The Secret of 5 Elements: Terapi Sehat Bahagia yang Murah dan Praktis
The Miracle of 5 Elements Energy
Rahasia 5 Elemen untuk Cerdas dan Sukses seperti Sri Mulyani, Bill Gates, dan Steve Jobs

Terapi Energi 5 Elemen: pH, Daya Tahan, Vaksin, dan Antibodi

Pengaruh pH Terhadap Daya Tahan Tubuh dan Pembentukan Antibodi

Oleh: Aleysius H. Gondosari

pH darah dan tubuh ternyata sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh terhadap penyakit serta kemampuan membentuk antibodi. Daya tahan akan lebih kuat bila pH dalam kondisi basa 7,4. Demikian pula, antibodi lebih mudah terbentuk dalam kondisi pH 7,4.

pH dan Daya Tahan Terhadap Penyakit:

Kelenjar getah bening dan amandel merupakan organ yang menentukan untuk daya tahan tubuh terhadap penyakit. Kedua organ ini terdapat pada elemen kelima Eter. Kondisi pH sangat menentukan kemampuan organ ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Berikut hasil analisis En ergi 5 Elemen terhadap kemampuan daya tahan tubuh terhadap penyakit:

  • pH 7,4: +50%, kemungkinan sakit mendekati 0%.
  • pH 7,3: +25%, kemungkinan sakit = 5%
  • pH 7,2: +5%, kemungkinan sakit = 10%
  • pH 7,1: 0%, kemungkinan sakit = 15%
  • pH 7,0: -5%, kemungkinan sakit = 20%
  • pH 6,9: -10%, kemungkinan sakit = 30%
  • pH 6,8: -10%, kemungkinan sakit = 30%

Terlihat bahwa dalam kondisi pH 7,4, daya tahan tubuh terhadap penyakit mencapai +50%. Kemungkinan terkena penyakit hampir 0%. Semakin rendah pH-nya, atau semakin asam darah dan tubuh kita, kemungkinan terkena penyakit semakin besar, hingga mencapai 30%.

pH dan Pembentukan Antibodi:

Pengaruh pH terhadap pembentukan antibodi juga hampir sama. Antibodi bisa terbentuk secara alami, atau bisa terbentuk bila diberi vaksin. Tetapi hal ini dipengaruhi juga oleh kondisi pH darah dan tubuh. Bila kondisi pH darah dan tubuh berada pada 7,4, antibodi akan lebih mudah terbentuk.

  • pH 7,4: +50%
  • pH 7,3: +25%
  • pH 7,2: 0%
  • pH 7,1: -5%
  • pH 7,0: -5%
  • pH 6,9: -5%
  • pH 6,8: -5%

Dari analisis Energi 5 Elemen, terlihat bahwa antibodi akan lebih mudah terbentuk pada kondisi pH 7,4 atau 7,3. Di bawah itu, antibodi semakin sulit terbentuk. Akibatnya, orang yang terkena penyakit akan semakin sulit sembuh.

Pemberian Vaksin pada Bayi, Autis, dan Autoimun:

Dari analisis energi di atas, sebaiknya pemberian vaksin pada bayi dilakukan dengan kondisi pH 7,4 atau 7,3. Bila di bawah itu, antibodi sulit terbentuk. Vaksin yang diberikan akan terus berada di dalam tubuh selama bertahun-tahun, karena tubuh tidak mampu membentuk antibodi. Akibat sampingannya bisa terjadi gejala Autis atau Autoimun.

Terbentuknya Antibodi pada Penderita Autis:

Seorang anak teman saya menderita autis bertahun-tahun. Penyebabnya karena antibodinya tidak bisa terbentuk, dan vaksin masih ada di tubuhnya selama bertahun-tahun sebanyak 5%. Setelah mengonsumsi makanan sehat, dibantu dengan air tajin beras merah, antibodi mulai terbentuk dan vaksin berkurang. Setelah 6 bulan, antibodi sudah terbentuk 4%, dan vaksin berkurang menjadi hanya 1%. Anaknya juga mengaku sudah lebih mudah berkonsentrasi ketika belajar. Saat ini, antibodi sudah terbentuk 5%, dan vaksin sudah tidak ada lagi.

Terbentuknya Antibodi pada Penderita Hepatitis B:

Seorang teman saya menderita hepatitis B. Saat itu, pH darahnya dalam kondisi 7,2. Antibodinya tidak bisa terbentuk. Setelah mengonsumsi makanan sehat, pH darahnya meningkat menjadi 7,4 dan antibodi mulai terbentuk. Setelah mengonsumsi buah kemuning 1 – 2 buah setiap hari selama 3 minggu, antibodinya semakin cepat terbentuk. Setelah 6 bulan, antibodinya sudah terbentuk 5%.

Buah kemuning memang merupakan makanan sehat elemen Api, yang cocok untuk menyehatkan hati, yaitu organ pada elemen Api. Buah kemuning cukup dikonsumsi 1 – 2 buah selama 3 minggu setiap hari. Setelah itu, dosisnya boleh dikurangi menjadi 3x seminggu atau 2x seminggu.

Salam Sehat Bahagia!

3 comments to Terapi Energi 5 Elemen: pH, Daya Tahan, Vaksin, dan Antibodi

  • herzy

    bagus sekali infonya, terimaksih.
    Lalu bagaimana kita dapat mengetahui berapa pH darah dan tubuh?
    Apa perlu pemeriksaan khusus?
    jika tidak, tentu sangat membantu menjaga kesehatan kita.

  • herzy

    saya lihat catatan medis saya ketika sakit tifus, hasil laborat atas urin pH saya adalah 6,0. lalu lihat hasil lab yang dulu, (seingat saya waktu itu tidak sakit) hasilnya adalah 5.0 padahal di nilai normal 5-7. bagaimana penjelasannya dari sudut pandang energi 5 elemen? Sementara dari tulisan diatas kondisi terbaik adalah 7,4.

    Terimakasih Pak Aley?

  • Terima kasih atas kunjungannya, Mas Herzy.
    Memang pH biasanya diukur dari urin.
    range-nya biasanya berkisar antara 5 sampai 8.
    pH urin lebih bermanfaat untuk mengukur kondisi pH makanan dan minuman yang kita konsumsi. Selain itu, tentu mineral yang bersifat basa dan diperlukan oleh tubuh telah diserap oleh darah, sehingga kebasaan urin akan berkurang.
    pH urin bisa berbeda dengan pH darah, karena walaupun makanan kita asam, darah akan berusaha menjaga pH tetap stabil.
    Caranya adalah dengan mengambil mineral dari tulang.
    Jadi bila makanan kita bersifat asam, mineral dari sumsum dan tulang akan diambil, dan lama kelamaan akan terjadi osteoporosis dan gangguan saraf.
    Oleh sebab itu, sebaiknya makanan kita bersifat sedikit basa, sehingga mineral kita tetap cukup.
    Jadi pH yang bagus tentu tetap 7,4.
    Salam Sehat Bahagia!
    aley

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.