Darah dan Diabetes Oleh : Aleysius H. Gondosari Belum lama ini, saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai efek dari nasi putih, bekatul, nasi beras merah, dan tape singkong terhadap gula darah dan diabetes. Hal ini menyadarkan saya, bahwa pengertian karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sebenarnya cukup rumit untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Pengaruh Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana terhadap Gula Darah dan Diabetes</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Belum lama ini, saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai efek dari nasi putih, bekatul, nasi beras merah, dan tape singkong terhadap gula darah dan diabetes. Hal ini menyadarkan saya, bahwa pengertian karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sebenarnya cukup rumit untuk ditafsirkan dan diterapkan. Saya akan membahasnya dalam 2 tulisan.<span id="more-1408"></span></p>
<p>Karbohidrat merupakan zat dari elemen ke-2, yaitu elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Karbohidrat Kompleks yang sehat mempunyai frekuensi sehat 1/2 Hz, sedangkan Karbohidrat Sederhana yang sudah rusak mempunyai frekuensi 2 &#8211; 3 Hz.</p>
<p>Makanan yang banyak mengandung karbohidrat umumnya mempunyai elemen Air dengan frekuensi sehat 1/2 Hz. Makanan yang mengandung elemen Air di antaranya adalah biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian.</p>
<p>Proses pemanasan dalam memasak makanan merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. Proses pemanasan menjadi penting, karena dapat mengubah karbohidrat kompleks yang sehat menjadi karbohidrat sederhana yang berbahaya untuk kesehatan. Sebagai contoh, untuk mengkonsumsi beras putih, kita mempunyai beberapa alternatif, yaitu dikonsumsi sebagai bekatul, sebagai ketupat dan lontong, sebagai nasi kukus, dan sebagai nasi putih yang dimasak dengan rice cooker.</p>
<h4>Bekatul, Nasi Putih dengan Rice Cooker, Nasi Kukus, Ketupat, dan Lontong:</h4>
<p>Bekatul merupakan tepung beras yang masih murni, dan belum kehilangan kulit arinya. Selain itu, untuk mengkonsumsi bekatul, tidak perlu dipanaskan seperti nasi putih. Dari proses pembuatan bekatul dan proses menjadi makanan, bekatul dapat dikatakan sehat, karena tidak kehilangan nutrisi sehat dan tidak mengalami pemanasan. Ini adalah cara yang paling sehat untuk mengkonsumsi beras.</p>
<p>Berbeda dengan bekatul, Beras putih telah mengalami proses penggilingan dan proses pemutihan. Hal ini akan membuat beras putih kehilangan kulit ari yang bernilai nutrisi tinggi.</p>
<p>Setelah itu, kita biasanya memasak di alat masak listrik rice cooker yang temperaturnya cukup tinggi, yaitu di atas 100 derajat C. Hal ini akan merusak zat gizi karbohidrat kompleks dan mengubahnya menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh tubuh. Pankreas harus menghasilkan insulin yang jauh lebih banyak untuk memproses karbohidrat sederhana menjadi energi yang dapat disimpan di dalam darah. Bila pankreas menjadi lelah dan tidak dapat membuat cukup insulin, sebagian karbohidrat sederhana akan tetap menjadi gula darah di dalam darah.</p>
<p>Cara lain untuk memasak nasi kukus dengan cara memasaknya di panci sampai setengah masak, kemudian dikukus. Hal ini akan membuat sebagian besar karbohidrat kompleks tetap terjaga.</p>
<p>Bila beras putih dibuat menjadi ketupat atau lontong, ia tidak mengalami panas seperti dimasak dalam rice cooker, karena tertutup daun. Dalam kondisi ini, sebagian besar karbohidrat kompleks masih tetap utuh dan mudah dicerna oleh tubuh.</p>
<p>Jadi untuk mengkonsumsi beras putih tanpa merusak karbohidrat kompleks, kita dapat mengkonsumsinya sebagai bekatul, ketupat, lontong, atau nasi kukus. Nasi yang dimasak dengan rice cooker akan mengalami panas tinggi sehingga karbohidrat kompleks berubah menjadi karbohidrat sederhana yang sulit dicerna oleh pankreas untuk dijadikan energi dalam darah.</p>
<h4>Air Tajin Beras Merah:</h4>
<p>Air tajin beras merah dibuat dari beras merah yang direndam dalam air yang banyak. 1 sendok beras merah dapat dicampur dengan 2,5 gelas air putih. Kemudian dididihkan. Perlu waktu 3 &#8211; 5 menit untuk mendidih. Setelah mendidih, apinya dikecilkan, dan dibiarkan selama 10 menit. Setelah itu dimatikan. Dengan cara ini, air tajin beras merah akan tetap mengandung karbohidrat kompleks yang sehat. Nasi beras merah yang dihasilkan juga masih mengandung karbohidrat kompleks sehingga tidak menaikkan kadar gula darah.</p>
<p>Bila beras merah dimasak dengan rice cooker, efek yang sama dengan nasi putih akan muncul, yaitu akan terjadi perubahan dari karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.</p>
