The Secret of 5 Elements: Terapi Sehat Bahagia yang Murah dan Praktis
The Miracle of 5 Elements Energy
Rahasia 5 Elemen untuk Cerdas dan Sukses seperti Sri Mulyani, Bill Gates, dan Steve Jobs

Terapi Energi 5 Elemen: Bayi dan Vaksinasi

Mengapa Bayi Sebaiknya Cukup Sehat Sebelum Menerima Vaksinasi

Oleh: Aleysius H. Gondosari

Saya mengamati kondisi anak sepupu serta anak teman saya yang terkena autis. Anak-anak ini memperoleh vaksinasi ketika kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Mengapa demikian? Apa yang sebenarnya terjadi setelah vaksinasi? Dan apa yang terjadi selanjutnya?

Vaksinasi untuk Membentuk Antibodi

Secara teoritis, bila seseorang memperoleh vaksinasi, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi. Vaksin adalah virus atau bibit penyakit yang dilemahkan. Dengan demikian, bila disuntikkan di dalam tubuh seseorang, tubuhnya akan memberikan reaksi dengan membentuk antibodi yang dapat mengalahkan virus atau bibit penyakit yang bersangkutan. Ini tentu dengan asumsi bahwa orang tersebut mempunyai daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Tetapi kenyataannya, tidak semua orang mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Demikian pula dengan bayi.

Apakah Antibodi Selalu Terbentuk Setelah Vaksinasi?

Anak sepupu saya hampir tidak memperoleh ASI sejak bayi, karena ibunya tidak mengeluarkan ASI. Akhirnya anak ini memperoleh susu formula untuk bayi. Setelah berusia beberapa bulan,  ia pun divaksinasi beberapa kali. Apa yang terjadi? Dari tubuh energinya, saya mendapatkan bahwa ada 10% energi vaksin di dalam kepalanya dan saraf otaknya. Jadi setelah seorang bayi divaksin, vaksin akan terbawa oleh darah ke bagian leher, dan bertemu dengan amandel serta kelenjar getah bening. Vaksin adalah virus atau bibit penyakit yang dilemahkan. Karena itu, setelah memperoleh vaksinasi, bayi biasanya akan demam.

Pada bayi yang sehat, vaksin ini akan menyebabkan darah membentuk antibodi dalam waktu beberapa hari. Jadi ketika vaksin ini naik terus ke arah kepala dan saraf otak, antibodi di dalam tubuh sudah terbentuk, sehingga tidak membahayakan saraf otak.

Tetapi pada bayi yang tidak sehat, antibodi ini tidak akan terbentuk, walau pun sampai bertahun-tahun. Jadi yang sampai di saraf otaknya bukanlah antibodi, melainkan vaksin.

Anak sepupu saya, walau pun telah berusia 4 tahun, energi antibodinya tetap belum terbentuk. Akibatnya, anak ini terkena penyakit Autis.

Pada kasus anak teman saya yang sudah berusia 12 tahun, energi antibodinya juga tetap belum terbentuk. Yang ada di dalam saraf otaknya adalah energi vaksin sebanyak 5%. Akibatnya anak ini terkena penyakit Attention Deficiency. Tetapi setelah anak ini mengonsumsi makanan-makanan sehat elemen Eter, seperti tape singkong segar, air tajin beras merah, dan tempe segar, setelah 6 bulan, energi antibodinya mulai terbentuk sebanyak 2%. Energi vaksin yang tersisa tinggal 3%. Mudah-mudahan dengan tetap teratur mengonsumsi makanan sehat, energi vaksinnya akan hilang dan digantikan oleh energi antibodi.

Jadi, sebaiknya orang tua berhati-hati sebelum melakukan vaksinasi untuk bayinya. Sebaiknya bayi diperkuat dulu daya tahan tubuhnya melalui ASI yang cukup, serta air tajin beras merah.

Salam Sehat Bahagia!

2 comments to Terapi Energi 5 Elemen: Bayi dan Vaksinasi

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.