<h4>Gula:</h4>
<p>Gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya bagi tubuh. Gula merupakan makanan yang sulit dicerna oleh pankreas, dan dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah. Oleh sebab itu, kita sebaiknya membatasi penggunaan gula seminimal mungkin.</p>
<h4>Gandum Havermut:</h4>
<p>Havermut dalam bentuk gandum yang masih utuh, merupakan sumber karbohidrat kompleks yang sehat. Tentu saja kita sebaiknya tidak menggunakan gula yang banyak, karena gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang berbahaya.</p>
<h4>Tape Singkong Segar:</h4>
<p>Tape singkong merupakan hasil fermentasi dari singkong kukus atau singkong rebus. Fermentasi merupakan teknik pengawetan makanan secara tradisional. Menurut penelitian, fermentasi yang tepat akan membuat zat-zat makanan lebih mudah dicerna oleh tubuh. Jadi tape singkong segar akan mudah dicerna oleh pankreas menjadi energi, sehingga tidak akan menaikkan kadar gula darah di dalam darah.</p>
<p>Bila tape singkong dibakar, hal ini akan mengubah karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Jadi sebaiknya tape singkong dimakan segar.</p>
<h4>Daun Katuk, Daun Singkong, Daun Pepaya:</h4>
<p>Ketiga jenis sayur-sayuran ini merupakan sumber karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Karena biasanya daun-daunan ini hanya dikukus atau direbus, maka karbohidrat kompleks-nya tidak rusak, tetap utuh, dan menyehatkan tubuh dan darah.</p>
<h4>Wortel, Kentang Kukus, Ubi Kukus, Singkong Kukus, Jagung Kukus:</h4>
<p>Keempat makanan ini juga dapat menghasilkan karbohidrat kompleks yang cukup banyak. Wortel dapat dimakan segar sehingga tidak perlu dimasak. Ketiga makanan yang lain perlu dimasak dengan cara dikukus. Bila dikukus selama 10 &#8211; 15 menit,  karbohidratnya tidak rusak, dan tetap menyehatkan bagi tubuh dan darah. Tetapi bila digoreng, maka karbohidratnya akan rusak menjadi karbohidrat sederhana. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah di dalam darah.</p>
<h4>Indeks Lelah Energi 5 Elemen untuk Pankreas:</h4>
<p>Dalam tulisan berikutnya, saya akan menggunakan Indeks Lelah Energi 5 Elemen (IL-E5E), untuk mengukur tingkat kelelahan Pankreas dalam memproses karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia!</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-karbohidrat-kompleks-dan-diabetes/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan Michael Jackson</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-michael-jackson</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-michael-jackson#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 01:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Cincau]]></category>
		<category><![CDATA[Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Cholesterol]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Kecocokan]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Stres]]></category>
		<category><![CDATA[Tape]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[1/4 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[1/5 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[1/6 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[1/7 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Agar-Agar]]></category>
		<category><![CDATA[Alpukat]]></category>
		<category><![CDATA[Apel Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Cholesterol]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-6 Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Serangan Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Jacko]]></category>
		<category><![CDATA[Kholesterol]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Mentimun]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Cincau]]></category>
		<category><![CDATA[Obat-Obatan Penenang]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Sawo]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>
		<category><![CDATA[tape Singkong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1367</guid>
		<description><![CDATA[Rahasia Kesehatan dan Kematian Michael Jackson: Cholesterol, Jantung, dan Stres Oleh : Aleysius H. Gondosari Kita dikejutkan dengan berita kematian Michael Jackson pada tanggal 26 Juni 2009 yl. Menurut berita, Jacko, panggilan akrab Michael Jackson, kematiannya disebabkan oleh serangan jantung dan kholesterol. Sementara itu, ada dugaan lain bahwa penyebabnya adalah stress yang diobati dengan obat-obatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: center;">Rahasia Kesehatan dan Kematian Michael Jackson: Cholesterol, Jantung, dan Stres</h4>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Kita dikejutkan dengan berita kematian Michael Jackson pada tanggal 26 Juni 2009 yl. Menurut berita, Jacko, panggilan akrab Michael Jackson, kematiannya disebabkan oleh serangan jantung dan kholesterol. Sementara itu, ada dugaan lain bahwa penyebabnya adalah stress yang diobati dengan obat-obatan penenang. Berikut ini hasil analisa energi 5 Elemen terhadap keempat dugaan tersebut.<span id="more-1367"></span></p>
<h4>Indeks Sehat dari Jantung, Kholesterol, Stress dan Indeks Manfaat Obat-Obatan Penenang:</h4>
<ul>
<li>Indeks Sehat dari gangguan jantung berkisar dari -5 s/d -25.</li>
<li>Indeks Sehat dari gangguan kholesterol berkisar dari -2 s/d -25.</li>
<li>Indeks Sehat dari stress berkisar dari -1 s/d -20.</li>
<li>Indeks Manfaat dari pengaruh negatif obat-obatan penenang terhadap kesehatan berkisar dari -1 s/d -50.</li>
</ul>
<p>Orang dapat meninggal bila Indeks Sehat mulai mencapai -50. Dengan demikian, gabungan 2 dari 3 penyebab di atas dapat menyebabkan kematian pada Michael Jackson. Gabungan dari gangguan jantung dan gangguan kholesterol sudah cukup membuat Jacko meninggal. Demikian pula, gabungan dari obat-obatan penenang dan gangguan jantung juga sudah cukup membuat Jacko meninggal.</p>
<h4>Makanan Sehat untuk Stress:</h4>
<p>Untuk mengatasi stress, kita dapat mengkonsumsi makanan dengan energi sehat dan frekuensi sehat yang sesuai. Stress berasal dari otak dan saraf pada elemen Kesadaran dan elemen Ether. Oleh sebab itu, kita juga memerlukan makanan yang dapat menyehatkan otak dan saraf dengan frekuensi sehat 1/5 Hz, 1/6 Hz, dan 1/7 Hz. Makanan sehat yang cocok adalah:</p>
<ul>
<li>Tape singkong segar : Indeks Manfaat untuk stress = +30, Indeks Kecocokan = +70%.</li>
<li>Tempe segar : Indeks Manfaat = +30. Indeks Kecocokan = +50%.</li>
<li>Mentimun segar : Indeks Manfaat = +20. Indeks Kecocokan = +50%.</li>
<li>Minuman Cincau : Indeks Manfaat = +50. Indeks Kecocokan = +100%.</li>
<li>Rumput Laut dan agar-agar : Indeks Manfaat = +30. Indeks Kecocokan = +50%.</li>
</ul>
<h4>Makanan Sehat Kholesterol dan Jantung:</h4>
<p>Kholesterol dan jantung ada pada elemen Udara. Oleh sebab itu, diperlukan makanan dengan energi sehat dan frekuensi sehat dari elemen Udara dengan frekuensi sehat 1/4 Hz. Makanan sehat yang cocok adalah:</p>
<ul>
<li>Tempe segar : Indeks Manfaat = +30. Indeks Kecocokan = +50%</li>
<li>Beras merah / air tajin beras merah : Indeks Manfaat = +40. Indeks Kecocokan = +100%</li>
<li>Apel merah segar : Indeks Manfaat = +40. Indesk Kecocokan = +100%</li>
<li>Sawo segar : Indeks Manfaat = +40. Indeks Kecocokan = +50%</li>
<li>Alpukat segar : Indeks Manfaat = +30. Indeks Kecocokan = +40%</li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Sehat Alami" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-michael-jackson/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen, Autis, dan Attention Deficiency</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-autis-dan-attention-deficiency</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-autis-dan-attention-deficiency#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 06:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Alpukat]]></category>
		<category><![CDATA[Apel Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Buah-Buahan]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-1 Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-6 Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Kecocokan]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang-Kacangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang]]></category>
		<category><![CDATA[Lobak Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Mentimun]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tape]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Umbi]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Attention Deficiency]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-1]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-4]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ke-6]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Keenam]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/4 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[Frekuensi 1/6 Hz]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kentang Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Mentimun Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Pepaya Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Sawo]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Yoghurt]]></category>
		<category><![CDATA[Tape Singkong Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Kukus]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel Segar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan antara Energi 5 Elemen, Frekuensi Sehat, Autis, dan Attention Deficiency Oleh : Aleysius H. Gondosari Pagi ini, teman saya menelepon, mengabarkan bahwa menurut dokter, anaknya menderita Attention Deficiency (AD). Memang anaknya sejak kecil sulit berkonsentrasi, sehingga ia menyangka anaknya menderita Autis. Saya mencoba menganalisa perbedaan antara Autis dan AD berdasarkan energi 5 Elemen. Attention [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Hubungan antara Energi 5 Elemen, Frekuensi Sehat, Autis, dan Attention Deficiency</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Pagi ini, teman saya menelepon, mengabarkan bahwa menurut dokter, anaknya menderita Attention Deficiency (AD). Memang anaknya sejak kecil sulit berkonsentrasi, sehingga ia menyangka anaknya menderita Autis.<span id="more-1344"></span></p>
<p>Saya mencoba menganalisa perbedaan antara Autis dan AD berdasarkan energi 5 Elemen.</p>
<h4>Attention Deficiency (AD) :</h4>
<p>Penderita AD akan sulit berkonsentrasi. Pada penderita AD, frekuensi otak pada elemen Kesadaran mencapai 4 Hz. Demikian pula frekuensi pada elemen Bumi, juga mencapai 4 Hz. Hal ini yang menyebabkan penderita AD sulit berkonsentrasi.</p>
<p>Dalam kondisi normal, frekuensi sehat pada elemen Kesadaran seharusnya 1/6 Hz (jauh lebih lambat dari 4 Hz), dan pada elemen Bumi seharusnya hanya 1 Hz (juga lebih lambat dari 4 Hz). Kondisi frekuensi dasar yang normal ini membuat orang menjadi tenang dan mudah berkonsentrasi.</p>
<h4>Autis:</h4>
<p>Penderita Autis, di samping sulit berkonsentrasi, juga tidak dapat mengontrol emosinya sehingga emosinya tidak stabil dan dapat meledak. Pada penderita Autis, frekuensi otak pada elemen Kesadaran mencapai 2 Hz. Demikian pula frekuensi pada elemen Bumi, juga mencapai 2 Hz. Selain itu, frekuensi pada elemen Udara juga lebih cepat dan mencapai 2 Hz.</p>
<p>Dalam kondisi normal, frekuensi sehat elemen Kesadaran seharusnya hanya 1/6 Hz, elemen Udara seharusnya hanya 1/4 Hz, dan frekuensi elemen Bumi hanya 1 Hz.</p>
<p>Hal ini menjelaskan, mengapa walaupun pada penderita autis frekuensinya lebih rendah dari penderita AD, tetapi penderita Autis lebih sering mengamuk. Sebab frekuensi elemen Udara ikut terganggu menjadi 2 Hz. Organ pada elemen Udara adalah jantung dan paru-paru.</p>
<h4>Penyebab Autis dan Attention Deficiency:</h4>
<p>Salah satu penyebab penyakit ini adalah imunisasi dalam kondisi tubuh tidak fit. Jadi bila anak atau bayi ingin diimunisasi, sebaiknya dalam kondisi sehat atau fit. Sebab imunisasi sebenarnya adalah memasukkan virus penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh si bayi atau si anak, dengan asumsi tubuh akan mampu membentuk antibodi pada saat melawan virus yang sudah lemah ini. Antibodi baru bisa terbentuk sempurna bila kondisi tubuh dalam kondisi sehat atau fit.</p>
<h4>Makanan Sehat untuk Elemen ke-6 : Kesadaran</h4>
<p>Makanan sehat untuk elemen Kesadaran diperlukan oleh penderita Autis dan AD. Makanan sehat untuk elemen Kesadaran perlu mempunyai frekuensi 1/6 Hz, yaitu :</p>
<ul>
<li>Tempe segar : Indeks Manfaat = +10, Indeks Kecocokan = +50%</li>
<li>Tape singkong segar = +20, +30%</li>
<li>Susu Fermentasi (yoghurt) = +10, 20%</li>
<li>Mentimun segar = +5, +30%</li>
<li>Pepaya segar (+5, +30%)</li>
<li>Wortel segar (+20, +50%)</li>
</ul>
<h4>Makanan Sehat untuk Elemen Ke-1 : Bumi</h4>
<p>Makanan Sehat elemen Bumi diperlukan oleh penderita Autis dan AD. Makanan sehat untuk elemen Bumi perlu mempunyai frekuensi sehat 1 Hz, yaitu:</p>
<ul style="text-align: left;">
<li>Kacang Panjang segar atau dikukus : Indeks Manfaat = +30, Indeks Kecocokan = +30%</li>
<li>Bengkuang segar = +20, +30%</li>
<li>Kentang dikukus = +10, +50%</li>
<li>Singkong dikukus = +10, +50%</li>
<li>Ubi dikukus = +10, +30%</li>
<li>Lobak putih = +15, +30%</li>
<li>Wortel  segar atau diblender (wortel mempunyai frekuensi mulai dari 1/6 Hz s/d 1 Hz) = +10, +30%</li>
</ul>
<h4>Makanan Sehat Elemen Ke-4 : Udara</h4>
<p>Makanan sehat elemen Udara terutama diperlukan oleh penderita Autis. Makanan sehat elemen Udara perlu mempunyai frekuensi sehat 1/4 Hz, yaitu:</p>
<ul>
<li>Tempe segar (tempe mempunyai frekuensi sehat 1/6 Hz, 1/5 Hz, 1/4 Hz) = +10, +50%</li>
<li>Beras merah atau air tajin beras merah (beras merah mempunyai frekuensi sehat 1/5 Hz, 1/4 Hz, dan 1/3 Hz) = +10, +30%</li>
<li>Apel merah = +10, +30%</li>
<li>Sawo = +30, +50%</li>
<li>Alpukat = +30, +20%</li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Bahagia</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-autis-dan-attention-deficiency/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen dan Penyakit Elemen Udara (2) : Kanker</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-penyakit-elemen-udara-2-kanker</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-penyakit-elemen-udara-2-kanker#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 05:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Air Kelapa Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Apel Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkuang]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Buah Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Buah-Buahan]]></category>
		<category><![CDATA[Cincau]]></category>
		<category><![CDATA[Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Katuk]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Enzim]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Jahe]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[Kencur]]></category>
		<category><![CDATA[Kunyit]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Mentimun]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pisang]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur-Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[Tape]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Wortel]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Energi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Antioksidan]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Energy of 5 Elements]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Manfaat (IM-E5E)]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Paru-Paru]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Payudara]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Tidak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Aktif]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman Cincau]]></category>
		<category><![CDATA[Pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Stres]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>
		<category><![CDATA[Tape Singkong Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Segar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=1251</guid>
		<description><![CDATA[Energi 5 Elemen dan Penyakit Elemen Udara : Kanker Payudara dan Paru-Paru Oleh : Aleysius H. Gondosari Dalam tulisan ini, kita akan membahas penyakit kanker pada elemen Udara, yaitu kanker payudara dan kanker paru-paru. Penyebab Penyakit Kanker : Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Hal ini dapat disebabkan oleh stress yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Energi 5 Elemen dan Penyakit Elemen Udara : Kanker Payudara dan Paru-Paru</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Dalam tulisan ini, kita akan membahas penyakit kanker pada elemen Udara, yaitu kanker payudara dan kanker paru-paru.<span id="more-1251"></span></p>
<h4>Penyebab Penyakit Kanker :</h4>
<p>Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Hal ini dapat disebabkan oleh stress yang tidak terkontrol, oleh makanan yang bersifat aktif, dan oleh lingkungan yang tidak sehat.</p>
<p><em><strong>Stress :</strong></em></p>
<p>Stress atau stres yang tidak terkontrol dapat disebabkan oleh masalah pekerjaan, masalah keluarga, dan masalah pribadi yang tidak dapat disalurkan atau dibicarakan dengan sahabat atau keluarga dekat. Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi penderita kanker untuk melakukan terapi stres dan mencari teman untuk curhat. Dari analisa energi 5 elemen, pengaruh stres dapat menjadi pemicu kanker hingga 50%.</p>
<p><em><strong>Makanan Bersifat Aktif :</strong></em></p>
<p>Makanan yang bersifat aktif misalnya rokok, minuman keras, makanan daging, telur, dan ikan. Selain itu juga makanan yang diawetkan seperti terasi, ikan asin, makanan kaleng, dan minuman kaleng. Bumbu masak yang dikonsumsi secara berlebihan juga tidak sehat untuk tubuh. Dari analisa energi 5 elemen, pengaruh makanan aktif terhadap kanker kira-kira 30%. Oleh sebab itu, penderita kanker sebaiknya menghentikan dahulu konsumsi makanan aktif seperti daging, ikan, telur, bumbu yang tidak alami, rokok, minuman keras, makanan dan minuman dengan pengawet. Sebaiknya mengkonsumsi makanan sehat dan segar.</p>
<p><em><strong>Lingkungan Tidak Sehat :</strong></em></p>
<p>Lingkungan yang tidak sehat dapat berasal dari tempat kerja dengan tingkat polusi yang tinggi seperti asap, gas, dan bahan berbahaya. Selain itu juga dapat berasal dari rumah dengan lingkungan yang kurang sehat seperti air dan udara. Dari analisa energi 5 elemen, pengaruh lingkungan yang tidak sehat terhadap kanker kira-kira 20%.</p>
<h4>Makanan Sehat untuk Penyakit Kanker beserta Indeks Manfaat (IM-E5E):</h4>
<p>Untuk mengobati penyakit kanker, dibutuhkan makanan sehat yang mengandung enzim kira-kira 70% dan antioksidan kira-kira 30%. Makanan yang mengandung enzim yang tinggi di antaranya adalah beras merah atau air tajin beras merah, dan tempe segar. Sedangkan tape singkong segar mengandung antioksidan yang tinggi.</p>
<p><strong><em>Makanan Sehat untuk Kanker Payudara :</em></strong><br />
Walau pun terjadi pada organ dada, analisa energi 5 Elemen menunjukkan bahwa aliran energi penyakit kanker payudara berasal dari pencernaan pada elemen Air. Aliran energi penyakit dari elemen Air kemudian naik ke elemen Api, dan akhirnya naik ke elemen Udara. Oleh sebab itu, makanan sehat untuk kanker payudara juga berasal dari elemen Air, yaitu buah-buahan dan sayur-sayuran.</p>
<ul>
<li> Beras Merah = +15</li>
<li> Tempe Segar = +15</li>
<li> Tape Singkong segar = +10</li>
<li> Mentimun = +10</li>
<li> Pepaya = +10</li>
<li> Pisang = +5</li>
<li> Daun Katu = +10</li>
<li> Daun Pepaya = +10</li>
<li> Apel Merah = +5</li>
<li> Air Kelapa tua yang segar = +15</li>
<li> kencur = +15</li>
<li> Kunyit = +10</li>
<li> Wortel = +10</li>
<li> Bengkuang = +5</li>
</ul>
<p><strong><em>Makanan Sehat untuk Kanker Paru-Paru :</em></strong><br />
Kanker paru-paru umumnya disebabkan oleh rokok dan asap yang menyebabkan paru-paru menjadi lemah. Walau pun terjadi pada organ dada pada elemen Udara, analisa energi 5 Elemen menunjukkan bahwa aliran energi penyakit berasal dari pencernaan dan darah pada elemen Air. Aliran energi penyakit dari elemen Air kemudian naik ke elemen Udara. Oleh sebab itu makanan sehat juga berasal dari elemen Air, yaitu buah-buahan.</p>
<ul>
<li> Beras Merah = +10</li>
<li> Tempe Segar = +10</li>
<li> Tape Singkong segar = +5</li>
<li> Apel Merah = +10</li>
<li>Minuman Cincau = +10</li>
<li>Air Sehat = +10</li>
<li> kencur = +10</li>
<li> Kunyit = +10</li>
<li> Jahe = +5</li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Selalu</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen Dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-penyakit-elemen-udara-2-kanker/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen Dan Flu Babi</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-flu-babi</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-flu-babi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 14:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Amandel]]></category>
		<category><![CDATA[Apel Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Biji-Bijian]]></category>
		<category><![CDATA[Buah-Buahan]]></category>
		<category><![CDATA[Cabe Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-2 Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Negatif]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Pembersih]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Penguat]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Penyehat]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Penyembuh]]></category>
		<category><![CDATA[Fermentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Flu]]></category>
		<category><![CDATA[Flu Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Hidung]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Leher Tenggorokan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Markisa]]></category>
		<category><![CDATA[Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Telinga]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Thyroid]]></category>
		<category><![CDATA[Batuk]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Air]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi 5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Leher]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Pernafasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilek]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit Flu]]></category>
		<category><![CDATA[Swine Flu]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggorokan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Influenza AH1N1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[Makanan Kesehatan 5 Elemen Untuk Mencegah Penyakit Flu Babi Oleh : Aleysius H. Gondosari Beberapa hari terakhir ini, kita mendapat berita yang sangat gencar mengenai flu babi (swine flu) yang disebabkan virus influenza AH1N1 yang berasal dari Meksiko dan telah menyebar ke Amerika Serikat, New Zealand, Eropa, dan Korea. Karena biasanya penyebaran flu sangat cepat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Makanan Kesehatan 5 Elemen Untuk Mencegah Penyakit Flu Babi</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari</p>
<p>Beberapa hari terakhir ini, kita mendapat berita yang sangat gencar mengenai flu babi (swine flu) yang disebabkan virus influenza AH1N1 yang berasal dari Meksiko dan telah menyebar ke Amerika Serikat, New Zealand, Eropa, dan Korea. Karena biasanya penyebaran flu sangat cepat, maka kita perlu berhati-hati menjaga kesehatan agar terhindar dari flu ini.<span id="more-984"></span></p>
<h4>Gejala-Gejalan Umum Flu Babi :</h4>
<p>Adapun gejala-gejala yang umum dijumpai pada penderita flu babi adalah :</p>
<ul>
<li>Flu, yaitu batuk dan pilek (ingus kental, susah keluar)</li>
<li>Panas tinggi</li>
<li>Mata merah (sakit pada bola mata)</li>
<li>Sesak nafas (pneumonia)</li>
</ul>
<h4>Energi 5 Elemen Pada Flu Babi :</h4>
<p>Dari analisa energi 5 Elemen, pola aliran energi negatif flu adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Aliran energi negatif flu biasa akan mulai masuk dari elemen Air, kemudian naik ke elemen Api, dan naik lagi ke elemen Udara. Indeks Energi negatifnya kira-kira (-10).</li>
<li>Aliran energi negatif flu babi akan mulai masuk dari elemen Air, kemudian naik ke elemen Udara, dan naik lagi ke elemen Ether. Indeks Energi negatifnya kira-kira (-50). Jadi lebih berbahaya kira-kira 5x.</li>
</ul>
<p>Dari analisa energi 5 Elemen, organ tubuh yang akan terkena oleh flu babi adalah :</p>
<ul>
<li>Organ tubuh pada elemen Udara yang terkena : paru-paru.</li>
<li>Organ tubuh pada elemen Ether yang terkena berturut-turut mulai dari yang paling berat : otak, mata, telinga, hidung, pernafasan, amandel, thyroid.</li>
<li>Orang akan menderita lebih berat, bila darahnya bersifat asam dengan pH di bawah 6,9.</li>
</ul>
<h4>Makanan Sehat 5 Elemen Untuk Pencegahan Flu Babi :</h4>
<p>Makanan sehat yang cocok adalah makanan yang mempunyai energi kesehatan untuk elemen Ether dan elemen Udara, berturut-turut mulai dari Indeks Manfaat yang tinggi adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Jahe</strong> (+15) : menyehatkan elemen Api, yaitu mencegah penyempitan pembuluh darah (arteri dan vena) termasuk pada jantung dan paru-paru untuk mengurangi gejala pneumonia</li>
<li><strong>Kencur</strong> (+15) : menyehatkan elemen Api, yaitu hati, pencernaan, serta arteri dan vena</li>
<li><strong>Beras merah</strong> atau Air Tajin Beras Merah (+10) : mempunyai energi penguat untuk elemen Ether, Udara, Api</li>
<li><strong>Tempe</strong> segar (+5) : mempunyai energi penyehat untuk elemen Ether, Udara, Api</li>
<li><strong>Beras merah</strong> atau Air Tajin Beras Merah (+10) : mempunyai energi penguat untuk elemen Ether, Udara, Api</li>
<li><strong>Markisa</strong> (+10) : mempunyai energi penguat untuk elemen Ether, Air, dan Bumi.</li>
<li><strong>Apel merah</strong> (+5) : mempunyai energi penyembuh untuk elemen Udara, Api, Air</li>
<li><strong>Bawang putih</strong> (+5) : mempunyai energi pembersih untuk elemen Api, Air, Bumi. Dapat dibuat sambal bersama cabe merah.</li>
<li><strong>Cabe merah</strong> (+3) : mempunyai energi penguat untuk elemen Ether, Udara, Api. Cabe merah dapat dibuat sambal dan dimakan dengan tempe segar, atau lalap sayur-sayuran.</li>
</ol>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Selalu</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen Dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-flu-babi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi 5 Elemen Dan Rahasia Kesehatan Udara (2)</title>
		<link>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-udara-2</link>
		<comments>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-udara-2#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 05:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aleysius</dc:creator>
				<category><![CDATA[5 Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Dada]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-3 Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-4 Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen ke-5 Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Negatif]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Organ Tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[Pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Perut]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Asap Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Berat Badan Lahir Rendah]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Api]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Ether]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Penguat]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Paru-Paru]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Pernafasan]]></category>
		<category><![CDATA[Hipertemia]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Janin]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Air Tajin Beras Merah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.5elemen.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Polusi Udara Dan Perkembangan Janin Pada Ibu Hamil Oleh : Aleysius H. Gondosari Harian Kompas 11 April 2009 menampilkan artikel &#8220;Polusi Udara Ganggu Perkembangan Janin&#8220;. Polusi udara dari kendaraan bermotor bisa mengganggu pertumbuhan janin dan mengakibatkan berat badan yang rendah pada saat lahir. Oleh sebab itu, para ibu hamil dianjurkan menghindari paparan polusi udara ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">Polusi Udara Dan Perkembangan Janin Pada Ibu Hamil</h3>
<p>Oleh : Aleysius H. Gondosari<br />
Harian <em>Kompas</em> 11 April 2009 menampilkan artikel &#8220;<em>Polusi Udara Ganggu Perkembangan Janin</em>&#8220;. Polusi udara dari kendaraan bermotor bisa mengganggu pertumbuhan janin dan mengakibatkan berat badan yang rendah pada saat lahir. Oleh sebab itu, para ibu hamil dianjurkan menghindari paparan polusi udara ini.<span id="more-729"></span></p>
<p>Berikut ini apa yang dikatakan oleh dr. Rinawati Rohsiswatmo dari Divisi Neonatal Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia &#8211; Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada pertengahan pekan ini di Jakarta :</p>
<p style="text-align: center;"><em>Jika ibu hamil menderita penyakit terkait polusi udara,<br />
itu memengaruhi suplai makanan pada bayi.</em></p>
<p>Berat badan lahir rendah akan berdampak buruk pada kesehatan bayi. Salah satunya, bayi berisiko mengalami serangan akut seperti hipertemia dan tidak bisa bernafas normal. Dalam jangka panjang, hal itu bisa menghambat perkembangan otak.</p>
<h4>Hasil Penelitian Polusi Terhadap Kesehatan Bayi :</h4>
<p>Hasil studi di AS yang dipublikasikan dalam <em>Jurnal Epidemiologi</em> dan <em>Kesehatan Komunitas</em> yang dikutip oleh situs BBC menyebutkan :</p>
<p style="text-align: center;"><em>Tingginya paparan polusi dari asap kendaraan bermotor pada ibu<br />
pada awal dan akhir kehamilan<br />
bisa menyebabkan janin tidak tumbuh dengan baik<br />
sehingga bayi lahir dengan berat badan rendah.</em></p>
<p>Para peneliti dari <em>University of Medicine and Dentistry</em> di New Jersey menggunakan data rumah sakit dan meneliti 336.000 bayi baru lahir dari tahun 1999 &#8211; 2003. Kebiasaan merokok pada ibu hamil ikut mempengaruhi kesehatan janin dan bayi yang dilahirkan.</p>
<p>Selain asap rokok, ada dua jenis polusi kendaraan bermotor yang berdampak buruk pada pertumbuhan janin, yaitu <em>partikel hitam </em>dan <em>nitrogen dioksida</em>. Dua jenis polusi itu bisa masuk ke paru-paru dan mengganggu fungsi organ itu.</p>
<h4>Pola Aliran Energi Negatif Polusi Udara Terhadap Ibu Dan Bayi :</h4>
<p>Pola energi negatif pada ibu hamil dan bayi di dalam kandungan pada dasarnya sama, yaitu :</p>
<ol>
<li> Pola aliran energi negatif polusi udara dimulai dari rusaknya energi elemen Api pada perut, organ pencernaan, organ hati.</li>
<li> Setelah itu dilanjutkan dengan rusaknya energi elemen Udara pada dada, organ paru-paru, organ jantung.</li>
<li> Dari sini, dilanjutkan dengan rusaknya energi elemen Ether pada tenggorokan dan kepala, organ otak.</li>
</ol>
<p>Jadi hal ini sesuai dengan hasil penelitian, yaitu dampak pada bayi dimulai dengan kurangnya suplai makanan dari ibu kepada bayi sehingga berat badannya berkurang. Setelah itu hal ini akan berdampak pada pernafasan. Dalam jangka panjang akan menghambat perkembangan otak.</p>
<h4>Saran Untuk Ibu Hamil :</h4>
<p>Oleh sebab itu, ibu hamil disarankan agar tidak merokok, tidak masuk ke ruangan yang berasap rokok, dan menghindari asap kendaraan bermotor.</p>
<p>Selain itu makan makanan sehat dan segar yang gizinya cukup. Makanan sehat yang dianjurkan adalah beras merah atau air tajin beras merah yang mempunyai energi penguat untuk meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Selain itu juga dapat mengkonsumsi tempe segar, buah segar, dan sayuran segar.</p>
<h4 style="text-align: center;">Salam Sehat Selalu</h4>
<p><a title="Energi 5 Elemen Dan Rahasia Kesehatan" href="http://www.5elemen.com">www.5elemen.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-dan-rahasia-kesehatan-udara-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

